Fakta dan Makna Syiir Tanpo Waton

Oleh: M. Alif Maulana*

Pelajar MA Unggulan Nuris Jember, kelas XII IPA

Mungkin judul syiir tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. lebih-lebih terhadap kaum sarungan dan juga tidak jarang kita dengarkan syiir tersebut dijadikan dzikiran sebelum shalat berjamaah,baik di musholla ataupun di masjid.dalam artikel singkat ini akan dipaparkan fakta dan makna seputar syiir tersebut

Fakta

Banyak orang yang mengatakan bahwa syiir tersebut merupakan ciptaan dari Alm KH Abdurrahman Wahid,mantan presiden RI ke empat. namun, pada nyatanya syiir tersebut di ciptakan oleh KH Mohammad Nizam As-Shofa yang merupakan pengasuh ponodk pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa yang beralamat di Desa simoketawang Kecamatan Wonoayu Sidoarjo. dalam segi usia,Gus Nizam jaul lebih muda disbanding Gus Dur. namun dari segi suara,tidak bisa dibedakan yang mana suara Gus Dur dan yang mana suara Gus Nizam. mungkin persamaan suaralah yang menyebabkan sebagian orang meyakini bahwa syiir tanpo waton merupakan ciptaan Gus Dur.

Ketika diminta komentar tentang kepopuleran syiirnya yang dianggap oleh sebagian orang adalah sauara dan karya Gus Dur,Gus Nizam tidak mempermasalahkannya “Kalau memang dengan sebutan syiir Gus Dur masyarakat luas bias mendengar. maka saya malah bersyukur dan tidak mempermasalahkannya. Toh tujuannya sama, demi syiar Islam,” ujarnya kepada HARIAN BANGSA.

Makna

Setelah mengetahui fakta tentang pengarang Syiir Tanpo Waton tersebut, akan dibahas mengenai makna yang terkandung di syiir yang berjumlah 14 bait ini.

أستغفر الله رب البرايا # أستغفر الله من الخطايا
aku memohon ampun kepada Allah,Tuhan Maha Penerima Taubat #
aku memohon ampun kepada Allah dari segala dosa  

ربي زدني علما نافعا # و وفقّني عملا صالحا
Tuhanku,tambahkan kepadaku ilmu yang bermanfa’at#
dan berikanlah kepadaku amal yang shalih

يا رسول الله سلام عليك # يا رفيع الشان والدرج
keselamatan atasmu wahai Rasulullah # wahai yang sangat tinggi martabat dan derajatnya

عطفة يا جيرة العا لم # يا أهيل الجو د و الكرم
Rasa kasihmu wahai pemimpin  tetangga # wahai ahli dermawan dan pemurah hati

Di awal bait, tepatnya larik pertama terdapat lantunan berupa permintaan ampunan terhadap Allah SWT yang Maha Penerima Taubat atas segala dosa yang dilakukan. Di larik ke dua, terdapat do’a untuk diberi tambahan ilmu yang bermanfa’at dan juga amal shalih. Di larik ke tiga, terdapat ucapan salam yang disampaikan terhadap Rasulullah SAW yang sangat tinggi martabat dan derajatnya. Dan di larik ke empat terdapat sanjungan kepada Rasul SAW atas sifatnya yang dermawan dan pemurah hati.

Jadi,dalam bait pertama Syiir Tanpo Waton berisi tentang permintaan ampunan,do’a,salam kepada Rasul,dan sanjungan kepada Rasul.

Ngawiti ingsun nglaras syiiran # kelawan muji maring pengeran
Aku memulai menyanyikan syair # dengan memuji kepada Tuhan
Kang paring rohmat lan kenikmatan # rino wengine tanpo pitungan
yang telah memberikan Rahmat dan kenikmatan # siang dan malam tanpa perhitungan

Di dalam bait kedua,  pengarang memulai syiirnya dengan memuji kepada Tuhan yaitu Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kenikmatan kepada kita di waktu siang atau di waktu malam dan itupun tanpa perhitungan. Berbeda dengan kita, yang sering memperhitungkan barang yang kita berikan terhadap orang lain. Padahal, segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah.

Duh bolo konco priyo wanito # ojo mung ngaji syareat bloko
Wahai para teman pria dan wanita # jangan hanya belajar ilmu syariat saja
Gur pinter ndongeng nulis lan moco # tembeh mburine bakal sengsoro
Hanya pintar bicara,menulis dan membaca # esok hari akan sengsara

Di dalam bait ke tiga, pengarang berpesan kepada semua orang baik laki-laki ataupun perempuan supaya tidak hanya belajar ilmu syari’at saja. Namun hendaknya juga mempelajari ilmu pengetahuan teknologi. Sehingga, terjadi keseimbangan antara ilmu dunia dan di akhirat. Menurut  Imam Al-Ghazali, orang yang hanya ahli dalam ilmu agama saja,maka orang tersebut didibaratkan seperti orang pincang pincang. Namun,jika hanya ahli dalam ilmu dunia saja, maka orang tersebut diibaratkan seperti orang yang buta.

Akeh kang apal Quran Haditse # seneng ngafirke marang liyane
Banyak yang hafal Al Quran dan Hadits # senang mengkafirkan kepada orang lain
Kafire dhewe ghak digatekke # yen isih kotor ati akale
Kafirnya sendiri tidak dihiraukan # jika masih kotor hati dan akalnya

(Baca juga: Pemimpin Teladan Idaman Kaum Sarungan )

Di dalam bait ke empat, pengarang berpendapat bahwa banyak ornag yang hanya menghafal Al Quran dan Hadits tidak dengan makna atau kandungan di dalamnya atau hanya pemahaman tekstualis saja. Sehingga, hafalan tersebut hanya di gunakan untuk mengkafirkan orang lain. Dan anehnya kesalahannya sendiri tidak pernah diketahui. Sesuai dengan peribahasa “semut di seberang lautan tampak,gajah di pelupuk mata tidak tampak”.

Gampang kabujuk nafsu angkoro # ing pepaese gebyare ndunyo
Gampang terbujuk nafsu angkara # dalam hiasan gemerlapnya dunia
Iri lan meri sugihe tonggo # mulo atine petteng lan nisto
iri dan dengki kekayaan tetangga # Maka hatinya peteng lan nisto

Di dalam bait ke lima, pengarang menyampaikan bahwa orang yang tidak kuat imannya maka akan dibutakan oleh gemerlapnya perhiasan dunia atau orang tersebut menjadi cinta dunia sehingga melupakan urusan akhiratnya dan juga menyebabkan perasaan iri dan dengki terhadap orang lain yang lebih beruntung daripada kita. KH Muhyiddin Abdusshomad berkata “harta cukup di tangan, tidak di hati,”. Maka dari itu, bukannya tidak boleh mencari dunia, tapi sampai melebihi batas sehingga membutakan mata hatinya.

Ayo sedulur jo ngelaleake # wajibe ngaji sak pranatane
Ayo saudara jangan melupakan # wajibnya megaji lengkap dengan aturannya
Nggo ngandelake iman tauhide # baguse sangu mulyo matine
Untuk mempertebal iman tauhidnya # bagusnya bekal mulia matinya

Di dalam bait ke enam, pengarang mengajak untuk tidak melupakan wajibnya mengaji dengan aturan-aturannya. Tidak hanya mengaji sembarangan sehingga ilmunya tidak bermanfa’at. Dengan mengaji tersebut iman tauhid kita akan tebal dan kokoh. Sehingga, kita mempunyai bekal yang cukup untuk melakukan perjalanan di akhirat.

Kang aran sholeh bagus atine # kerono mapan sari ngilmune
Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya # karena mapan lengkap ilmunya
Laku thoriqot lan makrifate # ugo hakekot manjing rasane
Menjalankan tarekat dan makrifatnya # juga hakikat meresap rasanya

Di dalam bait ke tujuh, pengarang mendifinisikan orang shalih adalah orang yang bagus hatinya, ilmunya baik, menjalankan thariqat, dan mencapai hakikat.

Thariqat adalah jalan /cara implementasi syariat. Yaitu cara yang ditempuh seseorang menuju Allah SWT atau usaha pendekatan terhadapNya.

Makrifat adalah pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah SWT, mengenalkan rintangan dan halauan yang ada dalam proses pendekatan diri kepada Allah SWT.

Hakikat adalah akhir perjalanan mencapai tujuan dalam proses pendekatan diri kepada Allah SWT.

Al Quran qodim wahyu minulyo # tanpo tinulis iso diwoco
Al Quran qodim wahyu mulia # tanpa ditulis bisa di baca
Iku wejangan guru waskito # den tancepake ing njero dodo
Itulah petuah guru yang mumpuni # segera tancapkan di dalam dada

Al Quran adalah kitab Allah SWT yang terakhir dari empat kitab Allah yang ada. Al Quran diturunkan melalui malaikat Jibril AS kepada Rasulullah Muhammad SAW yang ummi (buta huruf). Di larik pertama bait ke delapan ini pengarang membantah anggapan bahwa Al Quran dikarang oleh Nabi Muhammad SAW, akan tetapi Al Quran memang diciptakan oleh Allah SWT semata. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad SAW dapat mengarang karangan setingkat Al Quran tersebut.

Al Quran merupakan pedoman hidup bagi manusia, maka dari itu pengarang berpesan untuk menancapkan Al Quran tersebut ke dalam dada. Maksudnya, mengamalkan isi kandungan Al Quran di dalam kehidupan kita.

Kumantil ati lan pikiran # mrasuk ing badan kabeh jeroan
menempel di hati dan pikiran # merasik dalam badan dan seluruh hati
Mukjizat Rosul dadhi pedoman # minongko dhalan manjinge iman
mukjizat Rasul jadi pedoman # sebagai sarana masuknya iman

Di dalam bait ke Sembilan ini, pengarang  menjelaskan bahwa ketika Mukjizat Rasulullah SAW yaitu Al Quran sudah melekat di hati dan fikiran seseorang. Maka iman telah masuk kepada orang tersebut yang telah menjadikan Al Quran sebagai sarana masuknya iman. Sungguh beruntung orang tua yang memiliki anak yang dapat membaca dan mengamalkan isi Al Quran. Karena di dalam Hadits  disebutkan.

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا (رواه أبو داود)

“Hadis dari Sahl bin Muadz Al Juhani dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan melaksanakan apa yang terkandung di dalamnya (mengamalkannya), maka kedua orang tuanya pada hari kiamat nanti akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih terang dari pada sinar matahari di dalam rumah-rumah didunia, jika matahari tersebut ada diantara kalian, maka bagaimana perkiraan kalian dengan orang yang melaksanakan isi Al Qur’an?’ (H.R.Abu Daud).

Kelawan Alloh Kang Moho Suci # kudu rangkulan rino lan wengi
Kepada Allah Yang Maha Suci # harus mendekatkan diri siang dan malam
Ditirakati diriyadloi # dzikir dan suluk jo nganti lali
Diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ikhlas # dzikir dan suluk jangan sampai lupa

Di dalam bait ke sepuluh, pengarang memaparkan bahwa apabila kita harus mendekatkan diri kepada Allah baik di waktu siang ataupun malam secara ikhlas,tirakat(meninggalkan hal yang nyaman di dalam urusan dunia), dzikir dan suluk(menempuh jalan spiritual menuju Allah). Dengan itu semua insya Allah kita akan mendapatkan ridanya. Amin

Uripe ayem rumongso aman # dununge roso tondo yen iman
hidupnya tentram merasa aman # mantapnya rasa tandanya beriman
Sabar narimo najan pas-pasan # kabeh tinakdir saking pengeran
Sabar menerima meski hidup pas-pasan # semua itu takdir dari Tuhan

Di dalam bait ke sebelas, pengarang menjelaskan bahwa ketika iman sudah mantap, maka hidup kita akan tentram, dan akan diberi kesabaran meskipun dengan hidup pas-pasan. Karena semua takdir itu berasal dari Tuhan. Tugas kita hanya berusaha dan berdo’a, soal hasil serahkan kepada Allah SWT. Seperti yang dikatakan Ibnu Athaillah As Sakandari di dalam kitab Al Hikam “besarnya semangat tidak akan bisa menerobos kokohnya dinding takdir,”.

Kelawan konco dulur lan tonggo # kang podo rukun ojo ngesio
Terhadap teman, saudara dan tetangga # yang rukunlah jangan bertengkar
Iku sunahe Rosul kang mulyo # Nabi Muhammad panutan kito
Itu sunnahnya Rasul yang mulia # Nabi Muhammad tauladan kita

Di dalam bait ke duabelas, pengarang berpesan kepada kita sesama manusia untuk selalu hidup rukun. Meskipun berbeda agama, ras, suku, dan lain sebagainya, kita harus tetap berbuat baik. Seperti perkataan Almarhum KH Abdurrahman Wahid “Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah bertanya apa agamamu,”. Dan juga, menurut pengarang hidup rukun merupakan sunnah Rasul SAW yang menjadi suri tauladan kita. Dengan hidup rukun, maka hidup kita akan aman dan tentram.

Ayo nglakoni sekabehane # Alloh kang bakal ngangkat drajate
Ayo jalankan semuanya # Allah yang akan mengangkat derajatnya
Senajan asor toto dhohire # ananging mulyo maqom drajate
Walaupun rendah tampilan dohirnya # namun mulia maqom derajatnya di sisi Allah

Di dalam bait ke tigabelas, pengarang mengajak kita untuk melakukan perintah dan larangan Allah SWT. Ketika kita telah melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah yang akan mengangkat derajat kita. tidak masalah walaupun tampilan dohir kita rendah di mata mkhluq, namun di sisi Allah kita mendapatkan derajat yang tinggi. Dan orang zaman sekarang banyak menilai orang lain di sisi dohirnya saja, atau hanya meilhat bungkusnya saja tanpa menilai isinya juga.

Lamun palastro ing pungkasane # ora kesasar roh lan sukmane
ketika ajal telah datang di akhir hayatnya # tidak tersesat roh dan sukmanya
Den gadang Alloh swargo manggone # utuh mayyite ugo ulesse
Dirindukan Allah surga tempatnya # utuh jasad juga kain kafannya

يا رسول الله سلام عليك # يا رفيع الشان والدرج

عطفة يا جيرة العا لم # يا أهيل الجو د و الكرم

Di dalam bait terakhir, ke empat belas, pengarang menyampaikan bahwa ketika kita sudah bertaqwa seperti yang telah dijelaskan dalam bait sebelumnya, yaitu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya, maka ketika ajal telah menjemput, roh dan sukma kita tidak akan tersesat. Dan juga, kita telah dirindukan oleh Allah SWT sehingga kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Dan jasad yang terkubur akan dijaga oleh Allah SWT, sehingga jasad dan kain kafannya tidak rusak.

tulah makna Syiir Tanpo Waton yang banyak didengar di kalangan masyarakat. Sangat banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil untuk diamalkan. Sehingga, kita akan hidup bahagia dunia dan di akhrat. Amin.

 

Related Post