Bawa Bekal dari TKJ SMK Nuris Jember, Rifqy Maulana Mantapkan Langkah di Teknik Komputer Polije

 Rifqy Berkomitmen Menjaga Api Teknologi

Pesantren Nuris – Bagi Rifqy Maulana Firmansyah, kelulusan dari SMK Nuris Jember pada 2026 bukanlah garis akhir. Justru, setelah menuntaskan pendidikan di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), alumni asal Wirolegi, Sumbersari, Jember, itu memilih kembali menekuni dunia teknologi melalui bangku perguruan tinggi.

Rifqy kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Negeri Jember. Pilihan tersebut membuat perjalanan pendidikannya tetap berada di jalur yang tidak jauh dari apa yang telah dipelajarinya selama di SMK Nuris Jember. Bekal TKJ yang sebelumnya menjadi dasar, kini ingin ia kembangkan dengan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas.

Ketertarikannya terhadap bidang teknologi tidak datang secara tiba-tiba. Selama menjadi siswa, Rifqy terbiasa mengikuti pembelajaran dengan serius. Ia dikenal memiliki kedisiplinan dalam menjalankan tanggung jawab serta aktif ketika berada di kelas. Baginya, menjadi aktif bukan berarti harus selalu menjadi siswa yang paling banyak berbicara, melainkan berani terlibat ketika ada sesuatu yang perlu dipahami.

(Baca juga: Konsisten Menghafal Al-Quran hingga 25 Juz, Aditya Jadi Bagian dari Kisah Inspiratif di SMK Nuris Jember)

“Kadang kita merasa sudah paham karena mendengar penjelasan. Padahal setelah dicoba sendiri, ternyata masih ada yang belum dimengerti. Dari situ saya belajar bahwa bertanya dan mencoba itu sama pentingnya dengan mendengarkan,” ujar Rifqy.

Kebiasaan tersebut kini kembali ia rasakan manfaatnya di bangku kuliah. Materi perkuliahan yang lebih kompleks membuatnya harus memiliki inisiatif untuk belajar secara mandiri. Pengalaman selama SMK membantunya memahami bahwa proses belajar tidak selalu berjalan mulus, tetapi selalu ada ruang untuk memperbaiki diri.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu bekal yang tidak boleh ditinggalkan ketika memasuki dunia baru. Jadwal kuliah, tugas, kegiatan, hingga waktu belajar harus diatur dengan baik agar tidak saling bertabrakan.

“Kalau tidak bisa mengatur waktu, sebanyak apa pun kesempatan yang kita punya tetap akan terasa berat. Saya mencoba membiasakan diri menyelesaikan sesuatu satu per satu dan tidak menunda pekerjaan,” katanya.

Menariknya, perjalanan Rifqy di SMK Nuris Jember tidak hanya meninggalkan bekal akademik. Sikap takzim kepada guru juga menjadi nilai yang terus ia pegang. Ia menyadari bahwa proses pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga tentang bagaimana seorang siswa menempatkan dirinya di hadapan orang yang membimbingnya.

“Guru mungkin hanya mengajarkan kita beberapa tahun, tetapi nasihatnya bisa kita ingat jauh lebih lama. Karena itu, menurut saya, menghormati guru tidak berhenti ketika kita sudah lulus,” tutur Rifqy.

Kini, sebagai mahasiswa Teknik Komputer Politeknik Negeri Jember, Rifqy memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuannya. Ia ingin memanfaatkan masa kuliah bukan sekadar untuk mengejar gelar, tetapi juga memperbanyak pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

“Dari SMK saya belajar dasar-dasarnya. Di kuliah saya ingin memperdalamnya. Semoga nanti bukan hanya bisa menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membuat sesuatu yang memberikan manfaat,” pungkasnya.

Langkah Rifqy menjadi gambaran bahwa perjalanan alumni SMK Nuris Jember dapat terus berkembang sesuai dengan minat dan kompetensi yang dimiliki. Dari ruang kelas TKJ hingga laboratorium perguruan tinggi, semangat untuk belajar menjadi benang merah yang menghubungkan keduanya. (MFAF.Red)

 

Nama              : Rifqy Maulana Firmansyah

Tahun Lulus  : 2026

Alamat            : Wirolegi, Sumbersari, Jember

Lembaga        : SMK Nuris Jember

Jurusan          : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)

Kuliah             : Prodi Teknik Komputer, Politeknik Negeri Jember

Riwayat Prestasi:

  1. Khatam 3 Kitab Kuning (101 Hadis, Safinatunnajah, dan Ta’limul Muta’allim)
Related Post