Berawal dari kegemaran membaca dan menulis, Restu melanjutkan langkah ke dunia Sastra Indonesia
Pesantren Nuris — Kegemaran membeli buku dan menonton film menjadi bagian dari keseharian Restu Maesha Puji Wahyuni. Namun, di balik kegemaran tersebut, tumbuh ketertarikan yang lebih serius pada bahasa dan sastra. Alumni MA Unggulan Nuris tahun 2026 asal Kraton, Kencong, Jember, itu kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Udayana.
Pilihan Restu terhadap dunia sastra bukan sekadar karena menyukai karya-karya tulis. Ia justru melihat bahwa sastra memiliki ruang belajar yang jauh lebih luas, terutama dalam memahami bahasa dan linguistik.
“Di Universitas Udayana memiliki peluang besar untuk masuk di jurusan sastra yang sering kali dipandang sebelah mata. Padahal nyatanya belajar sastra bukan hanya mendayu-dayu soal puisi, tetapi kita memahami linguistik yang tidak semua orang dapat menguasainya,” jelasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan cita-cita yang ingin ia bangun. Restu bercita-cita menjadi pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), bidang yang membuat kemampuan berbahasa dan pemahaman linguistik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
(Baca juga: Luar Biasa, Tim MSQ MA Unggulan Nuris Juara 2 Ajang Gebyar Brawijaya Qurani Tingkat Nasional di Malang)
Ketika mengetahui dirinya diterima di kampus yang dipilih, Restu mengungkapkan satu kata yang menggambarkan perasaannya: puas. Kini, ia berharap dapat menjalani perkuliahan dengan lancar sekaligus terus mengembangkan potensi diri.
“Dapat berkuliah dengan lancar, mulai mengembangkan potensi diri, tetap sambung silaturahmi sebagai alumni Nuris, dan selalu menjadi diri sendiri tanpa dituntut siapapun,” ungkapnya mengenai harapan ke depan.
Di tengah aktivitas perkuliahan, Restu juga mulai terlibat dalam kegiatan teater yang berada di bawah naungan Program Studi Sastra Indonesia. Meski menyebut dirinya masih menjadi bagian kecil di dalamnya, pengalaman tersebut menjadi ruang baginya untuk mengenal lebih dekat dunia seni dan sastra di lingkungan perguruan tinggi.
Minat Restu pada dunia bahasa dan sastra sebenarnya telah terlihat sejak masih bersekolah. Ia pernah meraih Juara 3 Menulis dan Berpantun se-Kabupaten tingkat umum. Tidak berhenti di sana, ia juga berhasil meraih peringkat 4 terbaik dalam ajang Sayembara Penulisan Cerpen tingkat nasional.
Selama bersekolah di MA Unggulan Nuris, Restu tidak mengikuti organisasi sekolah. Meski demikian, pengalaman belajar di madrasah tetap meninggalkan kesan tersendiri, terutama karena dukungan para guru terhadap siswa.
“Di MA Unggulan Nuris, saya bersyukur sekali memiliki guru yang support muridnya,” ujarnya.
Sebagai alumni, Restu juga menyampaikan harapan agar pengembangan madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi turut memperhatikan sarana dan prasarana. Menurutnya, fasilitas yang semakin baik dapat membantu meningkatkan semangat belajar sekaligus minat siswa untuk bersekolah di MA Unggulan Nuris.
Kini, Restu membawa minat yang telah tumbuh sejak bangku madrasah. Sastra Indonesia dipilih bukan karena sekadar menyukai puisi atau karya sastra, melainkan karena ia ingin memahami bahasa secara lebih mendalam. Dari sana, ia berharap dapat menemukan jalan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengajar BIPA. [LA.Red]
Nama : Restu Maesha Puji Wahyuni
Alamat : Kencong, Jember
Hobi : Membeli buku, menonton film
Cita2 : Pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)
Lembaga : MA Unggulan Nuris
Tahun Lulus : 2026
Kuliah : Pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Udayana
