Bukan Sekadar Jago Urusan Komputer, Ihsan Khatamkan 3 Kitab Kuning Selama Belajar di SMK Nuris Jember

Dari Krajan Jenggawah, Ihsan Menorehkan Kisahnya Sendiri di Nuris

Pesantren Nuris – Di balik sosok yang cenderung pendiam, Muhammad Khoirul Ihsan menyimpan semangat belajar yang konsisten. Siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember asal Krajan, Jenggawah, Jember, tersebut berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning dalam kegiatan Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 pada April 2026 lalu.

Tiga kitab yang berhasil dituntaskan Ihsan meliputi 101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah. Ketiganya menjadi bagian dari pembelajaran keagamaan yang dijalani selama berada di lingkungan pesantren. Keberhasilan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Ihsan karena proses untuk sampai pada tahap khatam membutuhkan ketekunan dan konsistensi.

Di sekolah, Ihsan dikenal memiliki kemampuan akademik yang menonjol, khususnya dalam mata pelajaran produktif TKJ. Bidang produktif menjadi salah satu bagian utama pendidikan kejuruan karena siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dituntut mampu menerapkannya melalui praktik.

Materi produktif TKJ membutuhkan ketelitian, konsentrasi, dan pola pikir yang sistematis. Siswa harus mampu memahami berbagai perangkat dan sistem jaringan serta mengikuti langkah kerja dengan tepat. Kemampuan Ihsan dalam mengikuti pembelajaran produktif menjadi salah satu potensi yang terus ia kembangkan selama menempuh pendidikan di SMK Nuris Jember.

(Baca juga : Pendiam tapi Konsisten! Fakhriyal, Siswa Jurusan TKJ SMK Nuris Jember Khatam Tiga Kitab Kuning)

Menariknya, kesibukan mempelajari teknologi komputer dan jaringan tidak membuat Ihsan mengesampingkan kegiatan mengaji. Ia berusaha membagi waktu dengan disiplin agar kegiatan belajar di sekolah dan pengajian tetap berjalan. Karakternya yang pendiam justru membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan menyelesaikan tanggung jawab tanpa banyak mencari perhatian.

Menurut Ihsan, cara belajar yang teratur menjadi salah satu hal penting untuk menjaga konsistensi. Ia berusaha memahami materi secara bertahap dan mengulang kembali pelajaran yang belum dipahami. Cara tersebut diterapkan baik ketika belajar mata pelajaran produktif maupun saat mengikuti pengajian.

“Biasanya saya belajar sedikit demi sedikit dan berusaha mengulang materi supaya lebih mudah dipahami. Saya juga membagi waktu antara belajar di sekolah, mengaji, dan istirahat. Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mengkhatamkan tiga kitab dan mengikuti wisuda. Saya berterima kasih kepada para kiai, ustaz, guru, dan orang tua yang sudah membimbing, mendoakan, serta mendukung saya selama belajar,” ungkap Ihsan.

Tiga kitab yang dikhatamkan Ihsan memiliki fokus pembelajaran yang saling melengkapi. 101 Hadis memberikan pemahaman mengenai hadis dan tuntunan Nabi Muhammad saw. Ta’lim Muta’allim membahas adab dan etika dalam menuntut ilmu, sedangkan Safinatunnajah menjadi salah satu kitab dasar dalam pembelajaran fikih.

Selain kemampuan akademiknya, Ihsan juga dikenal sebagai siswa yang takzim kepada guru dan memiliki sopan santun. Sikap tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam berinteraksi dengan pendidik maupun teman. Ia juga dikenal disiplin dalam menjalankan kewajiban sebagai pelajar.

Khatam tiga kitab menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan pendidikan Ihsan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknologi. Di SMK Nuris Jember, ia berusaha menyeimbangkan kompetensi TKJ dengan ilmu agama, sekaligus menjaga kedisiplinan dan adab sebagai bagian dari bekal menghadapi masa depan. (MFAF.Red)

 

Nama : Muhammad Khoirul Ihsan

Kelas : XII TKJ

Alamat : Krajan, Jenggawah, Jember

Hobi : membaca novel

Cita-cita : ahli teknologi

Lembaga : SMK Nuris Jember

Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)

Related Post