Setiap Kesulitan Menjadi Bagian dari Perjalanan Belajar
Pesantren Nuris — Ada banyak cara untuk mengukur sebuah perjalanan belajar. Bagi Fina Afkarina Hummadah, salah satunya adalah melalui lembar demi lembar kitab yang berhasil dipelajari hingga tuntas. Siswi kelas IX B MTs Unggulan Nuris Jember asal Ledokombo, Jember, itu berhasil menyelesaikan khatam 12 kitab selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mendalami ilmu keislaman sekaligus menempa ketekunan sebagai seorang santri.
Dua belas kitab yang berhasil dituntaskan Fina meliputi Tarbiyah, Aqidatul Awam, Imrithi, Taqrib, Ta’lim Kaylani, Hidayatul Bariyah, Hidayatus Sibyan, Hujjah Nu’, Jauharatut Tauhid, Amilatut Tashrifiyah, dan Jurumiyah. Setiap kitab memiliki materi dan tingkat pemahaman yang berbeda. Karena itu, menyelesaikannya bukan sekadar mengikuti pembelajaran, tetapi juga membutuhkan kesungguhan untuk memahami, mengingat, dan mengulang kembali materi yang telah dipelajari.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Fina mengaku salah satu tantangan yang cukup sering dihadapinya adalah ketika harus menghafalkan materi yang terkadang sulit melekat dalam ingatan. Namun, kesulitan itu tidak membuatnya berhenti. Ia berusaha mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh dan kembali mengulang materi ketika menemukan bagian yang belum dikuasai. “Kadang ada hafalan yang sulit diingat, jadi saya harus mengulanginya lagi. Dari situ saya belajar untuk lebih sabar dan tidak mudah menyerah,” ungkap Fina.
Di balik ketekunannya, ada motivasi yang membuat Fina terus berusaha menyelesaikan satu demi satu target pembelajaran. Ia ingin dapat mengikuti 12 paket wisuda sekaligus memberikan kebanggaan kepada kedua orang tuanya. Keinginan tersebut menjadi penyemangat ketika proses belajar terasa berat. “Saya ingin bisa mengikuti 12 paket wisuda dan membuat orang tua bangga. Saya juga berharap bisa mendapatkan predikat Jayyid Jiddan,” tuturnya.
Bagi Fina, belajar kitab selama berada di lingkungan pesantren tidak hanya menambah pengetahuan keagamaan. Proses tersebut juga mengajarkannya untuk terbiasa disiplin dan bersabar dalam menghadapi materi yang tidak selalu mudah. Setiap kesulitan yang ditemui menjadi pengalaman tersendiri yang perlahan membentuk cara belajarnya. Dari proses itu pula, Fina memahami bahwa hasil yang baik membutuhkan usaha yang dilakukan secara terus-menerus.
Selama menempuh pendidikan di MTs Unggulan Nuris Jember, Fina juga menemukan pengalaman lain yang tidak kalah berkesan. Ia mendapatkan banyak ilmu sekaligus bertemu dengan teman-teman yang menurutnya memberikan warna dalam perjalanan sekolahnya. “Selama di sini saya mendapatkan banyak ilmu dan bertemu teman-teman yang baik. Banyak pengalaman yang pasti akan saya ingat setelah lulus nanti,” katanya.
Kini, setelah menyelesaikan 12 kitab, Fina mulai menatap perjalanan berikutnya. Ia berharap MTs Unggulan Nuris Jember dapat terus berkembang dan menjadi semakin baik. Baginya, kemajuan tersebut tetap perlu berjalan beriringan antara ilmu dan mubadiat. “Semoga MTs Unggulan Nuris Jember semakin maju dan semakin baik, tetapi tetap bisa menjaga keseimbangan antara ilmu dan mubadiat,” harapnya.
Capaian 12 kitab yang berhasil dituntaskan Fina menjadi bagian dari cerita panjang seorang santri dalam menimba ilmu. Dari hafalan yang harus diulang berkali-kali hingga keinginan membahagiakan orang tua, setiap proses meninggalkan pelajaran tersendiri. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diperoleh, Fina berharap dapat terus melangkah dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pengusaha tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah dipelajarinya selama berada di lingkungan pesantren. [SM.Red]
Nama : Fina Afkarina Hummadah
Alamat : Ledokombo, Jember
Kelas : IX B
Lembaga : MTs Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Khatam 12 kitab, yaitu Tarbiyah, Aqidatul Awam, Imrithi, Taqrib, Ta’lim Kaylani, Hidayatul Bariyah, Hidayatus Sibyan, Hujjah Nu’, Jauharatut Tauhid, Amilatut Tashrifiyah, dan Jurumiyah.
