16 Kitab Jadi Bekal, Segudang Prestasi Jadi Jejak Fathin di MA Unggulan Nuris Jember

Dari Fathul Qorib sampai Olimpiade Bahasa Inggris, Fathin Punya Banyak Prestasi!

Pesantren Nuris — Bagi Fathin Nafisa Aulia Rahma, menuntut ilmu di pesantren bukan sekadar rutinitas mengaji dan mengikuti pelajaran. Ada proses panjang yang harus dijalani, mulai dari memahami materi kitab kuning, membagi waktu di tengah berbagai kesibukan, hingga menjaga semangat agar tetap istiqamah. Siswi kelas XII A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab disapa Fathin ini berhasil menuntaskan pembelajaran 16 kitab sekaligus menorehkan sederet prestasi di bidang kajian kitab kuning.

Berasal dari Dusun Pondok Waluh, Kencong, Jember, Fathin telah mempelajari 16 kitab selama menempuh pendidikan di Pesantren Nurul Islam Jember. Kitab-kitab tersebut meliputi Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis.

Daftar tersebut bukan sekadar deretan judul kitab yang berhasil dituntaskan. Di baliknya, ada proses belajar yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus memahami materi. Terlebih, Fathin juga memiliki berbagai aktivitas lain yang membuat pengaturan waktu menjadi tantangan tersendiri.

Ia mengakui bahwa manajemen waktu dan upaya menjaga istiqamah menjadi bagian yang tidak mudah dalam perjalanan belajarnya. Ketika kesibukan datang silih berganti, ia perlu kembali mengatur prioritas agar kegiatan belajar tetap berjalan. Dalam proses itu, pesan orang tua, dukungan teman-teman, serta bimbingan para guru pengajar menjadi sumber motivasi yang menguatkannya.

(Baca juga: Atur Waktu, Asah Kemampuan, Dinda Tembus Podium Kimia Nasional untuk MA Unggulan Nuris Jember)

Semangat Fathin dalam mendalami kitab kuning juga tercermin melalui berbagai prestasi yang diraihnya. Ia pernah meraih juara II MQK Fathul Qarib dalam ajang Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) dan Musabaqah Hifdzun Nazham (MHN). Pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025, ia juga tercatat meraih peringkat pertama di MA Unggulan Nuris Jember.

Prestasinya di bidang kajian kitab terus berlanjut. Fathin berhasil meraih juara I MQK Taqrib, juara III MQK Muhtashor Jiddan, juara I MQK Imrithy, serta juara I MQK Fathul Qorib. Tak hanya berprestasi dalam bidang keilmuan pesantren, ia juga meraih juara I Olimpiade Bahasa Inggris.

Deretan pencapaian tersebut memperlihatkan kiprah Fathin dalam bidang yang beragam. Ia tidak hanya menekuni kajian kitab kuning, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam kompetisi bahasa Inggris. Berbagai pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya di MA Unggulan Nuris Jember.

Di luar kegiatan belajar, Fathin memiliki hobi bercerita. Kegemaran ini menjadi sisi lain dari dirinya di tengah kesibukan sebagai santri. Sementara itu, ia bercita-cita menjadi seorang musyrifah, sosok yang mendampingi dan membimbing santri. Cita-cita tersebut menjadi arah yang ingin ia perjuangkan setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Lebih dari sekadar menuntaskan 16 kitab dan mengumpulkan prestasi, perjalanan Fathin menjadi pengalaman untuk terus memperbaiki diri. Ia berharap dapat tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dalam melanjutkan langkah ke depan.

Dengan bekal ilmu, pengalaman berkompetisi, serta dukungan orang-orang di sekitarnya, Fathin bersiap menyambut perjalanan berikutnya. Baginya, kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus menambah ilmu, menjaga prinsip, dan mewujudkan cita-cita. [LA.Red]

Nama                  : Fathin Nafisa Aulia Rahma

Hobi                    : Bercerita

Cita2                   : Musyrifah

Lembaga            : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal     : XII A

Prestasi               : Khatam 16 kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, dan Fiqih Tradisionalis)

Related Post