Di Gelaran HSN 2026 Pemkab Jember, Santri MA Unggulan Nuris Rebut Piala Alfiyah

Semangat Belajar Kitab Kuning, selain Target Khatam Nazam Alfiyah juga Tuntaskan Fathul Qorib

Pesantren Nuris – Membanggakan. Santri MA Unggulan Nuris bernama Izul Haq Kafabihi berhasil memenangi lomba nazam Alfiyah ajang MQK (Musabaqah Qiroatil Kutub) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pada 20 Oktober 2026 kemarin sebagai juara harapan 3.

Santri yang duduk di kelas XII A MA Unggulan Nuris ini memang dikenal penuh semangat dengan pembelajaran materi pembelajaran kitab kuning. Berada di kelas unggulan kitab kuning semakin membuatnya termotivasi untuk menuntaskan khataman nazam Alfiyah ibnu Malik 1002 bait hingga mengaji kitab Fathul Qorib.

“Iya tentunya sangat senang di Hari Santri Nasional 2026 ini bisa turut memeriahkan dan memanfaatkannya kepada hal produktif dan positif. Dengan prestasi yang telah saya raih semakin mamcu saya untuk terus meningkatkan kompetensi saya dalam pengetahuan kitab kuning.” Tukas Izul, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.

(baca juga: Riset Cemerlang Santri MA Unggulan Nuris Juarai LKTI Nasional Ajang Pekan Ilmiah Fisika Universitas Negeri Yogyakarta)

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember ini terbilang ajang bergengsi. Pasalnya, berbagai talenta terbaik dari puluhan pesantren di Kabupaten Jember turut berpartisipasi untuk memeriahkan hingga menorehkan prestasi. Tak terkecuali dengan putra dari bapak Bahrul dan ibu Luluk Nihaya ini.

Sejak nyantri di Pesantren Nuris Jember, berbagai prestasi gemilang telah diraih oleh Izul. Ia meraih juara 1 Tarbiyatus Shibyan, juara 2 Aqidatul Awam, juara 1 Imrithy, juara 2 pidato bahasa Arab, juara 1 Alfiyah ibnu Malik, hingga juara 3 MQK Fathul Qorib tingkat internal pesantren. Prestasi kali ini sebagai kado terindah dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Selain kecintaannya pada pembelajaran kitab kuning, santri cerdas asal Mangli Jember ini juga dikenal aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan Fathul Qarib. Keterlibatannya dalam Paskibra melatih kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab, sementara ekstrakurikuler Fathul Qarib semakin memperkuat dasar keilmuannya dalam memahami kitab. Perpaduan antara kegiatan akademik dan nonakademik ini membentuk karakter Izul sebagai siswa yang seimbang antara intelektual dan mental kepemimpinan.

Ia berharap kelak dapat melanjutkan penguasaan kitab kuning lebih mendalam seusai tamat dari MA Unggulan Nuris dengan melanjutkan studi pendidikan tinggi salaf di Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iya Situbondo. Bagi Izul, selain pengetahuan pembelajaran umum, kompetensi kitab kuning menjadi hal utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.[AF.Red]

Related Post