Pondok Pesantren Nuris, sebagai Tempat Sosialisasi Bela Negara Kementerian Pertahanan RI

Pesantren Nuris- Pondok Pesantren Nurul Islam Jember dijadikan sebagai tempat sosialisasi Bela Negara oleh Kementerian Pertahanan Pusat. Kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2017 di aula MA Unggulan Nuris.Sejauh ini persiapan yang dilakukan sudah maksimal, panitia berkoordinasi dengan baik dengan Pemda Jember, TNI  dan POLRI  setempat, dan tempat kegiatan sosialisasi.

Pondok pesantren Nurul Islam Jember dijadikan sebagai tempat sosialisasi Bela Negara karena Nuris merupakan pondok pesantren yang cukup besar di Jember dan letaknya sangat strategis, serta seringnya kegiatan Pemda Jember yang dilaksanakan di Nuris. Hebatnya pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini adalah pejabat Kementerian Pertahanan RI dan pakar atau tenaga ahli dari perguruan tinggi (UI).

(Baca juga: SMA Nuris Jember Uji Coba Aplikasi Ujian Berbasis Komputer Karya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember)

Pada dasarnya, kegiatan sosialisasi Bela Negara ini merupakan program  dari Kementerian Pertahanan Pusat RI dalam UU PSDN (Pengelolahan Sumber Daya Nasional) dalam hal ini sosialisasi rancangan undang-undang PSDN untuk pertahanan negara yang didalamnya ada 4 pembahasan yaitu bela negara, komponen cadanagan, komponen pendukung, mobilisasi dan demobilisasi.

Tujuan pelaksanaan sosialiasi Bela Negara ini adalah untuk menyampaikan informasi dari pemerintah mengenai penyusunan rancangan undang-undang PSDN untuk pertahanan negara dan untuk memperoleh saran dan masukan dalam rangka penyempurnaan RUU PSDN yang saat ini sedang dalam proses harmonisasi di Kemenkuhhan RI.

Mengingat tujuan tersebut maka, peserta kegiatan sosialisasi ini adalah muspida setempat perwakilan dari pondok pesantren yang ada di Jember, dan siswa SMA atau sederajat. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya dilaksanakan di pondok Pesantren Nuris, melainkan di seluruh provinsi di Indonesia. Terakhir, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di pondok pesantren Tuban, Gresik, dan Modern Darussalam, Gontor Ponorogo. (RED/YUV/ANS)

 

 

Related Post