Tuntaskan Hafalan 10 Juz, Kahf Yosaidhe Siswa MTs Unggulan Nuris Buktikan Kesabaran Berbuah Manis

Melawan Rasa Malas Demi Menjaga Ayat Suci

Pesantren Nuris – Perjalanan spiritual dan intelektual santri di lingkungan MTs Unggulan Nuris kembali mengukir kebanggaan. Kahf Yosaidhe, siswa yang kini duduk di kelas IX-D, bersiap mengikuti momen bersejarah dalam proses studinya. Putra dari pasangan Bapak Dedik Sunaryanto dan Ibu Desy Kurniasih ini telah berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an sebanyak 10 juz.

Pencapaian ini menjadi salah satu penanda penting dalam agenda Wisuda Kitab dan Tahfidz Ke-X Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember. Keberhasilan Kahf Yosaidhe menyelesaikan pencapaian hafalan tersebut membuktikan komitmen dan konsistensinya dalam membagi waktu antara pendidikan formal dan program keagamaan di lembaga.

Keberhasilan meraih capaian hafalan 10 juz ini didasari oleh motivasi dan prinsip hidup yang teguh. Bagi Kahf Yosaidhe, menjadi seorang hafidz memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi, kedisiplinan yang konsisten, serta keberanian untuk tidak pernah menyerah pada rasa malas.

Dalam perjalanan menghafal, Kahf Yosaidhe tidak memungkiri adanya berbagai rintangan yang harus dihadapi. Rasa mengantuk yang datang saat belajar serta kesulitan dalam mengingat ayat-ayat suci menjadi tantangan tersendiri yang kerap menguji daya juangnya di madrasah.

(Baca juga: Siti Fatimatuz Zahra, Siswa MTs Unggulan Nuris Raih Juara Harapan 2 Olimpiade Bahasa Inggris: Bukti Semangat Belajar Tanpa Batas)

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, ia menerapkan metode sederhana namun efektif, yaitu membaca setiap ayat secara berulang-ulang sebanyak tiga kali hingga ingatan tersebut melekat dengan kuat. Usaha keras yang dilakukan secara mandiri ini membantunya melewati setiap tahapan hafalan dengan baik.

Peran para pendidik di lembaga juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pencapaian ini. Pengalaman yang paling berkesan bagi Kahf Yosaidhe selama proses menghafal adalah ketika ia mendapatkan perhatian dan motivasi langsung dari para ustadz serta ustadzah saat dirinya sempat jarang menyetorkan hafalan. Dorongan moral tersebut membakar kembali semangatnya untuk terus melangkah.

Selain fokus pada program tahfidz, Kahf Yosaidhe juga mencatatkan pencapaian di bidang akademik keagamaan. Ia pernah meraih predikat sebagai siswa terbaik ke-2 di kelas diniyah, sebuah prestasi yang menunjukkan kesungguhannya dalam memahami ilmu-ilmu keislaman di pesantren.

Di samping kesibukan belajarnya, siswa yang memiliki hobi bermain bola ini menyimpan harapan besar untuk masa depannya. Setelah menjadi seorang tahfidz, ia berharap dapat tumbuh menjadi insan yang lebih baik, serta memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan berprofesi sebagai seorang mekanik.

Dengan penuh kerendahan hati, Kahf Yosaidhe menyampaikan pesan motivasi serta permohonan maaf apabila merasa belum memberikan banyak prestasi dan masih kerap merasa malas belajar. Sikap jujur ini menjadi cermin bahwa proses belajar di MTs Unggulan Nuris selalu mengajarkan pentingnya evaluasi diri, kerendahan hati, dan semangat untuk terus memperbaiki kualitas diri.

Pencapaian Kahf Yosaidhe pada Wisuda Kitab dan Tahfidz Ke-X ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MTs Unggulan Nuris lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita dan mencintai Al-Qur’an. [MIA.Red]

Nama              : Kahf Yosaidhe

Kelas               : IX-D

Lembaga        : MTs Unggulan Nuris Jember

Prestasi           : Hafal Al-Qur’an 10 Juz

Related Post