Tak hanya Gemar Belajar Bahasa Arab, Santri MA Unggulan Nuris Juara 2 Pencak Silat Bupati Cup 2026

Sejak Kecil Bercita-Cita jadi Atlet Pencak Silat, Asah Bakat meski tetap Fokus Nyantri di Pesantren Nuris Jember

Pesantren Nuris – MA Unggulan Nuris memang gudangnya santri bertalenta dan berprestasi. Bukan hanya di bidang pembelajaran kitab kuning, tahfizul Qur’an, sains, dan literasi, lembaga yang dipimpin oleh Ning Balqis Al Humairo tersebut juga terdapat banyak talenta atlet seperti catur, futsal, hingga pencak silat. Terbukti, torehan piala di ajang Bupati Cup 2026 di Kabupaten Bondowoso kemarin menjadi salah satu momentum gemilang.

Kevin Faza Ardiansyah, santri yang duduk di XI C MA Unggulan Nuris, berhasil meraih juara 2 pencak silat putra kelas A di ajang Bupati Cup 2026 Tingkat Kabupaten Bondowoso yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bondowoso pada 04 Oktober 2026 kemarin. Torehan prestasi menjadi pertama yang diraihnya sejak belajar di MA Unggulan Nuris.

“Alhamdulillah sangat senang dan bangga bisa membuat harum lembaga kami tercinta. Meski saya pindahan dari Bondowoso, tetapi lembaga MA Unggulan Nuris dan pesantren, memberikan saya ruang belajar yang nyaman sehingga mudah beradaptasi dengan baik. Ketika mendapati informasi lomba, saya menggunakan hak domisili saya dan juga dukungan dari para guru akhirnya bisa meraih juara 2 ini.” Tukas Kevin, sapaan akrabnya.

(baca juga: Terinspirasi Keindahan Murottal Al Qur’an, Riset Santri MA Unggulan Nuris Juara 2 LKTI Nasional di ITS Surabaya)

Kegiatan pencak silat menjadi hobi yang dilakoni santri kelahiran Juni 2020 sejak masih kanak-kanak. Baginya pencak silat bukan sekadar olahraga gagah-gagahan, tetapi juga turut melestarikan tradisi dan kekayaan tak benda milik nusantara. Perlombaan yang diikuti bukan semata untuk mengalahkan lawan-lawan, tetapi ajang persaudaraan hingga ajang prestasi.

Di Pesantren Nuris Jember, remaja asal Tamanan, Bondowoso ini berada di asrama bahasa Arab. Keinginannya belajar bahasa Arab yang intens membuatnya berkumpul dengan para santri lain dalam belajar secara fun dan komprehensif bersama ustaz pendamping yang profesional dari pengabdian Pesantren Dalwa di Nuris, pesantren yang terkenal dengan kompetensi bahasa Arab.

Meski padatnya kegiatan sekolah dan diniyah di Pesantren Nuris Jember, Kevin tak merasa hobinya dalam pencak silat terbatasi. Justru baginya ini waktunya belajar mengatur waktu mengasah talenta disamping bewajiban belajar di akademik dan bakat lainnya. Kelak, ia berharap dapat menjadi seorang atlet profesional dan meraih impiannya belajar di perguruan tinggi di Universitas Negeri Malang lewat jalur prestasi atletik.[AF.Red]

 

Related Post