Program Tugas Mengajar Pesantren Nuris Jember, Latih Santri Jadi Guru Profesional dan Mampu Jawab Tantangan Zaman

Pesantren Nuris – Bukan pesantren Nuris apabila tidak melakukan inovasi. Pesantren tersebut selalu memberikan terobosan baru untuk menjawab tantangan perkembangan zaman. Selain itu, pesantren Nuris juga menekan pengaruh negatif perkembangan teknologi di kalangan santri. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan mengadakan program tugas mengajar.

Program tugas mengajar ini merupakan salah satu program rutin Pesantren Nuris Jember yang dilaksanakan dua kali dalam setahun setiap libur semester. Program ini menjadi salah satu program yang medapat dukungan penuh dari pengasuh Pesantren Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas santri dan siap menjadi kader Aswaja yang sebenarnya.  Program ini berlaku untuk santri asrama putra pusat, asrama putri dalem barat, dan asrama putri dalem timur.

(baca juga: Lepas Pisah Guru Tugas Asal Mesir Berlangsung Khidmat)

Adanya program tugas mengajar ini dapat membuat liburan santri lebih bermanfaat. Sebab, mereka akan praktik menjadi seorang guru dengan mengajarkan pengetahuan yang didapatkan dari pesantren kepada orang-orang di sekitarnya. Misalnya di mushola terdekat, pesantren terdekat, dan lain-lain.  Materi yang diajarkan di antaranya Nahwu Dasar, Fiqih Ibadah Taqrib, Tarbiyyatus Shibyan, Aqidatul Awam, Hidayatus Shibyan, dan sebagainya.

Pada dasarnya madrasah diniyah di Pesantren Nuris Jember bernama Madrasah Diniyah Tarbiyyatul Muallimin wa Muallimat yang artinya pendidikan bagi calon guru. Jadi lembaga diniyah tersebut bertujuan untuk mencetak guru du bidang agama dan kitab kuning. Sebelum itu, santri harus membenahi akhlaq dan ibadah mereka terlebih dahulu. Selain itu, program tugas mengajar ini merupakan rangkaian dari beberapa program untuk menyukseskan proses kaderisasi guru.

Proses kaderisasi guru di lingkungan Pesantren Nuris Jember meliputi program tugas mengajar, program abdi masyarakat untuk siswa kelas XI MA Unggulan Nuris di pondok pesantren sekitar wilayah tapal kuda. Selain itu, juga ada program NSEP (Nuris Student Exchange Program) yakni program belajar dan mengajar di Thailand. Ada pula pelatihan guru kader dan guru pengabdian yang diadakan bagian SDM Pesantren Nuris Jember.

(baca juga: Program Tugas Mengajar Pesantren Nuris Jember, Latih Santri Jadi Pendidik Andalan)

“Madrasah kami akan selalu berusaha mencetak guru-guru berbakat. Melalui proses kaderisasi guru yang terdiri dari beberapa program di atas, diharapkan mampu mencetak guru yang mahir di bidang agama juga berkualitas tinggi,”kata Gus Robith Qoshidi,Lc., pengasuh Pesantren Nuris Jember. (red/Yuv)

 

Related Post