Ebid, Siswa Kelas 6C Ini Sukses Tembus Jilid 6 dengan Predikat Jayyid Jiddan!
Pesantren Nuris – Rangkaian kabar membanggakan dari ruang-ruang kelas dan musala MI Unggulan Nuris Jember rasanya tak pernah kehabisan cerita. Setelah deretan prestasi mengagumkan dari para siswa sebelumnya, lembaran sejarah madrasah kita kembali disinggahi oleh sebuah kisah manis yang amat sayang untuk dilewatkan. Aliran kabar baik ini membuktikan bahwa anak-anak hebat kita selalu punya cara unik untuk bersinar di bidangnya masing-masing, menyeimbangkan kecerdasan otak dengan kedalaman spiritual.
Melalui sebuah potret kenangan yang terekam dengan sangat rapi dalam gambar di atas, kita bisa melihat sosok tegak seorang anak laki-laki berpeci hitam. Dengan balutan kemeja putih dan rompi merah kebanggaan, ia tampak begitu tenang memeluk erat Al-Qur’an di dadanya. Jagoan cilik yang menawan ini bernama lengkap Muhammad Abidullail Liridhoillah. Di sela-sela rutinitas belajar dan bermain di madrasah, kawan-kawan sejawat dan bapak ibu guru sangat akrab memanggilnya dengan sapaan Ebid.
Di balik wajah tenangnya dalam potret tersebut, Ebid rupanya menyimpan sebuah capaian yang sangat membanggakan di bidang keagamaan. Tepat pada tanggal 13 Juni 2026 lalu, ia sukses menuntaskan evaluasinya dan secara resmi dinyatakan naik ke capaian TPA Jilid 6. Hebatnya lagi, kelancaran lisan dan ketepatan tajwidnya saat melantunkan ayat suci sukses memukau sang guru penguji. Alhasil, ia secara istimewa dianugerahi predikat Jayyid Jiddan alias “Sangat Baik” di jenjang tersebut.
(Baca Juga: Hilal, Siswa MI Unggulan Nuris Jember Sukses Tembus Jilid 6 dengan Predikat Memuaskan!)
Kehebatan Ebid nyatanya tidak hanya terbatas pada kelancarannya mengeja dan menyambung huruf hijaiyah saja. Saat masih menimba ilmu di kelas 6C, ia juga dikenal sebagai salah satu siswa yang punya nalar cukup tajam, terutama jika sudah berhadapan dengan pelajaran matematika. Deretan angka dan rumus hitung-hitungan yang sering kali membuat pusing teman-teman sekelasnya justru mampu ia selesaikan dengan sangat apik.
Selain dianugerahi otak yang cerdas, ada satu karakter Ebid yang paling membekas di hati para pahlawan tanpa tanda jasa di madrasah kita. Anak laki-laki ini dikenal memiliki hati yang amat baik dan sangat ringan tangan. Setiap kali bapak atau ibu guru membutuhkan bantuan di kelas, Ebid selalu menjadi orang pertama yang bersedia disuruh dan membantu dengan senyum tulus. Sifat penurut dan kesopanannya inilah yang membuat sosoknya begitu disayangi oleh lingkungan sekitarnya.
Perjalanan Ebid di MI Unggulan Nuris Jember sejatinya adalah sebuah proses bertumbuh yang amat indah untuk disaksikan. Para guru yang mengawalnya sejak ia masih duduk kepayahan di bangku kelas satu hingga akhirnya lulus di kelas enam, sangat mengakui adanya perkembangan yang begitu positif dari tahun ke tahun. Kedewasaannya semakin terbentuk, kecerdasannya kian terasah tajam, dan akhlak luhurnya pun tumbuh menjadi pondasi yang kokoh.
Waktu berjalan dengan begitu senyap, mengiringi langkah Ebid yang kini kian tegap menatap masa depan. Si jago matematika yang suka menolong ini sekarang telah menanggalkan seragam merah putihnya dan resmi merajut petualangan baru sebagai siswa kelas 1 SMP. Kendati raganya tak lagi mondar-mandir di lorong-lorong madrasah ini, kenangan tentang kebaikan hati dan predikat Jayyid Jiddan-nya tetap abadi menjadi cerita yang amat inspiratif.
Menyaksikan mantan anak didiknya tumbuh menjadi sosok yang seimbang dunia dan akhirat, Ustadzah Putri selaku wali kelasnya sewaktu di 6C tentu tak kuasa menahan senyum harunya. Beliau masih sangat mengingat betapa ringannya langkah Ebid setiap kali dimintai tolong di kelas. “Masya Allah, Mas Ebid ini anaknya sangat baik, luar biasa penurut, dan pintar sekali kalau sudah urusan hitung-hitungan. Perkembangannya dari kelas bawah sampai di kelas enam benar-benar terlihat sangat matang,” kenang sang ustadzah.
Lewat momen kenangan manis yang membanggakan ini, Ustadzah Putri menitipkan untaian doa dan pesan yang amat mendalam dari lubuk hatinya. “Pesan Ustadzah untuk Mas Ebid, tolong jadikan predikat Jayyid Jiddan ini sebagai motivasi untuk terus memperindah bacaan Al-Qur’an-mu ya, Nak. Di bangku SMP ini, doa Ustadzah semoga Mas Ebid tambah rajin lagi sekolahnya, makin semangat dan tak kenal lelah dalam menuntut ilmu, serta yang paling utama, semoga kelak Mas Ebid tumbuh menjadi pribadi yang akhlaknya semakin mulia dan menyejukkan hati siapa saja.”
Untaian wejangan indah tersebut juga sengaja beliau bentangkan untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang kini masih berjuang menimba ilmu di madrasah. “Untuk seluruh anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita teladani sikap santun dan ketekunan Mas Ebid. Jadilah anak yang cerdas di berbagai mata pelajaran, tapi jangan pernah lupa untuk selalu ringan tangan membantu guru dan rajin mengaji. Ingatlah, ilmu yang tinggi akan jauh lebih bermakna dan berkah jika dibarengi dengan budi pekerti yang luhur.”
Sekali lagi, selamat yang sebesar-besarnya untuk ananda Ebid atas capaian mengaji yang sangat luar biasa ini. Teruslah tebarkan kebaikan dan asah terus kecerdasanmu di sekolah yang baru, Barakallahu fiik, Nak. [FE.Red]
Nama : Muhammad Abidullail Liridhoillah
Kelas : 6-C
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Fathorasi
Nama Ibu : Zahrotul Wathoniyah
Capaian : Jilid 6
Tanggal Capaian : 13 Juni 2026
