Dari Latihan ke Olimpiade Nasional, Muhammad Yusuf Maulana Bawa Medali Perak Matematika untuk SMA Nuris Jember

Ketekunan Mengasah Kemampuan Berhitung Mengantarkan Siswa XI MIPA 1 Brainy Class Meraih Prestasi Nasional 

Pesantren Nuris – Rasa bahagia masih dirasakan Muhammad Yusuf Maulana setelah namanya tercatat sebagai peraih Medali Perak Olimpiade Matematika “Airlangga Competition 20”. Siswa yang akrab disapa Yusuf tersebut berhasil meraih prestasi dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Global Youth Competition Indonesia (GYCI) pada Minggu, 13 Agustus 2026.

Bagi Yusuf, kompetisi bukan hanya tentang mengejar hasil akhir. Setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, menguji kemampuan, sekaligus mempersiapkan langkah menuju pendidikan tinggi. Ia berharap prestasi yang dikumpulkan dapat menjadi bekal untuk mencari peluang beasiswa dan membantu mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan ke universitas yang dituju.

“Saya mengikuti lomba untuk menambah pengalaman dan mencari beasiswa ke universitas agar lebih mudah dalam melanjutkan kuliah. Selain itu, saya juga ingin membanggakan orang tua,” ungkap Yusuf.

Siswa asal Kaliurang, Sumbersari, Jember, itu memang memiliki ketertarikan pada dunia hitung-menghitung. Kecenderungan tersebut terus ia kembangkan melalui pembelajaran dan ekstrakurikuler Olimpiade Matematika. Di luar kegiatan tersebut, Yusuf juga mengikuti ekstrakurikuler broadcasting yang memberinya pengalaman di bidang berbeda.

(Baca juga: Nadia Muchtar Persembahkan Medali Perak Ekonomi, Siswi SMA Nuris Jember Kembali Bersinar di Airlangga Competition 20)

Perjalanan Yusuf dalam kompetisi matematika juga bukan kali pertama. Sebelumnya, ia juga pernah meraih prestasi yang sama dalam olimpiade Matematika baik internal maupun nasional. Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Yusuf dalam mematangkan kemampuan. Namun, ia mengakui perjalanan belajar tidak selalu berjalan mulus. Rasa malas, keterbatasan perangkat yang dapat digunakan untuk belajar, serta lingkungan pertemanan yang terkadang kurang mendukung menjadi beberapa tantangan yang harus dihadapinya. Kondisi sebagai santri juga membuatnya perlu mengatur penggunaan perangkat dengan baik.

Di tengah keterbatasan itu, Yusuf bersyukur mendapat dukungan dari guru dan tentor ekstrakurikuler Olimpiade Matematika. Dukungan tersebut membuatnya tetap memiliki ruang untuk belajar dan berlatih secara terarah.

“Kadang saya merasa malas dan ada juga keterbatasan perangkat yang bisa digunakan. Namun, saya bersyukur mendapat guru dan tentor yang mendukung, sehingga saya tetap bisa belajar dan berlatih,” tuturnya.

Menjelang perlombaan, Yusuf berusaha belajar dengan sungguh-sungguh. Ia juga berusaha menggunakan perangkat secara bertanggung jawab ketika mendapat kesempatan untuk menggunakannya. Selain usaha tersebut, doa dan restu orang tua menjadi bagian yang tidak ia tinggalkan dalam persiapannya. Semangat Yusuf pun banyak tumbuh dari orang-orang terdekat. Pujian dan dukungan dari orang tua, teman, serta orang-orang yang ia sayangi menjadi sumber motivasi yang membuatnya terus berusaha.

“Semangat dan pujian dari orang tua, teman, dan orang yang saya sayang adalah motivasi terbesar saya,” katanya.

Yusuf sebelumnya juga menempuh pendidikan di SMP Nuris Jember sebelum melanjutkan ke SMA Nuris Jember. Kedua lembaga pendidikan tersebut berada di bawah naungan Pesantren Nuris Jember. Kini sebagai siswa kelas XI MIPA 1 Brainy Class, ia masih memiliki waktu untuk terus mengembangkan kemampuannya sebelum menentukan langkah berikutnya.

Cita-cita Yusuf pun cukup jelas. Ia ingin menjadi PNS atau dosen dan berharap dapat melanjutkan pendidikan ke universitas yang diinginkan. Lebih jauh, ia ingin memperbanyak prestasi di bidang matematika sekaligus meraih cita-cita dan berbagai harapan yang telah disiapkan.

“Saya berharap bisa meraih lebih banyak kemenangan di lomba matematika, masuk ke universitas yang saya inginkan, serta mencapai cita-cita dan harapan saya yang lain,” ujarnya.

Bagi Yusuf, pengalaman mengikuti kompetisi juga meninggalkan kesan positif. Ia merasa senang dan bahagia karena dapat kembali memperoleh kesempatan berkompetisi. Ia pun berharap SMA Nuris Jember dapat menghadirkan lebih banyak ajang perlombaan sehingga siswa memiliki semakin banyak ruang untuk memperoleh pengalaman.

“Semoga lomba di SMA Nuris Jember bisa lebih banyak lagi agar kami semakin menambah pengalaman dan semoga bisa menang,” pesannya.

Perjalanan Yusuf menunjukkan bahwa prestasi dapat dibangun melalui proses yang bertahap. Bagi siswa-siswi SMA Nuris Jember, semangat untuk terus belajar, memanfaatkan dukungan guru dan tentor, serta berani mengikuti kompetisi dapat menjadi langkah untuk mengembangkan potensi masing-masing. [ANF.Red]

 

Nama : Muhammad Yusuf Maulana

Alamat : Kaliurang, Sumbersari, Jember

Hobi : Menghitung

Cita-cita : PNS atau Dosen

Kelas : XI MIPA 1 Brainy Class

Lembaga : SMA Nuris Jember

Prestasi : Medali Perak Olimpiade Matematika “Airlangga Competition 20” yang diselenggarakan oleh Global Youth Competition Indonesia (GYCI), Minggu, 13 Agustus 2026

Riwayat Prestasi : 

  1. Juara 1 Olimpiade Matematika dalam Lomba Internal Tahun Pelajaran 2025/2026
  2. Medali Perunggu Olimpiade Matematika “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia, 19 April 2026
  3. Medali Perak Olimpiade Matematika “Kejuaraan Sains Nasional” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional, 26 April 2026
Related Post