Tekuni Teori dan Latihan Soal, Siswi XII IPS 2 SMA Nuris Jember Kembali Tunjukkan Kemampuan di Kompetisi Nasional
Pesantren Nuris – Prestasi tidak selalu lahir dari persiapan yang sempurna. Terkadang, langkah pertama justru dimulai dari keinginan sederhana untuk menguji kemampuan diri. Hal itulah yang kembali dilakukan Aisyah Risky Maylidya, siswi SMA Nuris Jember asal Situbondo, melalui kompetisi Sosiologi tingkat nasional. Aisyah berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Sosiologi “KSPI (Kompetisi Sains Pelajar Indonesia)” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Puskanas (Pusat Kejuaraan Sains Nasional) pada 26 Juli 2026. Saat mengikuti kompetisi tersebut, Aisyah duduk di kelas XII IPS 2 SMA Nuris Jember.
Keikutsertaan Aisyah dalam kompetisi bukan sekadar untuk mengejar sebuah medali. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah dimilikinya sekaligus menemukan bagian-bagian yang masih perlu dikembangkan. Baginya, mengikuti perlombaan menjadi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman baru.
“Saya mengikuti lomba karena ingin mengetahui kemampuan diri saya sudah sampai sejauh mana dan apa saja yang masih perlu dikembangkan. Kalau mendapat juara, tentu saya juga ingin memberikan kebahagiaan kecil untuk orang tua,” ujar Aisyah.
Untuk menghadapi kompetisi, Aisyah memanfaatkan waktu persiapan dengan mempelajari kembali berbagai teori Sosiologi serta mengerjakan latihan soal. Ia menyadari bahwa pemahaman materi saja belum cukup tanpa membiasakan diri menghadapi beragam bentuk soal. Karena itu, latihan menjadi bagian dari persiapannya sebelum mengikuti perlombaan.
Kesibukan sebagai siswi kelas akhir juga menjadi tantangan tersendiri. Aisyah harus mampu membagi waktu antara kegiatan sekolah, belajar, dan persiapan kompetisi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba. Ia berusaha menggunakan waktu yang tersedia untuk tetap belajar dan mempersiapkan diri.
(Baca juga: Dari Latihan ke Olimpiade Nasional, Muhammad Yusuf Maulana Bawa Medali Perak Matematika untuk SMA Nuris Jember)
Selain dorongan dari dalam diri, semangat Aisyah juga tumbuh ketika melihat teman-temannya berhasil meraih prestasi. Pencapaian orang lain justru membuatnya terdorong untuk mencoba dan membuktikan bahwa dirinya juga dapat berkembang melalui proses yang sama.
“Ketika melihat teman-teman mendapatkan juara, saya jadi terpacu untuk mencoba. Saya berpikir, apakah saya juga bisa seperti mereka? Dari situ saya menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan berusaha,” tuturnya.
Perjalanan Aisyah di bidang kompetisi Sosiologi sebelumnya juga telah membuahkan prestasi. Ia pernah meraih Medali Perunggu Olimpiade Sosiologi “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia pada 19 April 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memperkuat keberaniannya untuk kembali mengikuti kompetisi. Dua pengalaman tersebut membuat Aisyah semakin memahami bahwa setiap perlombaan tidak hanya berbicara tentang hasil akhir. Ada proses belajar, latihan, keberanian mencoba, hingga kemampuan mengevaluasi diri yang ikut terbentuk di dalamnya.
Bagi Aisyah, keberhasilan meraih medali perunggu pada kompetisi kali ini menghadirkan perasaan bahagia sekaligus bangga. Ia merasa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan selama persiapan dapat menghasilkan sesuatu yang berarti.
“Saya merasa senang dan cukup bangga karena bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya juga mampu meraih prestasi,” katanya.
Putri dari Bapak Sugihartono dan Ibu Sures Miati itu kini memiliki harapan untuk terus berkembang dan mendapatkan hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya. Dengan cita-cita menjadi gubernur, Aisyah ingin menjadikan pengalaman berkompetisi sebagai salah satu bagian dari perjalanan untuk mempersiapkan masa depannya.
“Semoga ke depannya saya bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi dan terus berkembang untuk mencapai cita-cita yang saya inginkan,” harapnya.
Perjalanan Aisyah menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba dapat menjadi pintu bagi siswa untuk mengenali kemampuan dirinya. Bagi siswa-siswi SMA Nuris Jember, semangat tersebut dapat menjadi dorongan untuk tidak ragu mengikuti kompetisi, terus belajar, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk berkembang. Sebab, sebuah prestasi dapat berawal dari satu langkah sederhana: berani mencoba dan mau terus belajar. [ANF.Red]
Nama : Aisyah Risky Maylidya
Alamat : Situbondo
Cita-Cita : Gubernur
Kelas : XII IPS 2
Lembaga : SMA Nuris Jember
Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade Sosiologi “KSPI (Kompetisi Sains Pelajar Indonesia)” Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Puskanas (Pusat Kejuaraan Sains Nasional), 26 Juli 2026
Riwayat Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade Sosiologi “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia (19 April 2026)
