Tak ingin Sia-Siakan Ilmu dan Pengalaman, Ambil Peluang Mengajar di Sekolah Dasar Negeri
Pesantren Nuris – Sejak awal fokus dan tetap bergelut dalam dunia pesantren selama pendidikan sarjana, Rizkyna Annisa Nur Rohmah akhirnya resmi bergelar sarjana pendidikan pada bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Gelar yang diraihnya dari UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember ini memastikannya berhak menggunakannya untuk berdedikasi di lembaga pendidikan.
Gelar sarjana yang kini mengekor di belakang nama cantiknya ini diraih usai mempresentasikan skripsi berjudul “Penerapan Program Tahfidz melalui Metode Tasmi’ dalam Penanaman Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jember” di hadapan para dosen penguji dengan percaya diri pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu.
Memilih tetap nyantri di Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur (PPME) Nuris 2 dalam menjalani kuliah di UIN KHAS Jember menjadi pilihan bagi gadis cerdas asal Jatiroto, Lumajang ini. Baginya yang hanya fokus dalam dunia akademis tanpa kegiatan organisasi formal membuatnya lebih nyaman dalam menempuh pendidikan sarjana.
(baca juga: Terinspirasi M. Quraish Shihab, Alumni MA Unggulan Nuris Dalami Ushuludin di Universitas Al Azhar Mesir)
Benar saja, selama penyelesaian skripsi mulai dari menemukan gagasan, seminar proposal hingga sidang skripsi semua berjalan mulus nyaris tanpa kendala berarti. “Sempat merasa takut gagal tak lulus sesuai waktu, ternyata alhamdulillah tahap ini dapat berjalan lancar. Semua berkat doa orang tua dan bantuan para dosen sehingga semuanya selesai.” Tukasnya.
Petualangan meraih impian menjadi guru profesional pun setahap telah diraihnya. Gadis cantik kelahiran Juni 2003 ini tak menyia-nyiakan kesempatan langsung berkhidmah dalam dunia pendidikan seperti impian awalnya menempuh pendidikan tinggi.
Ia kini memilih menjadi salah satu tenaga pendidikan di sebuah sekolah dasar negeri di dekat rumahnya. Ia bersyukur meraih sarjana pendidikan bidang PAI sebab memiliki kedinamisan dalam mengabdikan diri di semua jenjang pendidikan. Ia berharap tak sekadar menjadi guru agama konvensional, tetapi andal dalam teknologi dan mampu mengajar secara inovatif dan relevan.
Ia juga menyebutkan peran penting guru agama sebagai dasar dan berperan aktif dalam mengawal pencetak generasi yang cerdas dan menginspirasi. Dari keinginan dan tantangan masa depan pendidikan, Rizkyna berharap dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan wawasan teknologi yang seimbang. Sebab guru tidak hanya sekadar mampu “berceramah”, tetapi juga mencontohkan dan memberikan pembelajaran yang modern dan menyenangkan.[AF.Red]
Nama : Rizkyna Annisa Nur Rohmah, S.Pd.
Ttl : Lumajang, 06 Juni 2003
Alamat : Jatiroto, Lumajang
Lembaga : MA Unggulan Nuris, Jurusan PK, tahun 2022
Kuliah : UIN KHas Jember, Jurusan S-1 PAI
