Tak Banyak Bicara, Zailani Bawa Pulang Medali Perunggu Nasional
Pesantren Nuris – Nama Ahmad Zailani Muti’ilah mungkin tidak selalu terdengar dalam riuh kegiatan sekolah. Siswa kelas X TO SMK Nuris Jember asal Loa Kulu, Kutai Kartanegara, itu dikenal sebagai sosok yang pendiam dan lebih banyak menunjukkan dirinya melalui tindakan. Namun, di balik sikap tenangnya, Zailani berhasil mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih medali perunggu olimpiade bidang Sejarah dalam ajang OSPENAS yang diselenggarakan oleh Puskanas pada Mei 2026 lalu.
Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Zailani yang baru duduk di kelas X. Ia harus menghadapi peserta dari berbagai daerah dalam kompetisi yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan menghafal nama tokoh, tahun, dan rangkaian peristiwa.
Bagi Zailani, memahami sejarah berarti mengetahui hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Karena itu, dalam persiapannya ia tidak hanya membaca materi, tetapi juga berusaha memahami alur dan latar belakang dari peristiwa yang dipelajari.
(Baca juga : Ilham Uji Logika Informatika di OSPENAS, Perunggu Nasional Jadi Catatan Prestasi SMK Nuris Jember)
Ia memperbanyak latihan soal untuk mengenali pola pertanyaan. Ketika menemukan jawaban yang keliru, Zailani kembali membuka materi dan mencari bagian yang membuatnya salah memahami persoalan.
Cara belajar tersebut kemudian dibawanya ketika menghadapi OSPENAS. Dalam kompetisi, ia berusaha membaca soal secara perlahan dan teliti sebelum menentukan jawaban. Sikap tenang menjadi salah satu modalnya ketika menemukan pertanyaan yang cukup sulit.
Zailani menyadari bahwa dalam kompetisi nasional, setiap peserta memiliki persiapan masing-masing. Karena itu, ia memilih berkonsentrasi pada pengerjaannya sendiri dan tidak terlalu memikirkan hasil sebelum seluruh soal selesai dikerjakan.
Hasilnya, kerja keras tersebut berbuah medali perunggu Sejarah tingkat nasional. Bagi Zailani, pencapaian itu menjadi pengalaman yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan gambaran tentang kemampuan yang masih perlu dikembangkan.
“Saya senang bisa mendapatkan medali. Tapi setelah mengikuti lomba, saya juga sadar masih banyak materi sejarah yang belum saya pahami. Jadi, saya ingin menjadikan hasil ini sebagai pengalaman untuk belajar lebih baik lagi,” katanya.
Di lingkungan SMK Nuris Jember, Zailani dikenal sebagai siswa yang rajin dan santun kepada guru. Karakternya yang pendiam membuat ia tidak banyak menjadi pusat perhatian dalam keseharian. Meski demikian, sikap tenang tersebut tidak menghalanginya untuk menunjukkan kemampuan ketika mendapat kesempatan.
Bagi Zailani, menjadi pendiam bukan berarti tidak memiliki target. Ia lebih memilih menyimpan proses belajarnya dan membiarkan hasil yang berbicara.
Raihan medali perunggu OSPENAS juga menjadi catatan menarik karena Zailani merupakan siswa Teknik Otomotif (TO). Prestasinya di bidang Sejarah menunjukkan bahwa minat dan kemampuan akademik seorang siswa tidak selalu harus terbatas pada bidang kejuruan yang dipelajari.
Dari Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Zailani membawa namanya ke panggung kompetisi nasional. Medali perunggu OSPENAS menjadi bukti bahwa di balik sosok yang tenang dan tidak banyak bicara, terdapat ketekunan yang mampu menghasilkan prestasi. (MFAF.Red)
Nama : Ahmad Zailani Muti’ilah
Alamat : Loa Kulu, Kutai Kartanegara
Hobi : membaca
Cita-cita : guru atau dosen
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Peraih Medali Perunggu pada Olimpiade Bidang Sejarah dalam Ajang OSPENAS Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Puskanas (Mei 2026)
Riwayat Prestasi :
- Peraih Medali Perunggu pada Olimpiade Bidang Bahasa Indonesia dalam Ajang KSN Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Puskanas (April 2026)
- Peraih Medali Perunggu pada Olimpiade Bidang Bahasa Indonesia dalam Ajang OSPENAS Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Puskanas (Mei 2026)
