Konsisten Menghafal Al-Quran hingga 25 Juz, Aditya Jadi Bagian dari Kisah Inspiratif di SMK Nuris Jember

Tak Hanya Jadi Hafiz, Aditya Juga Aktif Jadi Jurnalis

Pesantren Nuris – Menjaga hafalan Al-Qur’an hingga mencapai 25 juz tentu membutuhkan proses panjang dan konsistensi. Bagi Aditya Pratama Hardiyanto, perjalanan tersebut berjalan beriringan dengan aktivitasnya sebagai siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember. Siswa asal Kamal, Arjasa, Jember, ini berhasil mencatatkan hafalan 25 juz Al-Qur’an pada Februari lalu dan kemudian mendapat apresiasi dalam Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 pada April.

Aditya merupakan putra dari pasangan Bapak Sugianto dan Ibu Sunarti. Capaian 25 juz menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan belajarnya selama berada di lingkungan sekolah dan pesantren. Bukan sekadar mengejar jumlah hafalan, proses tersebut juga menuntut ketekunan untuk menjaga hafalan yang telah diperoleh di tengah berbagai aktivitas lainnya.

Sebagai siswa TKJ, Aditya memiliki kemampuan akademik yang menonjol, khususnya dalam mata pelajaran produktif. Pembelajaran kejuruan menjadi ruang baginya untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan jaringan komputer. Keseriusannya dalam mengikuti pelajaran tersebut berjalan beriringan dengan aktivitas tahfiz yang membutuhkan rutinitas dan konsentrasi.

(Baca juga: AI Tak Boleh Menggeser Tradisi: Pesantren Nuris Jember Menjaga Kitab Kuning di Tengah Ledakan Teknologi)

Tidak berhenti pada kegiatan akademik dan tahfiz, Aditya juga aktif mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Di kegiatan tersebut, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dalam dunia kepenulisan dan jurnalistik. Aktivitas tersebut membuat kesehariannya semakin beragam, tetapi sekaligus menjadi pengalaman untuk belajar mengatur prioritas.

Disiplin menjadi salah satu hal yang membantu Aditya menjalani berbagai tanggung jawab tersebut. Ia berusaha menyelesaikan tugas sekolah maupun pondok dengan baik. Baginya, menjaga hafalan Al-Qur’an tidak berarti mengesampingkan kewajiban lain. Justru setiap kegiatan perlu ditempatkan sesuai porsinya agar dapat berjalan bersama.

“Untuk membagi waktu, saya biasanya menentukan prioritas terlebih dahulu. Waktu untuk murojaah saya usahakan tetap ada setiap hari, kemudian saya sesuaikan dengan jadwal sekolah, tugas, dan kegiatan jurnalistik. Motivasi saya adalah ingin terus menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai bekal dalam kehidupan. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mencapai 25 juz dan mendapat apresiasi dalam Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10. Saya berterima kasih kepada orang tua, para kiai, ustaz, guru, dan semua yang sudah membimbing serta mendukung saya,” ungkap Aditya.

Capaian tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah prestasi lahir dari kebiasaan yang dijaga secara konsisten. Aditya tidak hanya belajar mempertahankan hafalan, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan akademik dan minatnya di bidang jurnalistik.

Perjalanan Aditya di SMK Nuris Jember memperlihatkan bagaimana pendidikan kejuruan, tahfiz, dan kegiatan pengembangan diri dapat berjalan berdampingan. Hafalan 25 juz yang dicapainya menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, sementara pengalaman di TKJ dan jurnalistik menjadi bagian lain dari prosesnya dalam mengembangkan potensi diri.

Dengan kedisiplinan dan tanggung jawab yang terus dijaga, capaian 25 juz bukan menjadi garis akhir bagi Aditya. Justru, prestasi tersebut menjadi pijakan untuk terus menjaga hafalan, memperdalam ilmu, dan mengembangkan keterampilan yang dimilikinya. (MFAF.Red)

 

Nama              : Aditya Pratama Hardiyanto

Kelas               : XII TKJ

Alamat            : Kamal, Arjasa, Jember

Lembaga        : SMK Nuris Jember

Prestasi           : Hafiz 25 Juz Al Quran

Related Post