Tak sekadar Khatam 20 Kitab Kuning, Malthuf Al Muhtar Rebut Juara 1 Syarhil Qur’an Ajang MTQ Jember 2026

Asah Talenta Orasi di MA Unggulan Nuris, Usai Juara Kini Siapkan Diri untuk Kompetisi Tingkat Provinsi

Pesantren Nuris – Muhammad Malthuf Al Muhtar turut membanggakan almamater MA Unggulan Nuris serta keluarga besar Pesantren Nuris Jember dalam gelaran ajang MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) tahun 2026 tingkat Kabupaten Jember bersamaan dengan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember pada 17 Oktober 2026 kemarin.

Santri yang duduk di kelas X A MA Unggulan Nuris ini menjadi salah satu tim MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an) bagian pensyarah yang berhasil meraih juara 1 di ajang MTQ tersebut. Prestasi ini menjadi yang pertama sejak belajar di MA Unggulan Nuris pada Juli 2026 lalu. Ini menjadi pemacu semangatnya untuk terus meningkatkan kompetensi diri sebab ia memiliki kesempatan tampil di ajang MTQ Provinsi pada tahun 2027 mendatang.

“Tentunya Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga bisa memenangi lomba ini. Persiapan kurang lebih hampir sebulan mulai dari menghafalkan naskah, membangun chemistry, hingga latihan tampil bersama teman-teman membuahkan hasil yang membanggakan. Senang sekali di puncak peringatan HSN 2026 malam 22 Oktober 2026 kemarin kami diundang untuk menerima hadiah bersama Bupati Jember.” Tukas Malthuf, sapaan akrabnya.

(baca juga: Di Panggung UNEC 2026 UPN Veteran Jawa Timur, M. Vidic Alghanis Raih Juara 1 Story Telling Nasional)

Santri cerdas asal Kebonsari, Sumbersari, Jember ini merasa bangga belajar di MA Unggulan Nuris tidak hanya mendapat ilmu yang banyak soal membaca kitab kuning dan kajian keagamaan. Ia juga dapat mengembangkan kompetensi diri dalam syarhil Qur’an melalui kegiatan ekstrakurikuler dan peminatan di pesantren.

Kecintaannya dalam ilmu fikih membuat Malthuf sering mengikuti kajian kitab kuning tambahan di pesantren selain yang telah disediakan di madrasah. Ia juga telah berhasil mengkhatamkan 20 kitab kuning sejak di bangku MTs Unggulan Nuris hingga MA Unggulan Nuris. Cita-citanya untuk mendalami ilmu fikih di Mesir setamat dari MA Unggulan Nuris membuatnya semangat belajar bahasa Arab dan kitab kuning tersebut.

Ia berharap dengan prestasi mentereng di kategori MSQ ini dapat memacu semangat belajar dalam berorasi di hadapan publik. Pasalnya, kelak ia mengimpikan ingin terus berkhidmat dalam pendidikan dengan membuka lembaga pendidikan pesantren.[AF.Red]

Related Post