Jagoan Matematika MI Unggulan Nuris Jember Tembus Al-Qur’an

Alfiyan Lengkapi Deretan Piala Nasionalnya dengan Prestasi Mengaji

Pesantren Nuris – Rangkaian kabar menyejukkan dari ruang-ruang mengaji tampaknya terus mengalir tiada henti membasahi pelataran madrasah kita. Seolah menjadi tradisi yang mendarah daging, MI Unggulan Nuris Jember kembali membuktikan diri sebagai wadah bertumbuhnya generasi yang tak hanya cerdas secara akal, namun juga matang secara spiritual. Setelah deretan kisah luar biasa dari kawan-kawan sebelumnya, kini giliran seorang jagoan angka yang unjuk gigi, membawa cerita manis yang amat menginspirasi.

Mari kita arahkan pandangan pada sebuah potret ceria yang terbingkai dalam gambar di atas. Di balik bingkai itu, tampak seorang anak laki-laki berpeci hitam dengan balutan busana muslim berwarna biru cerah yang begitu pas di badannya. Senyum lebarnya mengembang tulus ke arah kamera, sementara kedua tangannya mendekap erat sebuah kitab Al-Qur’an bersampul kebiruan. Anak laki-laki dengan raut wajah penuh semangat ini bernama lengkap Alfiyan Yazid Al Bustomy, yang di sekolah sangat akrab dipanggil Alfiyan.

Bagi seluruh warga madrasah, mendengar nama Alfiyan rasanya sudah tidak asing lagi, terutama jika dikaitkan dengan rentetan prestasi akademik. Anak ini dikenal luas sebagai sang penakluk angka. Kecintaannya pada mata pelajaran matematika membuatnya selalu tampil percaya diri setiap kali berhadapan dengan soal-soal rumit. Menariknya, kecerdasan itu tidak hanya ia simpan di dalam kelas. Alfiyan sangat sering mewakili sekolah dalam berbagai ajang perlombaan, dan hebatnya, ia nyaris tidak pernah pulang dengan tangan kosong tanpa membawa piala.

(Baca Juga: Bintang Subuh Tembus Al-Qur’an! Kebanggaan Baru MI Unggulan Nuris Jember)

Puncak pembuktian dari ketajaman logikanya terukir dengan tinta emas pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional tahun 2024. Mewakili nama besar MI Unggulan Nuris Jember di kancah nasional tentu membawa beban tersendiri, namun Alfiyan bersama regunya sukses mematahkan segala keraguan. Mereka tampil sebagai salah satu pemenang dengan meraih Juara 1, sebuah prestasi tertinggi yang mengukuhkan posisi madrasah kita di tingkat nasional. Jejak prestasinya yang sudah begitu banyak benar-benar membuat nama sekolah bersinar terang.

Namun, pesona sejati seorang Alfiyan rupanya tidak berhenti pada deretan piala dan medali olimpiade saja. Di balik kesibukannya membedah rumus matematika dan mempersiapkan diri untuk lomba-lomba bergengsi, ia tak pernah sedikit pun mengabaikan kewajibannya di ruang mengaji. Alfiyan membuktikan bahwa logika dan keimanan bisa berjalan beriringan dengan sangat harmonis. Kesabarannya dalam memecahkan soal hitungan ia terapkan pula saat mengeja dan melantunkan huruf-huruf hijaiyah.

Ketekunan merawat bacaan suci tersebut akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat istimewa. Tepat pada tanggal 30 Mei 2026, sebuah catatan manis terukir abadi. Pada waktu itu, saat Alfiyan masih duduk menimba ilmu di bangku kelas 6A, ia secara resmi dinyatakan berhasil menuntaskan seluruh evaluasinya dan menembus tahap Al-Qur’an. Mencapai jenjang tertinggi di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebelum kelulusan tentu menjadi kado yang luar biasa indah.

Kini, lembaran kalender telah berganti dan waktu berjalan mengiringi kedewasaannya. Si jago matematika yang gemar tersenyum ini sudah menanggalkan seragam merah putihnya. Alfiyan sekarang telah resmi merajut petualangan baru sebagai siswa kelas 7, atau kelas 1 di bangku SMP. Meskipun ia tak lagi berlarian di lorong madrasah ibtidaiyah ini, rekam jejak prestasinya, baik di bidang sains maupun TPA, tetap utuh menjadi cerita kebanggaan almamater.

Mengingat kembali sosok anak didiknya yang begitu membanggakan, Ustadzah Anisa selaku wali kelasnya sewaktu di 6A tentu merasa amat terharu. Beliau adalah saksi nyata bagaimana Alfiyan membagi waktunya antara belajar keras untuk KSM Nasional dan tekun mengaji setiap harinya. Mengetahui mantan murid kesayangannya ini sukses menyeimbangkan piala duniawi dengan bekal akhiratnya, rasa syukur tak henti-hentinya terucap dari lisan sang ustadzah.

Lewat momen kenangan yang penuh kehangatan ini, Ustadzah Anisa menitipkan untaian doa dan pesan yang amat menyentuh hati. “Masya Allah, Mas Alfiyan. Ustadzah selalu merinding bangga kalau ingat perjalananmu. Juara nasional matematika, tapi juga sukses sampai di tahap Al-Qur’an. Pesan Ustadzah buat Mas Alfiyan di bangku SMP, tetaplah ilmu padi ya, Nak. Semakin berisi semakin merunduk. Jangan pernah sombong dengan kecerdasanmu, jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utamamu. Semoga kamu tumbuh jadi anak yang sholih, terus membanggakan orang tua, dan masa depanmu kelak seterang prestasimu hari ini.”

Untaian wejangan sarat makna dari Ustadzah Anisa itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan Mas Alfiyan ini sebagai inspirasi nyata. Kalian harus punya semangat juara di bidang apa pun yang kalian sukai, entah itu matematika, sains, atau olahraga. Tapi ingat, sehebat apa pun prestasi kalian nanti, jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an. Jadilah generasi yang cerdas otaknya, dan mulia akhlaknya.”

Sekali lagi, selamat untuk Alfiyan atas capaian yang telah diraih dengan penuh dedikasi ini. Teruslah ukir prestasimu di sekolah yang baru dan jadilah bintang yang tak pernah lelah menebar manfaat. Barakallah, Nak. [FE.Red]

 

Nama : Alfiyan Yazid Al Bustomy

Kelas : 6-A 

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Nama Ayah : Fathor Rosyid

Nama Ibu : Susi Wahyuning Tyas

Capaian : Al-Qur’an

Tanggal : 30 Mei 2026

Related Post