Raih Juara 1 Olimpiade Matematika, Guru Kelas 6 Ungkap Pesan Haru untuk Alfiyan
Pesantren Nuris – Stigma tentang pelajaran Matematika sebagai pelajaran yang paling rumit karena berhitung dan rumusnya itu tak berlaku bagi sosok jagoan angka dari MI Unggulan Nuris Jember ini. Baginya, deretan angka dan soal logika justru bagaikan taman bermain yang selalu memancing rasa penasaran. Siapa sangka, hobi memecahkan teka-teki rumit ini pada akhirnya membuahkan rentetan piala yang terus mengharumkan nama madrasah.
Mari kita sapa sang jawara melalui senyum cerianya yang terekam dengan jelas dalam gambar. Siswa berpeci hitam yang tampak sangat bangga mengangkat piala tingginya itu adalah Alfiyan Yazid Al Bustomy. Di lingkungan madrasah, ia begitu lekat dengan panggilan akrab Alfiyan. Meski saat ini ia sudah menanggalkan seragam merah putihnya dan duduk menempuh pendidikan di bangku kelas 1 SMP, rekam jejaknya semasa sekolah dasar dulu masih sangat hangat untuk diperbincangkan.
Salah satu kenangan paling gemilang yang ia tinggalkan terjadi pada pertengahan bulan, tepatnya tanggal 16 November 2025. Kala itu, Alfiyan yang masih berstatus sebagai siswa kelas 6A dengan penuh keberanian menantang kemampuannya di sebuah ajang bergengsi bertajuk “PERGELARAN SENI DAN OLIMPIADE”. Acara unjuk kecerdasan yang digagas oleh HMPI PGMI UIN KHAS JEMBER ini memiliki skala yang sangat besar, membentang hingga Tingkat Jawa Bali.
Menghadapi lawan-lawan hebat perwakilan dari berbagai kota dan provinsi tentu bukan perkara yang mudah. Namun, ketenangan Alfiyan patut diacungi dua jempol. Ia mantap turun di cabang andalannya, yakni Olimpiade Matematika. Ketelitian serta daya nalar yang tajam membantunya menyingkirkan keraguan di setiap soal hitungan, hingga akhirnya ia sukses dinobatkan sebagai Juara 1! Prestasi memukau ini seolah menjadi stempel resmi bahwa dirinya adalah sang penguasa angka sejati.
(Baca juga : Jejak Emas Si Jagoan Bahasa Inggris! Jibril Kembali Bikin MI Unggulan Nuris Jember Bangga)
Bila dirunut ke belakang, kemenangan gemilang di tingkat Jawa Bali ini sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak koleksi piala yang pernah ia raih. Guru-guru di sekolah sudah sangat hafal dengan kebiasaan Alfiyan yang sering bolak-balik pamit mengikuti lomba dan selalu pulang membawa medali. Kemampuannya di bidang matematika memang berada di atas rata-rata, dan hal itu terus terasah dengan tajam karena ia tidak pernah bosan mencari tantangan baru.
Jejak emasnya tersebar di berbagai tingkatan kompetisi. Jauh sebelum menyabet juara di UIN KHAS Jember ini, Alfiyan juga pernah menaklukkan ajang Adh Dhuha Islamic Competition tingkat se-Tapal Kuda dengan mendulang medali emas. Belum lagi deretan medali dari kompetisi berskala nasional seperti OMNAS maupun KSM yang pernah ia cicipi saat masih duduk di kelas 5. Konsistensinya dalam mempertahankan tradisi juara ini sungguh membuktikan bahwa kemampuannya murni berasal dari ketekunan, bukan sekadar keberuntungan semata.
Mengetahui mantan anak didiknya ini sukses memborong piala dan kini telah melangkah ke jenjang SMP, sang wali kelas saat ia duduk di kelas 6 tak sanggup menyembunyikan rasa rindunya. Beliau sangat ingat bagaimana keseharian Alfiyan di dalam kelas; seorang anak jenius yang tidak pernah pelit membagikan ilmunya. Ia selalu bersedia mengajari teman-temannya yang sedang kesulitan mengerjakan tugas hitung-hitungan.
“Masya Allah, kalau teringat Alfiyan itu bawaannya pasti kangen sekaligus bangga luar biasa. Prestasinya di pelajaran matematika memang tidak perlu diragukan lagi, dari tingkat daerah sampai merambah Jawa Bali sudah berhasil ia buktikan, bahkan di tingkat Nasional. Pesan Ustadzah untuk Mas Alfiyan yang sekarang sudah pakai seragam biru putih di SMP, tolong tetap jadi anak yang rendah hati, ya. Jangan pernah lelah mengasah logika matematikamu, dan jadikan ilmu yang luar biasa itu sebagai jalan untuk membantu sekitarmu,” pesan sang ustadzah dengan nada penuh kehangatan.
Sebagai penutup, beliau juga merangkai pesan khusus untuk membakar semangat murid-murid madrasah saat ini. “Buat semua adik-adik kelas di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita contoh kegigihan Mas Alfiyan. Jangan pernah menjadikan matematika atau pelajaran tersulit apapun sebagai musuh yang harus dihindari, tapi hadapilah sebagai tantangan yang menyenangkan. Teruslah rajin belajar, jangan pernah takut untuk mencoba ikut lomba, dan bersiaplah menjadi penerus tongkat estafet juara untuk madrasah kita tercinta!”
Selamat sekali lagi untuk Alfiyan! Semoga kelak segala cita-citamu tergapai. Teruslah kepakkan sayapmu di angkasa, buatlah bangga keluarga. Doa kami terus mengiringi langkahmu, Nak! Barakallah. [FE.Red]
Nama : Alfiyan Yazid Al Bustomy
Kelas : 6A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Juara 1 Olimpiade Matematika
Tingkat : Jawa Bali
Ajang : PSDO (Pergelaran Seni dan Olimpiade)
Tanggal : 16 November 2025
