Persembahan Medali Emas Olimpiade Fikih di UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Santri MA Unggulan Nuris Menyala

Tak hanya Bidang Fikih, Nahla juga Santri Native Speaker in English, Mantul gak Tuh

Pesantren Nuris – Di kejuaraan Olimpiade Fikih Nasional bertajuk OMAPSI 2026 yang diselenggarakan oleh Olimnus X Dema FDK UIN Sunan Gunung Jati Bandung menyisakan sejarah membanggakan. Pasalnya, dari total 4 medali yang diraih oleh santri MA Unggulan Nuris, Nahlatul Jabil Aqso berhasil meraih medali emas.

Kejuaraan olimpiade fikih ini berlangsung secara daring pada 16 Mei 2026 lalu ketika Nahla, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, masih berada di kelas X B. Namun, rekor prestasi ini menjadi momentum yang perlu diapresiasi sebab perjuangan untuk meraih medali emas tak mudah.

Ia harus berjuang bersaing dengan ratusan peserta se-Indonesia. Dengan mengerjakan 40 soal selama 90 menit, menjadi tantangan tersendiri bagi Nahla. Bukan hanya soal kemampuan melewati soal-soal rumit, tetapi juga mental dan kesiapan teknis juga harus beriringan mendukung kelancaran melalui kompetisi ketat nasional ini.

(baca juga: Raih Piala MQK Fathul Qorib Tingkat Nasional di Sarang Jawa Tengah, Santri MA Unggulan Nuris Membanggakan)

“Saya bersyukur di MA Unggulan Nuris dilengkapi sarana yang memadai. Kesempatan menguji kemampuan belajar secara nasional juga sangat didukung penuh. Jadi, tinggal bagaimana kita yang harus meningkatkan semangat dan membayar doa dan dukungan ini dengan medali emas.” Tukas Nahla.

Nahlatul Jabil Aqso dikenal sebagai santriwati cerdas dan penuh semangat dalam belajar. Dengan kedisiplinan dan doa restu kedua orang tua menjadi lecutan motivasi tersendiri baginya untuk selalu ambil bagian dalam berbagai kesempatan positif yang dilaluinya.

“Ikut mencoba olimpiade fikih ini sebagai tanggung jawab saya belajar di kelas PK. Alhamdulillah sangat senang mendapat medali emas. Saya juga memang mengikuti kegiatan ekskul TOEFL di MA Unggulan Nuris. Kesempatan mengikuti olimpiade bahasa Inggris ini saya jadikan latihan dan memaksimalkan kemampuan saya dalam mengerjakan soal-soal susah.” Tambahnya.

(baca juga: Vidic Menyala, Jaminan Piala, Kembali Banggakan Lewat Story Telling di Universitas NU Sidoarjo)

Tak hanya berkutat pada dunia akademik, santriwati cerdas kelahiran Jember, Desember 2009 ini juga sedang menempa dirinya dalam menghafalkan Al Qur’an. Saat ini ia telah menghafalkan juz 30. Di sela kegiatan belajar di pesantren atau pun sekolah, ia berharap dapat memaksimalkan waktu dengan tetap menghafalkan ayat-ayat suci.

Ustazah Qonita, selaku Wali Kelas XI B MA Unggulan Nuris menyatakan, “Saya mengucapkan selamat dan bangga bahwa anak didik kami telah berhasil melakukan yang terbaik. Semoga tak mudah puas dan selalu istikamah mengejar impian dan terus belajar meningkatkan kompetensi diri. Saya yakin para santri memiliki ruang yang sama untuk berkreativitas.”[AF.Red]

 

Related Post