Srikandi Silat Tembus Al-Qur’an! Kebanggaan MI Unggulan Nuris Jember

Dhaniar Sukses Seimbangkan Prestasi Bela Diri dan Syahdunya Mengaji

Pesantren Nuris – Angin segar kebanggaan dari ruang-ruang mengaji tampaknya tak pernah lelah menyapa pelataran madrasah kita. Setelah deretan kisah manis dari para siswa hebat sebelumnya, MI Unggulan Nuris Jember kembali menorehkan tinta emas. Kali ini, ceritanya datang dari sosok yang sangat unik dan inspiratif. Jika biasanya kita mendengar kisah anak yang pendiam atau si jago matematika yang sukses menuntaskan tahapan Al-Qur’an, kini giliran seorang srikandi tangguh penakluk arena silat yang unjuk gigi.

Mari kita tatap sejenak potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar. Di balik bingkai itu, berdiri seorang gadis remaja dengan balutan kerudung putih dan seragam biru yang cerah. Ia tersenyum manis penuh kelembutan ke arah kamera sembari mendekap erat sebuah kitab suci berwarna keemasan di pelukannya. Gadis tangguh namun berwajah teduh ini bernama lengkap Dhaniar Putri Nandhita, yang oleh teman-teman sejawat dan para guru sangat akrab dipanggil Dhaniar.

Berbicara tentang sosok Dhaniar, warga madrasah pasti sudah sangat hafal dengan sepak terjangnya di arena olahraga bela diri. Anak perempuan ini bukanlah siswi sembarangan, melainkan seorang pesilat yang amat tangguh. Ketangguhannya bukan sekadar isapan jempol belaka. Saat ia masih duduk di kelas 5A, Dhaniar sukses menyabet Juara 3 lomba seni tunggal tangan kosong tingkat kabupaten. Kemenangan membanggakan itu ia raih dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Jember The Real Fighter Championship yang diselenggarakan oleh IPSI pada tanggal 17 Agustus 2024 silam di GOR Kaliwates.

(Baca Juga: Bintang Subuh Tembus Al-Qur’an! Kebanggaan Baru MI Unggulan Nuris Jember)

Namun, siapa sangka di balik kepalan tangannya yang kuat dan kuda-kudanya yang kokoh saat memperagakan jurus silat di atas matras, Dhaniar menyimpan kelembutan hati yang luar biasa. Ketegasannya saat bertanding seakan melebur menjadi sebuah ketenangan yang syahdu ketika ia mulai membuka lembaran huruf hijaiyah. Ia membuktikan bahwa disiplin keras yang ia pelajari dari pencak silat mampu ia terapkan dengan sangat indah saat menuntut ilmu agama.

Konsistensi dan kesabaran Dhaniar dalam merawat bacaan suci tersebut akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat istimewa. Tepat pada tanggal 30 Mei 2026, sebuah catatan emas terukir abadi di lembaran sejarah belajarnya. Pada pertengahan tahun itu, Dhaniar yang masih berstatus sebagai siswi kelas 6A, secara resmi dinyatakan berhasil menembus tahap Al-Qur’an. Sebuah capaian puncak di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang senantiasa membutuhkan ketelitian tajwid dan ketekunan tingkat tinggi.

Berhasil merengkuh jenjang tertinggi Al-Qur’an di penghujung masa sekolahnya di madrasah ibtidaiyah tentu menjadi kado pencapaian yang teramat berharga. Waktu pun berlalu dengan senyap, mengiringi langkah Dhaniar yang kini kian beranjak remaja. Si pesilat sabuk kebanggaan ini sekarang telah menanggalkan seragam madrasah ibtidaiyahnya dan resmi merajut petualangan baru sebagai siswi kelas 1 SMP. Walau raganya tak lagi berlatih atau mengaji di lorong sekolah kita, rekam jejak prestasinya tetap utuh menjadi cerita yang selalu menginspirasi.

Mengetahui mantan anak didiknya ini sukses menyeimbangkan kerasnya arena silat dengan syahdunya lantunan ayat suci, Ustadzah Anisa tentu tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Sebagai sosok wali kelas yang setia mendampingi Dhaniar sewaktu di kelas 6A, beliau sangat mengerti bagaimana perjuangan siswinya itu. Lelahnya Dhaniar usai berlatih fisik tak pernah ia jadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban mengajinya, sebuah dedikasi yang membuat sang ustadzah amat bersyukur dan bangga luar biasa.

Melalui kenangan manis di momen pencapaian TPA ini, Ustadzah Anisa menitipkan pesan rindu dan untaian doa yang amat menyentuh hati. “Masya Allah, Mbak Dhaniar. Ustadzah selalu takjub melihat bagaimana tangan yang kuat dan lincah di arena silat itu bisa begitu lembut dan penuh adab saat memegang Al-Qur’an. Pesan Ustadzah untuk Mbak Dhaniar di bangku SMP, tetaplah menjadi srikandi yang tangguh namun senantiasa rendah hati. Jadikan Al-Qur’an sebagai tameng utamamu di kehidupan. Semoga Mbak Dhaniar terus berprestasi, menjadi remaja yang shalihah, senantiasa berbakti pada orang tua, dan semua doa baikmu diijabah oleh Allah.”

Untaian wejangan sarat makna dari Ustadzah Anisa itu juga sengaja beliau luaskan untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih merajut asa di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah Mbak Dhaniar ini sebagai bukti nyata. Kalian boleh punya hobi olahraga apa saja, boleh tangguh di bidang bela diri apa pun, tapi jangan pernah lupakan kelembutan hati untuk terus mengaji. Jadilah generasi pemenang yang fisiknya tangguh, akalnya cerdas, dan hatinya senantiasa tertaut pada Al-Qur’an.”

Sekali lagi, selamat untuk Dhaniar atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah diraih dengan penuh dedikasi dan kerja keras ini. Teruslah kepakkan sayap prestasimu di kancah silat dan jadilah bintang Qur’ani yang bersinar terang di sekolah yang baru! Barakallah, Nak. [FE.Red]

 

Nama : Dhaniar Putri Nandhita

Kelas : 6-A 

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Nama Ayah : Arifky Rohman Dani

Nama Ibu : Viva Arin Nur Azizah

Capaian : Al-Qur’an

Tanggal : 30 Mei 2026

Related Post