Kelas Bahasa Inggris Jadi Penuh Aksi, Pak Ardyka Ajak Siswa Praktik Langsung
Pesantren Nuris – Pembelajaran Bahasa Inggris di SMK Nuris Jember berlangsung lebih interaktif melalui kegiatan fun learning yang diikuti siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Dalam kegiatan yang dipandu oleh Bapak Ardyka Irfan Prastama tersebut, siswa mempelajari berbagai conjunction atau kata hubung melalui penjelasan materi, diskusi kelompok, hingga praktik percakapan secara langsung.
Materi kali ini berfokus pada penggunaan kata hubung dalam bahasa Inggris, khususnya but, so, however, dan consequently. Keempat kata tersebut memiliki fungsi yang berkaitan dengan hubungan antargagasan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan konteks kalimat serta situasi komunikasi.
Pada sesi awal, Pak Ardyka menjelaskan perbedaan fungsi dan penggunaan masing-masing kata hubung. Siswa diajak memahami bahwa but umumnya digunakan untuk menunjukkan pertentangan, sedangkan so menyatakan akibat atau hasil. Sementara itu, however berfungsi menunjukkan pertentangan dengan gaya yang lebih formal, dan consequently digunakan untuk menyampaikan konsekuensi dari suatu keadaan.
Penjelasan tersebut menjadi bekal bagi siswa sebelum memasuki aktivitas berikutnya. Agar pemahaman tidak berhenti pada teori, siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang harus diselesaikan melalui diskusi bersama.
(Baca juga: Tampil dengan Kostum dan Atraksi Baru, Tim Drumband SMK Nuris Jember Makin Percaya Diri pada Hari Santri)
Dalam proses pengerjaan LKPD, siswa saling bertukar pendapat, memeriksa ketepatan penggunaan kata hubung, serta menyusun jawaban berdasarkan konteks kalimat. Aktivitas ini mendorong mereka untuk lebih aktif dalam pembelajaran sekaligus belajar menyampaikan alasan ketika memilih struktur bahasa tertentu.
Setelah diskusi selesai, setiap kelompok berkesempatan melakukan peninjauan hasil pekerjaan bersama kelompok lain. Melalui proses review tersebut, siswa dapat membandingkan jawaban, menemukan kemungkinan kesalahan, dan memperbaiki pemahaman berdasarkan masukan dari teman-temannya. Suasana belajar pun menjadi lebih dinamis karena siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga terlibat dalam proses saling belajar.
Keseruan berlanjut ketika siswa dipilih secara acak untuk maju ke depan kelas dan mempraktikkan percakapan berbahasa Inggris. Tantangan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dalam komunikasi nyata. Mereka berlatih menyusun kalimat dengan struktur yang tepat sekaligus menyesuaikan pilihan ungkapan dengan situasi percakapan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa semakin mengenal perbedaan gaya bahasa formal dan kasual (casual). Mereka belajar bahwa komunikasi berbahasa Inggris bukan hanya tentang menghafal kosakata, melainkan juga memahami konteks, hubungan antarkalimat, serta ketepatan struktur yang digunakan.
Salah satu siswa, Multazam, mengungkapkan bahwa pembelajaran dengan diskusi dan praktik percakapan membuat materi lebih mudah dipahami. “Menurut saya, belajar conjunction dengan cara seperti ini lebih menyenangkan karena kami tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berdiskusi dan mencoba berbicara langsung. Kami jadi lebih memahami kapan harus menggunakan kata hubung tertentu dan bagaimana menyusun kalimat yang tepat,” ungkap Multazam.
Kegiatan fun learning ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif dan aplikatif di SMK Nuris Jember. Dengan memadukan teori, kolaborasi, dan praktik komunikasi, siswa diharapkan semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris secara tepat sesuai kebutuhan dan situasi. (MFAF.Red)
Mapel : Bahasa Inggris
Tema : Conjunction
Pemateri : Ardyka Irvan Prastama, S.Pd.
Peserta : Siswa Kelas XI TKJ
Lembaga : SMK Nuris Jember
