Dari Belajar hingga Podium Nasional, Dinda J Ukir Prestasi di Olimpiade Biologi
Pesantren Nuris — Berani mencoba, berani belajar, dan berani menghadapi tantangan. Semangat itulah yang membawa Fakhirah Dinda Julyana atau yang akrab disapa Dinda J, siswa kelas XI-F MA Unggulan Nuris Jember, meraih prestasi di tingkat nasional.
Dinda berhasil meraih Medali Perunggu dalam Olimpiade Biologi KSPI (Kompetisi Sains Pelajar Indonesia) yang diselenggarakan oleh PUSKASNAS pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Keikutsertaan Dinda dalam kompetisi ini berawal dari keinginannya untuk menambah pengalaman. Ia ingin merasakan langsung atmosfer kompetisi sekaligus menguji kemampuan yang selama ini dipelajari di bangku madrasah. Baginya, mengikuti lomba bukan hanya tentang mendapatkan medali, tetapi juga tentang mendapatkan pengalaman baru yang bisa menjadi bekal untuk berkembang.
“Perlu runtuh untuk tumbuh,” menjadi kalimat yang dipilih Dinda sebagai motivasi. Kalimat tersebut menggambarkan caranya memandang proses belajar. Ketika menemui kesulitan, bukan berarti harus berhenti. Justru dari kesulitan itulah seseorang dapat belajar, memperbaiki kekurangan, dan tumbuh menjadi lebih baik.
(Baca Juga : Dari Rasa Ingin Tahu ke Medali Perak Nasional, Nazia Ukir Prestasi Kedokteran untuk MA Unggulan Nuris Jember)
Dalam menghadapi kompetisi, Dinda mempersiapkan diri dengan belajar. Ia berusaha memahami materi Biologi yang akan diujikan dan memantapkan pemahamannya sebelum lomba dimulai. Namun, saat berhadapan dengan soal-soal kompetisi, tetap ada tantangan yang harus dilewati.
Dinda mengaku beberapa soal sedikit sulit untuk dipahami. Situasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri baginya. Ia belajar bahwa kompetisi membutuhkan lebih dari sekadar hafalan, tetapi juga ketelitian, pemahaman, dan kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi soal yang tidak mudah.
Bidang Biologi sendiri bukan hal yang asing bagi Dinda. Ia aktif mengikuti ekstrakurikuler Biologi di MA Unggulan Nuris Jember. Ketertarikannya pada bidang tersebut juga sejalan dengan salah satu cita-citanya, yaitu menjadi dokter.
Tidak berhenti di sana, Dinda juga memiliki mimpi besar lainnya. Ia ingin menjadi CEO yang sukses dan kaya raya. Dua impian tersebut menjadi dorongan baginya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan sejak sekarang.
Di luar kegiatan akademik, Dinda memiliki hobi menyanyi. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara baginya menikmati waktu di tengah kesibukan sebagai pelajar yang juga aktif mengembangkan potensi dan mengikuti berbagai kegiatan.
Prestasi di Olimpiade Biologi KSPI menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Dinda. Ia mengaku merasa sungguh sangat bahagia setelah mengetahui hasil yang diperoleh. Medali Perunggu tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju pengalaman dan pencapaian baru.
“Bangga mempunyai prestasi,” ungkap Dinda ketika menyampaikan kesannya setelah mengikuti kompetisi.
Meski telah berhasil meraih medali di tingkat nasional, Dinda tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut. Ia berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik, terus belajar, dan mampu meraih hasil yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Bagi Dinda, sebuah prestasi bukan hanya tentang posisi di podium. Ada proses belajar, tantangan, dan keberanian untuk mencoba yang membuat sebuah pencapaian menjadi lebih berarti. Dari kesulitan memahami soal hingga akhirnya membawa pulang Medali Perunggu, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang membuatnya semakin berkembang.
Dinda J membuktikan bahwa langkah besar bisa dimulai dari sebuah keberanian sederhana: mencoba. Dengan semangat belajar dan motivasi untuk terus tumbuh, prestasi hari ini bukanlah akhir, melainkan salah satu langkah menuju cita-cita yang ingin ia wujudkan di masa depan. [LA.Red]
Nama : Fakhirah Dinda Julyana
Hobi : Menyanyi
Cita2 : Dokter dan CEO
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XI F
Prestasi : Medali Perunggu dalam Olimpiade Biologi KSPI (Kompetisi Sains Pelajar Indonesia) oleh PUSKASNAS
