Dari Minat pada Kehidupan Masyarakat ke Podium Nasional
Pesantren Nuris — Bagi Khansa Winola Bianca, yang akrab disapa Bianca, mengikuti olimpiade bukan sekadar tentang mendapatkan medali. Ada tujuan lain yang ingin ia capai, yaitu memperluas pemahaman sekaligus mengukur kemampuannya dalam menghadapi soal-soal Sosiologi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Siswi kelas XII-A MA Unggulan Nuris Jember asal Sucopangepok, Jelbuk, Jember, tersebut berhasil membawa pulang Medali Perunggu dalam Olimpiade Sosiologi pada ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI) yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS, Minggu, 2 Agustus 2026.
Keikutsertaan Bianca dalam kompetisi tersebut berangkat dari ketertarikannya terhadap Sosiologi. Ia ingin mengetahui lebih jauh karakter soal Sosiologi yang kemungkinan dapat menjadi salah satu bekal dalam menghadapi TKA. Di sisi lain, Bianca memang memiliki ketertarikan untuk mendalami berbagai pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan dan persoalan di tengah masyarakat.
“Alasan saya ikut lomba karena ingin mengetahui lebih terkait soal Sosiologi untuk persiapan mapel pendukung TKA. Selain itu, saya juga sangat suka mendalami pelajaran yang berkaitan dengan kemasyarakatan,” ungkap Bianca.
Untuk mempersiapkan diri, Bianca memilih cara yang cukup sederhana tetapi konsisten. Ia membaca kembali materi dan mengerjakan berbagai soal latihan yang tersedia di buku Sosiologi. Baginya, latihan menjadi cara untuk membiasakan diri menghadapi beragam bentuk pertanyaan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap materi.
(Baca Juga: Curi Start Hadapi TKA, Naila Raih Medali Sosiologi Nasional untuk MA Unggulan Nuris Jember)
Menariknya, Bianca mengaku tidak menemukan kesulitan berarti selama mengikuti kompetisi. Ia justru menikmati proses mengerjakan soal dengan tenang dan sepenuh hati.
“Saya merasa tidak ada kesulitan karena dalam mengerjakannya saya sangat tulus,” tuturnya.
Medali Perunggu yang diraih Bianca menjadi hasil dari proses belajar yang ia jalani. Lebih dari sekadar pencapaian, pengalaman tersebut juga memberinya gambaran tentang kemampuan yang perlu terus ia kembangkan sebelum menghadapi TKA.
Bagi Bianca, hasil ini menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan target berikutnya. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi Sosiologi dapat membantunya menghadapi soal-soal TKA dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil yang maksimal.
“Semoga saya mendapatkan nilai sempurna di TKA nanti. Amin,” harapnya.
Di luar aktivitas akademik, Bianca juga memiliki hobi membaca dan berenang. Kegemarannya membaca menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung proses belajarnya, terutama ketika ia perlu memperluas wawasan dan memahami materi dari berbagai sudut pandang.
Ke depan, Bianca memiliki cita-cita menjadi pengusaha muda sekaligus investor. Dua impian tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya ingin mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun wawasan dan kemandirian untuk menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan.
Atas prestasi yang diraihnya, Bianca mengaku merasa bangga dan bahagia. Medali Perunggu dari ajang nasional tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa proses belajar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
Bianca membuktikan bahwa sebuah kompetisi dapat menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan. Baginya, setiap soal yang dikerjakan adalah bagian dari proses belajar, setiap pengalaman adalah bekal, dan setiap pencapaian menjadi langkah kecil menuju target yang lebih besar. [LA.Red]
Nama : Khansa Winola Bianca
Hobi : Membaca dan berenang
Cita2 : Pengusaha muda sekaligus investor
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Medali Perunggu dalam Olimpiade Sosiologi pada ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI) oleh PUSKASNAS
