Pengalaman Pembelajaran Internasional di Pesantren Nuris Jember (TSEP 2018 part 3)

Pesantren Nuris- Pelajar asal Thailand yang tergabung dalam program TSEP (Thailand Student Exchange Programe)2018 di Pesantren Nuris Jember antusias sekali ikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Mereka tidak jenuh mengikutinya, walaupun hampir setiap hari mereka mendapatkan pelajaran bahasa Inggris. Kegiatan pembelajaran tersebut dimentori langsung oleh Septian Yuwandis salah satu guru bahasa Inggris berbakat di SMA Nuris Jember.

Kurang lebih dua belas pelajar asal Thailand ikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut. Mereka adalah Nuha Datoo, Imteenan Datoo, I Nas Padung, Kaosat Chewae, Mubarak Kadenghayi, Husna Laeache, Maroa Yeepong, Nurul Amani Wateh, Ibtisan Wateh, Roiyan Tolu, Muhmat Fittri Arwae, Muhammadhamdu Laeache.

Kegiatan pembelajaran dibuat semenarik mungkin, sehingga mereka tidak bosan. Game, Roul Play, pembuatan video, record, dan lain-lain merupakan beberapa metode pembelajaran yang diberikan. Materi yang diajarkan juga menarik di antaranya introduction, conversation, pengenalan diri, giving direction (memberi arah jalan), materi tentang Master of Ceremony, dan lain-lain.

(baca juga: Keliling Antirogo, Belasan Santri Asal Thailand JJS Gembira Bersama Ustazah Pesantren Nuris Jember (TSEP 2018 part 1))

“Senang sekali bisa mengajar pelajar asal Thailand ini. Mereka mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dengan baik. Antusiasnya benar-benar tinggi. Selain itu, mereka juga merupakan pelajar yang pandai dan disiplin,” kata Septian, mentor pembelajaran bahasa Inggris tersebut.

(baca juga: Keseruan Pelajar Thailand Latihan Pramuka di Pesantren Nuris Jember (TSEP 2018 part 2)

Tak hanya belajar bahasa Inggris saja, mereka juga diajak untuk belajar bahasa Arab, tartil dan tilawah, diniah malam, mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, dan kegiatan menarik lainnya. “Senang mengikuti kegiatan TSEP (Thailand Student Exchange Programe)2018 di Pesantren Nuris Jember,  sebab tidak membosankan. Banyak hal yang bisa kami dapatkan dari sini, mulai dari ilmu keagamaan, pengetahuan umum, hingga keterampilan. Selain itu, kami bisa merasakan menjadi seorang santri Indonesia, “ kata Ibtisan Wateh, salah satu pelajar asal Thailand. (Red/Yuv)

 

Related Post