Hafizh 30 Juz Malik Fahad Resmi Dikukuhkan Jadi Paskibraka Jember 2026, Bawa Nama MA Unggulan Nuris Jember

Dua hari menuju 17 Agustus, Malik Fahad siap membawa nama MA Unggulan Nuris Jember dalam barisan pengibar Merah Putih Kabupaten Jember

Pesantren Nuris — Dua hari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kabar membanggakan datang dari MA Unggulan Nuris Jember. Muhammad Malik Fahad, siswa kelas XI-D, resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Jember tahun 2026 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Siswa MA Unggulan Nuris Jember yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz itu akhirnya resmi dikukuhkan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Jember dalam prosesi pengukuhan yang berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Momen ini menjadi langkah penting bagi Malik sebelum menjalankan amanah pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Pengukuhan ini menjadi salah satu momen penting bagi Malik setelah melewati rangkaian seleksi Paskibraka yang cukup ketat. Ia menjadi salah satu siswa terpilih dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Jember yang dipercaya untuk mengambil bagian dalam upacara peringatan Kemerdekaan RI tahun ini.

Bukan sekadar soal berdiri tegap dan berjalan dalam barisan, perjalanan menuju Paskibraka membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi. Peserta harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari tes akademik, kesamaptaan, kemampuan fisik, wawancara, hingga penilaian talenta.

Malik pun harus bersaing dengan ratusan siswa terbaik se-Kabupaten Jember sebelum akhirnya dinyatakan lolos dan masuk dalam barisan Paskibraka Kabupaten Jember.

“Ketika mendapat kabar bahwa saya lolos Paskibraka Jember, saya merasa senang dan bangga sekali. Ini menjadi kesempatan emas bagi saya untuk bertugas dan bertanggung jawab dalam upacara peringatan HUT RI,” ungkap Malik.

Perjalanan Malik menuju Paskibraka juga tidak terlepas dari pembinaan yang dijalani di MA Unggulan Nuris. Sebagai anggota ekstrakurikuler Paskibra, ia terbiasa menjalani latihan yang mengajarkan kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik, serta tanggung jawab.

“Untuk lolos bukan hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi memang harus ideal dari berbagai aspek. Alhamdulillah selama persiapan seleksi, saya sudah menjalani pemusatan latihan melalui ekskul Paskibra di MA Unggulan Nuris,” jelasnya.

Menariknya, perjalanan Malik sebagai Paskibraka berjalan beriringan dengan aktivitasnya sebagai santri. Saat ini, ia merupakan siswa kelas XI-D sekaligus bagian dari kelas Takhassus Tahfizul Qur’an di MA Unggulan Nuris.

(Baca Juga : Nabila Gaspol di OSH 2026 Bawa Medali Perunggu untuk MA Unggulan Nuris Jember)

Di lingkungan madrasah, Malik tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik. Ia juga menjalani proses pendidikan keagamaan dan pengembangan karakter yang menjadi bagian dari kesehariannya sebagai santri.

Karena itu, terpilihnya Malik sebagai Paskibraka menjadi bukti bahwa santri memiliki ruang yang luas untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang.

Sebelumnya, Malik juga telah mencatatkan prestasi dalam bidang Al-Qur’an. Ia berhasil meraih Juara Harapan 2 Musabaqah Hifdzil Qur’an kategori 5 juz pada ajang OLIMPIQU tingkat Kabupaten Jember pada Februari 2026.

Kini, di tengah kesibukannya menjalani persiapan Paskibraka, Malik juga tetap melanjutkan target hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Dua perjalanan tersebut menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga dalam membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.

Setelah resmi dikukuhkan hari ini, Malik bersama anggota Paskibraka Kabupaten Jember lainnya akan bersiap menjalankan tugas utama pada Senin, 17 Agustus 2026.

Tinggal dua hari menuju momen ketika Merah Putih akan dikibarkan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Malik, kesempatan tersebut tentu bukan sekadar pengalaman biasa. Ada nama keluarga, madrasah, pesantren, dan Kabupaten Jember yang ikut dibawa dalam setiap langkahnya.

Dari lingkungan pesantren, ia kini mendapatkan kesempatan untuk mengambil bagian dalam momentum kenegaraan. Dari latihan Paskibra, ia belajar tentang disiplin dan kekompakan. Dari tahfiz, ia belajar tentang ketekunan dan konsistensi.

Semua bekal tersebut kini bertemu dalam satu tugas: menjalankan amanah sebagai Paskibraka.

Senin nanti, ketika Merah Putih mulai dikibarkan, Malik tidak hanya berdiri sebagai seorang pelajar. Ia berdiri sebagai santri yang membawa nama MA Unggulan Nuris Jember. Siap tegap. Siap bertugas. Siap mengabdi untuk Indonesia. [LA.Red]

Foto bersama keluarga
Undangan pengukuhan Paskibra HUT 81

 

Related Post