Matematika Nasional Jadi Panggung Prestasi, Sulistia Kayali Raih Medali untuk SMA Nuris Jember

Disiplin Membagi Waktu Belajar, Tia Tunjukkan Konsistensi Mengembangkan Kemampuan Akademik

Pesantren Nuris – Bagi Sulistia Kayali, belajar matematika bukan sekadar menyelesaikan soal di ruang kelas. Pelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya karena memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang yang ia pelajari. Dari ketekunan belajar dan keberanian mengikuti kompetisi, siswi SMA Nuris Jember ini kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Siswi yang akrab disapa Tia tersebut berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Matematika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional pada 26 April 2026. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring.

Saat mengikuti olimpiade, Tia masih duduk di kelas XI MIPA 1 SMA Nuris Jember. Kini, ia telah melanjutkan pendidikan di kelas XII MIPA 1. Siswi yang berasal dari Botolinggo, Bondowoso ini menjadikan kompetisi sebagai salah satu ruang untuk terus menguji kemampuan sekaligus mengembangkan potensi akademiknya.

Ketertarikannya mengikuti Olimpiade Matematika berangkat dari pandangannya bahwa matematika memiliki peran dalam banyak bidang pembelajaran. Bahkan, menurut Tia, matematika juga berkaitan erat dengan bidang Fisika yang menjadi salah satu tujuan yang ingin ia tekuni saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya mengikuti lomba ini karena pelajaran matematika masuk di semua pelajaran, dan masuk juga di Fisika yang nantinya akan menjadi tujuan saya saat kuliah,” ungkap Tia.

(Baca juga: Unjuk Prestasi di Bidang Sains, M. Abid Daffi Dio, Santri SMA Nuris Jember Raih Medali Perunggu Olimpiade Matematika Tingkat Nasional)

Persiapan menghadapi olimpiade dilakukan Tia sejak jauh-jauh hari. Ia berusaha disiplin membagi waktu untuk mempelajari Fisika dan Matematika. Tantangan tersebut menjadi semakin terasa karena pada waktu yang sama ia juga mengikuti olimpiade Fisika secara daring.

Meski harus membagi waktu untuk dua kompetisi, Tia tetap berusaha menjalankan persiapannya. Hasilnya, selain meraih Medali Perunggu Olimpiade Matematika, ia juga memperoleh Medali Perunggu Olimpiade Fisika pada periode yang sama.

“Saya berusaha disiplin membagi waktu untuk belajar Fisika dan Matematika karena waktu itu bertepatan dengan lomba online Olimpiade Fisika juga,” jelasnya.

Membagi waktu menjadi salah satu kesulitan yang dirasakan Tia. Selain mengikuti lomba secara daring, ia masih harus menjalankan berbagai kegiatan lainnya. Namun, kondisi tersebut justru menjadi pengalaman baginya untuk belajar mengatur prioritas dan tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawab yang dijalani.

Semangat untuk terus berkembang juga menjadi motivasi yang ia pegang. Tia ingin selalu berjuang lebih keras dalam berbagai kegiatan yang diikutinya. Prinsip tersebut kemudian tidak hanya terlihat dalam satu kompetisi. Pada 19 Juni 2026, Tia kembali menunjukkan kemampuannya melalui Peringkat 4 Olimpiade Fisika “Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K)” yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemendikdasmen Tahun 2026. Prestasi akademik Tia juga telah terlihat sejak duduk di kelas X. Ia pernah meraih Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun 2024/2025 dan kembali memperoleh Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Genap Tahun 2024/2025.

Deretan capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tia dalam menjaga semangat belajar. Baginya, mengikuti perlombaan bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat digunakan sebagai bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Tia mengaku senang dapat mengikuti Olimpiade Matematika tersebut. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari kompetisi ini dapat memberikan bekal untuk terus berkembang dan menghadapi berbagai perlombaan yang akan diikutinya di masa mendatang.

“Kesan saya mengikuti lomba sangat senang, semoga bisa menjadi bekal untuk perlombaan yang saya ikuti selanjutnya,” tuturnya.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Tia tetap membawa harapan sederhana. Ia ingin memberikan penampilan terbaik dalam setiap kesempatan, khususnya untuk sekolah dan orang tua.

“Saya ingin menampilkan yang terbaik untuk sekolah dan orang tua,” ungkapnya.

Bagi Tia, keberanian untuk mencoba merupakan langkah penting dalam perjalanan meraih prestasi. Ia pun berpesan kepada siswa-siswi lainnya agar tidak takut menghadapi tantangan dan terus menjaga semangat belajar.

“Jangan pernah takut untuk mencoba dan menghadapi tantangan. Usaha yang konsisten dan doa tidak akan pernah mengkhianati hasil. Tetap semangat dan mari kita terus belajar bersama,” pungkasnya optimis.

Bagi siswa-siswi SMA Nuris Jember, capaian Tia dapat menjadi dorongan untuk tidak ragu mencoba bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minat akademik masing-masing. Prestasi tidak selalu hadir dalam sekali percobaan. Ada proses belajar, pembagian waktu, tantangan, dan keberanian untuk terus melangkah yang mengiringinya. [ANF.Red]

 

Nama : Sulistia Kayali

Alamat : Botolinggo, Bondowoso

Kelas : XI MIPA 1

Lembaga : SMA Nuris Jember

Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade Matematika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional, diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional, 26 April 2026

Riwayat Prestasi :

  1. Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun 2024/ 2025
  2. Peringkat 2 di kelas X-1 pada Penilaian Akhir Semester Genap Tahun 2024/ 2025
  3. Medali Perunggu Olimpiade Fisika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Sulistia Kayali) 26 April 2026
  4. Peringkat 4 Olimpiade Fisika “Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K)” yang diselenggarakan oleh Puspresnas Kemendikdasmen Tahun 2026
  5. Medali Perunggu Olimpiade Fisika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional, 26 April 2026
Related Post