Di Tengah Padatnya Kegiatan Pondok, Airin Tembus Juara 2 Presentasi Aswaja
Pesantren Nuris — Tidak semua perlombaan harus dijalani dengan tekanan untuk menang. Bagi Amelia Khairina Kamila, siswi kelas XII-A MA Unggulan Nuris Jember yang akrab disapa Airin, kompetisi justru menjadi kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, dan mendapatkan ilmu baru. Pandangan itu mengantarkannya meraih Juara 2 Presentasi Aswaja dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) PEMKAB 2026 tingkat Kabupaten Jember pada 20 Oktober 2026, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Keikutsertaan Airin dalam perlombaan ini berangkat dari keinginannya mengumpulkan pengalaman dan prestasi selama menempuh pendidikan. Baginya, kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bekal untuk masa depan. Ia tidak ingin hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memanfaatkan setiap proses untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas pengetahuan.
Namun, menjalani kegiatan sebagai santri sekaligus pelajar bukan tanpa tantangan. Airin mengaku cukup kesulitan membagi waktu antara belajar dan berbagai kegiatan di pondok. Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap berusaha mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba. Tantangan mengatur waktu menjadi bagian dari proses yang harus ia pelajari agar kegiatan belajar dan kesempatan berprestasi dapat berjalan beriringan.
(Baca juga: Fahira Buktikan Konsistensi Belajar Biologi dengan Medali Perak Nasional untuk MA Unggulan Nuris Jember)
Dalam persiapannya, Airin memilih belajar dengan santai dan tetap mengiringinya dengan doa yang khusyuk. Ia berusaha menjalani proses tanpa menjadikan perlombaan sebagai beban yang berlebihan. Baginya, kesiapan bukan hanya tentang mempelajari materi, tetapi juga menjaga ketenangan diri agar dapat mengikuti kompetisi dengan nyaman.
Cara pandang itu tergambar jelas dalam pesannya kepada teman-teman yang ingin mengikuti perlombaan. “Kalau lomba jangan dibuat berat, santai saja, anggap sebagai pengalaman. Menang adalah bonus,” ungkapnya. Pesan sederhana tersebut menunjukkan bahwa keberanian mencoba dan kemauan belajar juga merupakan bagian penting dari sebuah kompetisi. Kemenangan memang membanggakan, tetapi pengalaman yang diperoleh tetap bernilai meskipun hasilnya tidak selalu sesuai harapan.
Hasil yang diraih Airin dalam MQK PEMKAB 2026 menjadi pencapaian yang membahagiakan. Ia mengaku sangat senang mengikuti lomba tersebut, terlebih karena mendapatkan ilmu baru selama prosesnya. Gelar juara kedua pun menjadi tambahan pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikannya di MA Unggulan Nuris Jember.
Di luar perlombaan, Airin memiliki hobi menonton film dan mendengarkan musik. Ia juga mengikuti ekstrakurikuler kitab, komunikasi publik, dan Paskibra. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam mengembangkan minat dan kemampuan. Ke depan, Airin bercita-cita menjadi seorang psikolog hebat, profesi yang ingin ia capai melalui proses belajar dan pengembangan diri.
Motivasi terbesarnya adalah menjadi kebanggaan ayah dan ibu. Ia berharap setiap perlombaan yang diikuti dapat membawa manfaat, bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga akhirat. Harapan itu menjadi pengingat bahwa prestasi bukan sekadar tentang gelar yang diperoleh, melainkan juga tentang pengalaman, ilmu, dan nilai kebaikan yang dibawa pulang.
Pada momentum Hari Santri Nasional 2026, pencapaian Airin menjadi cerita tentang keberanian untuk mencoba di tengah kesibukan, kesungguhan menjalani proses, dan kemauan memandang kompetisi sebagai ruang belajar. Baginya, kemenangan adalah bonus, sedangkan pengalaman dan ilmu baru merupakan bekal yang dapat terus dibawa dalam perjalanan menuju cita-cita. [LA.Red]
Nama : Amelia Khairina Kamila
Hobi : menonton film dan mendengarkan musik
Cita2 : Psikolog Hebat
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Juara 2 Presentasi Aswaja dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) PEMKAB 2026 tingkat Kabupaten Jember
