Rita meraih Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran dalam KSPI 2026 setelah belajar mandiri melalui buku Biologi dan berbagai sumber informasi
Pesantren Nuris — Tidak selalu harus berasal dari jurusan sains untuk berani menantang diri di bidang kesehatan. Rita Najwa Afifah Mahfudzah membuktikannya. Siswi kelas XII-A MA Unggulan Nuris Jember ini berani mengikuti Olimpiade Kedokteran meski di kelasnya tidak mendapatkan pelajaran khusus tentang bidang tersebut.
Najwa, sapaan akrabnya, berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran dalam ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Keikutsertaan Najwa bermula dari keinginannya untuk menambah wawasan tentang ilmu kesehatan. Bukan sekadar mengejar medali, ia ingin mengenal lebih jauh bidang yang juga berkaitan dengan cita-citanya sebagai calon tenaga kesehatan.
Namun, ada tantangan yang cukup besar dalam prosesnya. Najwa mengaku kesulitan mengerjakan sejumlah soal karena materi yang diujikan tidak menjadi bagian dari pelajaran yang ia dapatkan di sekolah. Sebagai siswi dari jurusan keagamaan, ia harus mempelajari banyak hal secara mandiri.
Situasi tersebut justru membuat pengalaman mengikuti lomba menjadi semakin menarik. Najwa harus memulai dari materi yang belum begitu familiar, kemudian perlahan membangun pemahamannya melalui proses belajar.
Ia memanfaatkan buku Biologi yang dimiliki dan mencari berbagai informasi tambahan melalui internet. Belajar dilakukan sedikit demi sedikit agar materi yang baru dikenalnya dapat dipahami dengan lebih baik.
(Baca Juga: Dari Hobi Main Bola ke Podium Juara, Farouq Bawa MA Unggulan Nuris Jember Juara 1 Futsal)
Tidak ada proses instan. Ada soal yang terasa sulit, ada materi yang belum dikuasai, tetapi Najwa memilih untuk terus mencoba.
“Teruslah belajar. Jangan sampai kita merasa ketinggalan sebelum belajar,” menjadi motivasi yang ia pegang selama mengikuti proses tersebut.
Kalimat itu pula yang menggambarkan keberaniannya mengambil kesempatan di luar bidang pembelajaran yang selama ini dijalani. Najwa tidak menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mencoba. Ia justru menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk belajar dan mengukur kemampuan diri.
Hasilnya cukup membanggakan. Najwa berhasil meraih Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran KSPI 2026 tingkat nasional.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Najwa. Ia mengaku senang sekaligus semakin bersemangat untuk terus belajar.
Bagi Najwa, medali bukanlah garis akhir. Ia justru ingin menjadikan pengalaman ini sebagai pengingat bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang ketika berani mencoba.
“Terus belajar. Jangan merasa kamu tidak bisa sebelum berusaha,” pesannya.
Pesan tersebut terasa relevan dengan perjalanan yang ia lalui. Berawal dari materi yang belum familiar, Najwa mencoba memahami sedikit demi sedikit. Dari rasa kesulitan, muncul kemauan untuk mencari tahu. Hingga akhirnya, usaha tersebut mengantarkannya ke podium kompetisi tingkat nasional.
Menariknya, prestasi ini juga memiliki kaitan erat dengan cita-cita Najwa. Ia ingin menjadi seorang perawat. Karena itu, wawasan tentang kesehatan yang diperoleh melalui kompetisi menjadi pengalaman tambahan yang berharga untuk perjalanan pendidikannya.
Di lingkungan madrasah, Najwa juga aktif mengikuti ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan tersebut menjadi ruang baginya untuk mengenal lebih dekat berbagai hal yang berkaitan dengan kepedulian dan kesehatan.
Di luar aktivitas akademik, Najwa memiliki hobi memasak. Kesehariannya pun diisi dengan berbagai kegiatan sebagai seorang siswi kelas XII yang tengah mempersiapkan masa depan.
Harapan Najwa sederhana, tetapi penuh arah. Ia ingin terus belajar dan suatu hari dapat mencapai cita-citanya menjadi tenaga kesehatan, khususnya perawat.
Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran KSPI 2026 akhirnya menjadi salah satu catatan prestasi penting dalam perjalanan Najwa di MA Unggulan Nuris Jember. Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini menunjukkan bahwa latar belakang jurusan bukan alasan untuk membatasi diri dalam mencoba hal baru.
Najwa memilih untuk keluar dari zona nyaman. Ia belajar dari buku, mencari informasi secara mandiri, menghadapi soal yang belum familiar, lalu membuktikan hasilnya melalui sebuah medali. Sebab terkadang, kesempatan untuk berkembang justru datang ketika kita berani melangkah ke wilayah yang sebelumnya belum pernah kita kenal. [LA.Red]
Nama : Rita Najwa Afifah Mahfudzah
Hobi : Memasak
Cita2 : Perawat
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran dalam ajang Kompetisi Sains Pelajar Indonesia (KSPI) 2026 tingkat nasional oleh PUSKASNAS
