Bukan Cuma Murid yang Belajar! Guru MI Unggulan Nuris Mantapkan Diri Lewat Diklat Penuh Empati!

Para Guru Bekali Diri Hadapi Karakter Siswa

Pesantren Nuris – Usai hiruk-pikuk dan keceriaan menyambut kedatangan siswa baru dalam semarak agenda MATAMUDA beberapa waktu lalu, semangat pembenahan di MI Unggulan Nuris Jember rupanya belum usai. Jika anak-anak sedang asyik menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, kali ini giliran para pahlawan tanpa tanda jasa yang mengambil jeda sejenak untuk mengisi kembali amunisi mereka. Memasuki tahun ajaran baru, kesiapan mental dan keilmuan para guru tentu menjadi kunci utama agar proses belajar mengajar berjalan maksimal dan menyenangkan.

Semangat luar biasa dari para pendidik kita ini terekam dengan sangat manis dalam gambar. Jika diperhatikan, potret-potret tersebut merangkum keseruan agenda “Diklat Penguatan Kompetensi Guru” yang diselenggarakan pada hari Jumat, 24 Juli 2026. Duduk lesehan dengan rapi dan bersahaja, bapak serta ibu guru tampak begitu khusyuk dan antusias menyimak setiap ilmu baru yang dibagikan di depan ruangan.

Kegiatan kali ini terasa amat spesial dan menyentuh karena mengangkat sebuah tema yang begitu dekat dengan denyut nadi keseharian di kelas. Mengusung tajuk “Mendidik dengan Empati: Memahami Regulasi Emosi dan Kematangan Sosial Anak Usia MI”, pelatihan ini jelas bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Di usia madrasah ibtidaiyah, anak-anak ibarat spons yang sedang menyerap banyak hal, dan mereka sangat membutuhkan pendampingan ekstra dalam mengenali serta mengendalikan perasaan mereka sendiri.

(Baca juga : Deretan Angka Kembali Takluk! Alfa Kembali Juara untuk MI Unggulan Nuris Jember)

Untuk membedah tuntas tema penting tersebut, madrasah secara khusus menghadirkan pemateri ahli yang sangat luar biasa, yaitu Ibu Syarifatul Umami, S.Pd., M.Pd. Dengan gaya penyampaian yang lugas, interaktif, namun tetap terasa hangat, beliau sukses mengajak seluruh dewan guru untuk menyelami lebih dalam bagaimana psikologi dan cara kerja emosi anak-anak di usia dini. Sesekali tawa renyah juga terdengar di sela-sela penyampaian materi, membuktikan betapa cairnya suasana hari itu.

Pembahasan mengenai empati ini sejatinya bagaikan oase yang menyegarkan bagi para guru. Menyadari bahwa tugas seorang pendidik di MI Unggulan Nuris Jember bukan semata-mata mencetak generasi juara yang pintar menaklukkan rumus matematika atau sains saja. Jauh di atas rentetan piala yang sering kali mengharumkan nama sekolah, fondasi terpenting yang harus dibangun pertama kali adalah kematangan sosial dan adab anak-anak saat bersosialisasi dengan sekitarnya.

Mengamini betapa pentingnya materi yang disampaikan, Ustadzah Ulva selaku wali kelas 2 turut membagikan pandangannya seusai acara. Sebagai sosok ibu kedua yang setiap hari berhadapan langsung dengan kepolosan dan ragam tingkah laku anak-anak kelas bawah, beliau merasa materi dari diklat ini ibarat jawaban atas tantangan kesehariannya saat mengajar di dalam ruang kelas.

“Alhamdulillah, ilmunya benar-benar sangat bermanfaat, khususnya bagi kami para wali kelas,” ungkap Ustadzah Ulva dengan senyum ramahnya. Menurut beliau, pemahaman tentang psikologi dan regulasi emosi ini menjadi bekal yang amat berharga bagi guru dalam memainkan perannya. Terlebih lagi, seorang guru selalu dituntut untuk siap dan sigap ketika harus berhadapan dengan berbagai macam karakter siswa yang sangat unik dan berbeda-beda satu sama lain.

Lebih jauh lagi, Ustadzah Ulva juga memberikan pesan yang amat mendalam tentang keharusan seorang pendidik dalam memvalidasi perasaan anak. “Sangat penting bagi peran guru untuk mengetahui dan peka terhadap emosi anak usia dini. Emosi itu sejatinya sangat penting dan wajar dimiliki oleh manusia. Justru sebaliknya, kalau sampai ada anak yang tidak punya emosi atau kesulitan mengekspresikan perasaannya, itu yang sangat berbahaya,” tuturnya memberikan penekanan yang tegas.

Berbekal ilmu baru dan semangat yang kian terisi penuh dari diklat ini, seluruh barisan dewan guru MI Unggulan Nuris Jember kini semakin mantap dan percaya diri melangkah di tahun ajaran baru 2026/2027. Semoga dengan pendekatan yang senantiasa mengedepankan empati, madrasah kita tidak hanya terus melahirkan bintang-bintang juara di berbagai ajang perlombaan, tetapi juga sukses mencetak generasi yang cerdas secara emosional dan berakhlak mulia. Selamat bertugas, bapak dan ibu guru hebat! Barakallahu fiik. [FE.Red]

Nama Kegiatan : Diklat Penguatan Kompetisi Guru 

Tanggal : 24 Juli 2026

 

Related Post