Lomba Agustusan Pupuk Solidaritas dan Sportivitas
Pesantren Nuris – Suasana halaman SMK Nuris Jember berubah lebih riuh dari biasanya pada Selasa dan Rabu, 18–19 Agustus 2026. Seluruh siswa kelas X dan XI dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Teknik Sepeda Motor (TSM) mengikuti rangkaian lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar di halaman SMK Nuris Jember tersebut menghadirkan berbagai perlombaan yang memadukan kecepatan, kekompakan, strategi, hingga keberanian. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsiswa, kegiatan ini juga membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa lebih dekat dan penuh kebersamaan.
Sejak perlombaan dimulai, sorak-sorai siswa terdengar dari berbagai sisi halaman. Teman-teman satu kelas bergantian memberikan dukungan kepada perwakilan mereka yang sedang bertanding. Setiap kemenangan kecil dirayakan, sementara kegagalan justru kerap menjadi bahan tawa bersama.
Salah satu lomba yang cukup menguji kecepatan adalah lari sprint. Para peserta harus menunjukkan kemampuan berlari secepat mungkin untuk menjadi yang terdepan. Sorakan semakin ramai ketika para pelari memasuki garis akhir.
(Baca juga: Siswa TKJ Berlaga di Olimpiade Sejarah Nasional, Rafi Persembahkan Medali Perunggu untuk SMK Nuris Jember)
Keseruan berlanjut melalui estafet tepung. Dalam lomba ini, kerja sama menjadi kunci. Peserta harus menjaga tepung agar tetap dapat diteruskan kepada anggota berikutnya tanpa kehilangan terlalu banyak. Kesalahan kecil pun dapat memengaruhi hasil akhir tim.
Tak kalah mengundang perhatian adalah lomba pukul air. Peserta ditantang memukul sasaran dengan kondisi yang membuat permainan semakin menghibur. Penonton pun tak jarang tertawa melihat tingkah peserta selama berusaha menyelesaikan tantangan.
Sementara itu, lomba rebut kursi menghadirkan persaingan yang berbeda. Peserta harus bergerak cepat dan sigap memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kursi yang tersedia. Permainan berlangsung semakin menegangkan ketika jumlah peserta terus berkurang.
Lomba gobak sodor menjadi salah satu permainan yang paling menonjolkan kekompakan tim. Para peserta harus menyusun strategi untuk melewati penjagaan lawan sekaligus mempertahankan area masing-masing. Komunikasi dan kerja sama menjadi faktor penting agar sebuah tim dapat bertahan hingga akhir permainan.
Beragam lomba tersebut membuat dua hari pelaksanaan kegiatan berlangsung semarak. Siswa tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi juga menjadi pendukung bagi teman-temannya. Perbedaan jurusan dan kelas seolah melebur ketika mereka berkumpul untuk menikmati suasana perayaan kemerdekaan.
“Kami sengaja memilih lomba yang bisa membuat siswa bergerak dan saling berinteraksi. Bukan cuma soal siapa yang menang, tetapi bagaimana selama dua hari ini teman-teman bisa ketawa bareng, saling mendukung, dan punya kenangan yang tak terlupakan,” ujar Desta Maula, salah satu anggota OSIS SMK Nuris Jember.
Kemeriahan lomba 17 Agustus di SMK Nuris Jember tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk bersenang-senang bersama, membangun kekompakan, sekaligus mempererat hubungan antarkelas dan antarjurusan.
Dengan rangkaian permainan yang sederhana tetapi penuh antusiasme, peringatan kemerdekaan di SMK Nuris Jember tahun ini pun meninggalkan cerita tersendiri bagi para siswa. Dua hari di halaman sekolah menjadi momen ketika semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kompetisi, tawa, dan kebersamaan. (MFAF.Red)
