Mantul, Rafa Tinggalkan Jejak Prestasi Olimpiade Fikih Nasional di UIN Sunan Gunung Jati Bandung

Dikenal sebagai Santri yang Penuh Eksplorasi, Jawara Literasi hingga Olimpiade Nasional

Pesantren Nuris – Moch. Rafa Alfayyaz merupakan santri yang penuh eksplorasi. Betapa tidak, bukan hanya karena kecerdasannya belajar hingga kuasai nazam Alfiyah ibnu Malik dan membaca kitab kuning, tetapi kemampuannya meraih prestasi gemilang lintas keilmuan mulai dari karya tulis ilmiah hingga olimpiade fikih nasional.

Tepat pada 16 Mei 2026 lalu, santri yang kini duduk di kelas XI A MA Unggulan Nuris ini berhasil menorehkan medali perunggu olimpiade fikih tingkat nasional pada ajang OMAPSI X yang diselenggarakan oleh Olimnus X Dema FDK UIN Sunan Gunung Jati, Bandung.

Prestasi ini diraihnya saat masih kelas X A. Ini menjadi catatan tambahan prestasinya sepanjang tahun ajaran 2025/2026 lalu dengan lintas mata pelajaran yang berbeda. Sebelum meraih medali di Bandung, ia sebelumnya juga telah meraih medali perak olimpiade PAI pada ajang Cendekia Islamic Competition pada Maret 2026 lalu.

(baca juga: Vidic Menyala, Jaminan Piala, Kembali Banggakan Lewat Story Telling di Universitas NU Sidoarjo)

Tak berhenti di situ, ia juga berhasil menorehkan tintas emas lewat gagasan moderasi beragama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Provinsi Jawa Timur di UIN KH. Achmad Siddiq (KHAS) Jember sebagai pemenang ketiga pada Juni 2026. Bahkan saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kementerian Agama RI yang kabarnya akan dilaksanakan bulan September 2026 ini.

Sebagai santri yang penuh semangat, sebelumnya, Rafa, sapaan akrabnya berhasil memenangi ajang internal pesantren di bidang membaca kitab dan hafalan nazam. Sedari bangku MTs Unggulan Nuris, ia memang selalu menguji kompetensi diri melalui berbagai kompetisi.

“Setelah dari MTs, saya memang yakin untuk melanjutkan ke MA Unggulan Nuris. Kelas unggulan kitab kuning menjadi pilihan saya pada jurusan Program Keagamaan atau PK. Saya sangat suka belajar ilmu agama meski dalam lomba saya kadang mencoba mapel lain seperti Geografi atau sosiologi.” Tukas Rafa.

(baca juga: Raih Piala MQK Fathul Qorib Tingkat Nasional di Serang Jawa Tengah, Santri MA Unggulan Nuris Membanggakan)

“Alhamdulillah yang pasti selalu bersyukur kepada Allah atas kesempatan ini meski saya masih penasaran dengan medali emas. Akan tetapi, saya akan terus berusaha semaksimalkan mungkin, masih banyak kesempatan agar lebih semangat, lebih baik dalam belajar semoga kelak bisa meraih banyak prestasi lainnya.” imbuhnya.

Bukan hanya secara akdemik, Rafa yang memang berada di kelas unggulan kitab kuning, ia juga dikenal aktif dalam kegiatan jurnalistik dan broadcasting. Baginya energi generasi muda yang penuh sayang jika hanya disimpan dan membeku. Ia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menempa diri agar memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan.

Belajar di MA Unggulan Nuris yang super ketat juga menjadi atmosfer belajar yang mendukung talenta Rafa. Baginya, lembaga pendidikan yang memfasiltasi bakat minat siswa menjadi kunci agar menumbuhkan semangat belajar siswa sehingga percaya diri dalam persaingan yang positif dan berprestasi.

“Saya bangga menjadi bagian MA Unggulan Nuris, sejak MTs di Nuris saya tetap di sini karena para guru dan sarananya mendukung harapan dan cita-cita saya. Saya berharap dapat terus meningkatkan bakat saya dan terus berjuanga membanggakan kedua oran tua di rumah.” Tambah pelajar yang sudah menghafal 725 bait Alfiyah ini.[AF.Red]

Related Post