Taklukkan Ajang Santripedia Nasional 2026, Fatra Arillah Raih Medali Perunggu Nazam Alfiyah ibnu Malik

Kedua Orang Tua menjadi Motivasi Semangat Belajar dan Raih Prestasi Gemilang di Kancah Nasional

Pesantren Nuris – Semangat santri MA Unggulan Nuris berburu prestasi gemilang layak diapresiasi setinggi-tingginya. Bukan sekadar capaian kesuksesan, melainkan perjuangan dan tekad yang besar untuk menguji kompetensi diri menembus batas adalah gambaran generasi santri kekinian yang beken karena keilmuan dan adab hingga inspirasi berprestasi di kancah nasional.

Fatra Arillah merupakan salah santri yang berhasil membawa pulang medali perunggu lomba Nazam Alfiyah ibnu Malik 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan secara daring oleh Santripedia pada 03 Mei 2026 lalu. Meski berlangsung secara daring, kompetisi ini cukup ketat dan khidmat karena membuka peluang ratusan santri se-Indonesia ikut terlibat.

Putra dari bapak Ahmad Suyono dan ibu Siti Hilyatuzzahroh ini memang dikenal gigih dalam belajar, terutama dalam bidang kitab kuning dan ilmu nahwu-sharraf. Apalagi ia merupakan santri peraih beasiswa unggulan MA Unggulan Nuris dengan hafalan Nazam Alfiyah sejumlah 800 bait per Februari 2026 lalu.

“Saya bersyukur bisa mencoba hafalan saya dalam lomba Santripedia kali ini. Lomba nazam Alfiyah ini bukan sekadar menang lomba dan meraih medali, tetapi juga usaha saya menguji ketajaman hafalan saya. Alhamdulillah mendapat medali perunggu, semoga di ajang berikutnya bisa meraih medali emas.” Tukas Fatra, sapaan akrabnya.

(baca juga: Vidic Menyala, Jaminan Piala, Kembali Banggakan Lewat Story Telling di Universitas NU Sidoarjo)

Bagi remaja kelahiran Maret 2009 ini semangat belajarnya hanyalah karena motivasi dari kedua orang tua. Ia tahu bagaimana mereka berjuang demi menghidupi dan menyekolahkan di pesantren yang berkualitas. Dengan persembahan medali ini, Fatra berharap dapat membanggakan dan terus menghidupkan impiannya untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang cerdas di masa depan.

Di Pesantren Nuris Jember, Fatra juga aktif di kegiatan ekskul Jurnalistik dan Penulisan Kreatif. Ia kerap mengisi berbagai rubrik kolom Majalah Nuris dan Majalah Nazrah MA Unggulan Nuris. Bahkan beberapa karya puisinya tergabung dalam buku antologi puisi bersama di MA Unggulan Nuris. Baginya dunia menulis merupakan hobi yang membuatnya semakin banyak belajar tentang dunia yang kompleks.

“Sekarang sudah kelas XII, saya berharap dapat mengkhatamkan nazam Alfiyah ibnu Malik sebelum lulus dari MA Unggulan Nuris. Saya terus berusaha keras menghafalkan bait demi bait dan tetap semangat mengikuti berbagai pelajaran yang padat di sekolah dan pondok. Semoga selalu dimudahkan dan sesuai harapan.” Tutupnya.[AF.Red]

 

 

Related Post