Ungkap Konsep Penerapan Program Abdi Masyarakat dalam Mencetak Generasi Konservatisme Moderat Kekinian
Pesantren Nuris – Jangan kira santri tak cakap dalam dunia riset dan kepenulisan ilmiah. Ketiga santri genius MA Unggulan Nuris telah membuktikan lewat riset cemerlang hingga berhasil dinobatkan sebagai pemenang kedua Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional dalam ajang Pekan Ilmiah Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu, 03 Oktober 2026 kemarin.
Sebelum dinobatkan sebagai pemenang kedua, ketiga santri MA Unggulan Nuris yakni, Putra Dewa Nichola (kelas XII B) sebagai ketua kelompok; M. Fahmi Azka Syamil (kelas XII E); dan Ahda Abrazal Fikri (kelas XII E) mengirimkan abstrak LKTI dahulu berjudul “Menumbuhkan Sikap Konservatisme Moderat: Peran Program Abdi Masyarakat (PAM) dalam Menangkal Radikalisme dan Intoleransi di Pondok Pesantren Ahlul Irfan al-Kholily.
Ternyata, karya abtsrak mereka lolos seleksi dari berbagai abstrak yang telah dikurasi oleh panitia Pekan Ilmiah Fisika 2026 Tingkat Nasional di UNY tersebut. Mereka bersama 5 tim terbaik lainnya harus mengirim karya LKTI secara utuh dan bersiap mempersentasikannya di hadapan dewan juri dan penonton.
(baca juga: Fokus dan Hobi Membaca Antarkan Musfirotun Nawiroh Rebut Juara 2 OMI 2026 Bidang Biologi)
“Sebenarnya sempat merasa minder tak lolos kurasi abstrak apalagi bisa memenangi lomba ini. Lomba karya tulis ilmiah ini bertema besar fisika dan pemanfataan artificial intelligent (AI) berlevel nasional. Sementara konsep gagasan kami bertema sosial humaniora meski sebenaranya memang ada subtema terkait tema sosial humaniora terkait penyelesaian konflik budaya dan sosial.” Tukas Putra, ketua kelompok Tim LKTI MA Unggulan Nuris tersebut.
“Akan tetapi, riset tetap kami lakukan dengan serius sebab kami yang telah menjadi bagian peserta PAM MA Unggulan Nuris tahu betul bagaimana PAM secara subjektif memang berdampak bagi kami atau pondok sasaran. Dengan berbagai metode lapangan observasi terlibat dan penelitian kualitatif ini secara objektif ternyata konsep gagasan kami dalam mencetak generasi konservatisme moderat.” Imbuhnya.
Karya tulis ilmiah yang ditulis oleh Putra dkk. sekitar 30 halaman ini memuat konsep pembelajaran konsep PAM (Program Abdi Masyarakat) dengan model halaqah dan sorogan sebagai ciri khas pesantren sebagai dasar pembentukan pendidikan karakter yang kritis dan mendalam. Keteladanan ustaz atau guru pada materi etika pergaulan kajian tasawuf Imam Ghazali pada kitab terjemahan Ngaji Tasawuf karya KH. Muhyiddin Abdusshomad menjadi pokok konsep dalam membentuk santri yang konservatisme dan moderat.
(baca juga: Tak sekadar Juara Kelas, M. Nabil Irfan Hakiki Persembahkan Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi)
Putra menambahkan, “Proses riset hingga jadi karya ilmiah ini sekitar 3 mingguan. Ketika karya abstrak kami dinyatakan lolos kurasi, kami pun melatih konsep presentasi. Persiapan ini pun juga bisa dibilang ngebut sebab hanya 4 hari mulai dari penyusunan power point hingga pembagian pokok yang akan kami sampaikan. Alhamdulillah berkat bimbingan guru kami di MA Unggulan Nuris dan semangat kami dalam hal membuahkan hasil yang maksimal.”
Ning Balqis Al Humairo, selaku Kepala MA Unggulan Nuris turut mengapresiasi capaian prestasi gemilang ini.”Kami sangat bangga dengan usaha dan kreativitas anak didik kami. Di madrasah kami memang ada materi riset baik yang terintegrasi di pembelajara di kelas maupun ekskul. Alhamdulillah prestasi ini sangat membanggakan. Semoga riset mereka terus dikembangkan dan memberi manfaat bagi banyak orang.”[AF.Red]

