Merekontruksi Ulang Bangkitnya Stasiun Radio Indonesia

Penulis: Tazyinatul Ilmiah*

Tak banyak orang mengetahui bahwa 11 september diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Hal ini mungkin disebabkan sebagian orang menganggap bahwa radio mengalami ketertinggalan disebabkan pesatnya persebaran informasi melalui media sosial.

Radio sendiri merupakan salah satu jenis media massa satu arah yang memiliki guna atau fungsi untuk menyampaikan suatu pesan baik berupa berita, informasi, ataupun hiburan kepada masyarakat dalam lingkup yang cukup luas. Radio telah mengalami proses yang begitu lama pun panjang sebelum menjadi wujudnya yang seperti saat ini.        

(Baca juga: sejarah hari olahraga nasional)   

Di Indonesia sendiri sudah banyak stasiun-stasiun radio yang berkembang sejak era kemerdekaan. Salah satu stasiun terbesar di Indonesia ialah RRI  Radio Republik Indonesia. Tanggal 11 September 1945 merupakan hari peresmian RRI oleh pemerintah Indonesia.

Generasi pertama stasiun radio ada di Malabar, Jawa Tengah, sejak 1925 atau sekitar 20 tahun sebelum ada RRI. Sejarah berkata bahwa radio menjadi satu-satunya media penyebar informasi pada era kemerdekaan.

Bom Hiroshima dan Nagasaki menjadi tanda runtuhnya kekuasaan Jepang di Indonesia, informasi tersebut diperdengarkan melalui radio, rakyat Indonesia dapat segera merealisasikan kemerdekaannya pada masa itu melalui momentum 17 agustus 1945.

Ketika Hoyo Kyoku akhirnya dihentikan siarannya pada 19 agustus 1945, masyarakat Indonesia yang bekerja di penyiaran radio menyadari. Radio merupakan alat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat indonesia untuk melakukan komunikasi dan memberikan tuntunan kepada rakyat mengenai apa saja yang harus dilakukan.

Lalu berkumpullah perwakilan delapan stasiun berkumpul di gedung Raad Van Indje, Pejamon,Jakarta. Ke delapan perwakilan tersebut bersepakat meminta pemerintah untuk mendirikan stasiun radio sebagai alat komunikasi pemerintah dengan rakyat. Radio sendiri dipilih karna dinilai lebih cepat dan efisien dalam penggunaannya.

(Baca juga: sejarah pencak silat)

Akhirnya disepakatilah RRI untuk melanjutkan penyiaran dari delapan stasiun di Jawa untuk menjadi alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat.

Lembaga RRI kini diperkuat dengan 16 studio produksi serta 11 perwakilan RRI di luar negeri.

RRI sendiri memiliki:

> 61 programa 1

> 61 programa 2

> 61 programa 3

> 14 programa 4

> 7 studio produksi

Dengan sumber daya yang dimiliki saat ini RRI setara dengan 205 stasiun radio.

Sumber gambar: bosscha.id

Penulis merupakan siswa kelas IX MIPA 3 SMA Nuris Jember yang aktif di ekstrakurikuler jurnalistik

Related Post