Berlian Bercahaya

Berlian Bercahaya

penulis: Yosni Ayu Fazrani Z*.

Helai demi helai daun bercucuran dari pohonnya di setiap daun-daun itu seorang gadis akan melukis sebuah berlian indah.

Yang akan ia berikan kepada sang komet yang telah Tuhan ciptakan untuk seorang gadis ini. Apakah yang ingin ia berikan untuk sang komet? Perjuangan? Pelangalaman?  Apakah titik darah penghabisan? Dan di titik terakhir gadis ini akan menumbuhkan mahkota berbintang kepada sang komet!

Matahari berada di ufuk timur sinar yang terang menyinari seluruh bumi semesta, pagi terlihat sangat merona Mela, seorang gadis yang barasal dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan sedang membuka jendela kamarnya agar udara sejuk masuk ke kamarnya. Ketika Mela membuka jedela tiba-tiba terdengar suara ketuka pintu dari luar kamar “tok tok tok assalamualaikum! Mela, ini bunda sayang?” ucap sang bunda. “Waalaikumsallam masuk bunda pintunya gak di kunci kok, ada apa bunda Mela sudah siap-siap berangkat sekolah,” sahutnya sembari bersiap untuk berangkat ke sekolah. “Mela anakku sebelum kamu berangkat ke sekolah sarapan dulu, bunda sudah menyiapkan di meja makan,” balas sang bunda. Mela terlihat anggun dan cantik menggunkan baju seragam sekolah bercorak batik dan hijab dengan warna yang sam dengan bajunya.

***

Setelah menggunakan baju dan menyiapkan tasnya Mela segera keluar dari kamarnya dan bergegas menuju meja untuk sarapan bersama ayah, bunda, kakak, dan adiknya sangat terlihat rukun dan harmonis ketika Mela sarapan bersama keluarganya tidak ada yang gaduh maupun bertenggkar. Sarapan pun telah usai Mela adiknya berangkat sekolah diangkat oleh sang ayah yang sekalian ingin berangkat kerja sedangkan kakaknya berangkat kuliah. Sebelum Mela adiknya dan kakaknya berangkat mereka berpamitan terlebih dahulu kepada sang bunda, “bunda Mela, adik, dan kakak berangkat dulu ya! Kami minta doa dan restunya” ucap Mela kepada sang bunda. “iya anak-anakku bunda doakan kalian menjadi orang yang sukses dan tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina karena itu akan berguna untuk  masa depan kalian anak-anakku” Jawab sang bunda dengan senyuman manisnya.

***

Sang ayah siap menggantar anak-anak sudah berada di dalam “Avanza Silver” yang sudah tiap dari tadi, dengan cepat. Mela, adiknya, dan kakaknya naik ke dalam “Avanza Silver” itu lalu brangkatlah mereka dengan ucapan bismillah di perjalanan menuju sekolah. Mela berpikir untuk memberikan berlian kepada kedua orang tuanya tapi, dengan cara apa Mela memberikan berlian kepada kedua orang tuanya? Setelah menempuh perjalan selama 30 menit, akhirnya Mela dan adiknya tiba di sekolah dan segara turun dari mobil dan berpamit sembari salaman kepada sang ayah dan kakaknya. Kemudian Mela dan adiknya berjalan melalui koridor sekolah mereka, berjalan bareng menuju kelas dikarenkan  Mela kelas 11 SMA dan adiknya 10 SMA akhrinya berpisah disalah satu pertigaan koridor sekolah “kak Mela akau ke kelas dulu ya?” usap sang adik, “ iya dek hati-hati ya belajar yang benar” sahut Mela. Mereka telah berpisah dan masuk kelasnya masing-masing, ketika Mela menuju kelasnya ia melihat-lihat di tembok sekolahnya dan pas banget ada mading banyak informasi baru. Dan Mela melihat ada lomba membuat karya tulis sastra yaitu menulis cerita pendek yang temanya “cinta dan kasih sayang orang tua,” deadline pengumpulan nya masih 1 bulan lagi dan pengirimanya online.

***

“Wah, ini yang bagus aku akan menggikuti lomba ini dengan sungguh-sungguh aku ingin menjadi mencari pengalamaan melaluli lomba ini” gumam dalam hati Mela.

 Setelah Mela melihat dan membaca informasi lomba, ia segera menju ke kelasnya. Baru saja Mela sampai di kelas “kring..” bel masuk sekolah telah bunyi semua siswa-siswi masuk kelasnya masing. Kebetulan hari kelas 11 Ipa Sains pelajaran Bahasa Indonesia bab karya tulis ilmiah Sastra Indonesia. Bu Resta adalah guru Bahasa Indonesia kelas 11 Ipa Sains beliau yang memberikan materi bab tentang karya tulis sastra. Di dalam bab karya tulis sastra ini bu Resta mengajar struktur karya sastra, tanda bahasa indonesia yang benar, diksi, dan gaya bahasa( majas)

“ Anak-anak di bulan Maret 2019 ada lomba menulis karya sastra, siapa yang dari kelas 11 IPA sains menggikuti lomba ini?” ucap bu Resta kepada anak-anak

***

“ Saya bu yang akan menggikuti lomba nulis karya satra ini” sahut Mela sambil acungkan tangan, “ kamu Mela yang ikut lomba ini persipkan sebaik mungkin, agar kmau menjadi bintang di sekolah ini”! balas bu Resta. “ Baik bu, saya akan mempersiapkan lomba ini sebaik mungkin saya akan membawa nama baik sekolah dan membanggakan kedua orang tua saya” jawab Mela. Tak terasa usai sudah pelajaran bahasa indonesia ini pas banget jam istirahat telah tiba, Mela keluar kelas ingin menuju perpustakaan sekolah untuk mencari banyak ide, untuk persiapan membuat cerita pendek.

***

Perpustakaan di sekolah Mela sangat lengkap banyak refrensi karya-karya yang sudah menjadi buku. “ Di perpustakaan ini aku dapat mencari banyak karya yang sudah jadi sehingga, aku dapat membaca dan ini menjadi bhan ide untuk lomba” guman Mela. Ia sudah menemukan salah satu karya yang berjudul “ Hujan bulan Juni” ini adalah karangan sapardi djoko damono. Mela sangat menyukai karya tersebut dengan bhasa yang menarik ini menjadi peluang besar untuk Mela rajin membaca dan menulis sebuah karya. Usai sudah jam istirahat segera Mela masuk ke kelas untuk mengikutikembali pelajaran selanjutnya, bel masuk kelas sudah bunyi. Pelajaran selanjutnya biologi yang menggajar Bu Intan beliau salah satu guru yang humoris ketika menggajar, tidak membosankan. Kali ini membahas bab sel tumbuhan dan hewan Mela menggkuti pelajaraan ini dengan seksama sam habis jam pelajarannya.

(baca juga: Pesan Cinta dari Hotel Yamato)         

Jam pelajaraan habis dan waktu bel pulang telah tiba, Mela segera pulang ia berjalan menuju koridor sekolah untui melihat kembali info lomba menulis. Sambil menoleh kanan-kiri Mela berlajan menghampiri mading sekolah yang berada, di depan ruang guru. “ Wah, di depan mading sudah ramai di hampiri teman-temanku” guman Mela yang mungkin mereka juga ingin mencari info lomba-lomba yang tertera di mading.

***

Untung saja, brosur itu masih dimading sekolah Mela segera ia menggambil brosur untuk ia bawa pulang dan melihatt persyaratan nya dan ketentuannya. Habis ia mengambil brosur itu Mela pulang menuju rumah tanpa sadar ternyata di parkiran sudah ada.  Avanza silver yang menunggu didalam itu sang ayah telah siap menjemput Mela anak bungsu nya ia membuka pintu avanza silver lalu mencium punggu tanggan ayahnya seraja ia sangat menghormati dan patuh terhadap orang tuanya. Di perjalanan pulang ke rumah Mela memperhatikan brosur yang ia, ambil dari mading sekolahnya.

***

Selama perjalanaan Mela telah menemukan banyak ide dan langsung menuliskannya di selembar kertas putih dengan pena tinta hitam. Sang ayah tetapfokus menyetir sampai-sampai tak berbicara dengan anaknya ya mungkin ayahnya Mela sedang bayak tugas dikantornya makanya, ayahnya tidak berkata satu kata pun. Menghabiskan waktu selama perjalanan terangkai sudah ide yang akan ditulis oleh Mela, tak terasa telah tiba di istana nya. Sang bunda tercinta sudah menunggu kehadiran Mela dirumahnya avanza silver diparkirkan di garasi Mela segera turun, ia langsung membuka pintu mobil kemudian ia mengucapkan salam. Kepada sang bunda sembari mencium punggu tangan, “ Mela raut wajahmu terlihat lelah letih tertitih segara kamu ganti baju, makan siang, dan dilanjutkan istirahat” ujar bunda.

***

Mela menuju ruang untuk mengganti seragam sekolah karena seragamnya besok mau di pakai kembali. Usai menggati baju ia merebahkan tubuhnya sejenak di kasur karena ia lelah dan letih tetapi hal tidak menyurutkan niat Mela untuk tetap menggikuti lomba ini. Untung, kali Mela merahasiakan lomba ini dari orag tuanya hal  ia lakukan untuk memberi sebuah berlian terindah sepanjang hidup. Mela ingin melihat ke dua orang tuanya, adiknya, dan kakak tersenyum, bahagia, dan tidak mengecewakan tidak menyusahkan ke duao orang tua. Mela sudah banyak merepotkan kedua orang tuanya untuk membiayai pendidikan sampai saat ini. Menjadi anak kedua dari 3 bersaudara terkadang kedua orang tuanya pilih kasih terhadap Mela dan saudara-saudaranya.

***

Usai mendekap di kamar kurang lebih selama 20 menit ia, keluar untuk makan siang bersama keluarga ketika Mela jalan menuju meja makan ternyata ia sudah ditunggu oleh keluarnya. “Mela, cepat kesini nak! Kami sudah menunggumu untuk makan siang bareng,” ujar sang bunda, “ iya iya iya bunda ini Mela suda keluar kamar,” balas Mela. Suasana di meja makan sangat hangat semua keluarga Mela terlihat harmonis sekali, canda tawa terpancar dari mimik wajah keluarga mela. Ayah bunda Mela berpesan kepada 3 anaknya untuk selalu menyayangi satu sama lain dan rajinlah menuntu ilmu agar kelak menjadi orang yang sukses.

***

Dengan pesan dari ayah bunda 3 bersaudara itu sangat mendengarkan dengan seksama dan masuk kedalam hati meraka masing. Pesan bagaikan api telah lama padam yang berkobar kembali dengan torehan dari sang pahlawan untuk buah hatinya, usai sudah makan siang ini bunda merapihkan Mela pun membantunya agar cepat selesai. Mela anak yang rajin suka membantu kedua orang tua, terkadang ia merasa terpojokan karena. Mela tidak mempunyai kekurangan fisik dan penyakit yang sulit disembuhkan tetapi ia tetap percaya diri, memiliki tekad yang kuat, dan semangat yang tinggi untuk meraih mahkota bercahaya.

***

Hari terus bergati jarum jam berputar pada porosnya hari esokpun telah tiba, matahari telah terbit diufuk timur sinarnya cerah sampai-sampai menyengat jiwa dan raga. Mela telah bersiap-siap untuk menimba emas sedalam dalamnya di sekolah tercinta , “ Ayah ayo berangkat Mela sudah siap dan semangat sekali ayah! Ayo cepetan Mela tunggu di depan avanza silver,” ujar Mela dengan suara lumayan lantang. “ Iya iya Mela sayang ayah menuju keluar bersama kakak dan adikmu nak,” balas sang ayah sudah berkumpul semua mereka pamit kepada sang bunda sembari mencium tangan. Tepat pukul 06.45 pagi 3 bersaudara dan sang ayah melaju ke sekolah. Di perjalanan melaju ke sekolah Mela membawa buku dan pulpen untuk melanjutkan membuat cerita pendek kali ini ia mengambil tema cinta dan kasi sayang kedua orang tua dan hari ini kebelutan hari lomba akan dimulai ia harus persiap-siap menuju kota Jakarta untuk mempresentasikan karya tulisnya. Menempuh perjalan selama kurang lebih 30 menit akhirnya sudah sampai di sekolah ia langsung turun dari mobilnya sebelum itu ia minta doa dan pamit sembali ciup tangan. Ketika Mela turun dari avanza silver semua perserta telah bersiap-siap menunggu bus yang melaju ke Jakarta. Mela jalan menuju tempat perserta lomba untung saja ia tidak telat menunggu bisnya, ia sangat nerves sekali dikalaa ia mengikuti lomba ini. Pendamping Mela dan peserta lainnya adalah Bu Riska salah satu guru bahasa Indonesia di sekolahnya.

***

Waktu terus berjalan hingga waktu yang ditunggu sudah tiba ia di Jakarta tepat pukul 12.00 siang sudah ada di area perlombaan menulis cerpen. Semua peserta duduk ditempat yang telah di sediakan oleh panitia, Mela mendapatkan no urut 1 dari SMA 1 Solo. Panitia mendata para peserta yang telah hadir dan siap untuk lomba, beberapa menit setelah mendata panitia, memanggil nama Mela Andrian dari SMA 1 Solo silahkan maju untuk mempresentasikan karya. Detak jantung tak normal yang Mearasakan disaat ia dipanggung dihadapan dewan juri yang hebat, kebetulan salah satu juri lomba ini adalah Asma Nadia beliu penulis hebat,ternama, dan terkenal.

***

Dimulai dengan ucapan bismillah Mela memulai dengan mempresentasikan karya yaitu sinopsis dari keseluruhan isi  cerita, didalam cerita kali ini ia mencerikan tentang betapa berharganya sebuah kasih sayang kedua orang tua, pengorbanaan yang dipertaruhkan oleh orang tua dibuktikan dengan memberi pendidikan yang bagus. Dari semua cerita ang di tulis Mela benar-benar sangat memukau juri dan audien bahkan ada yang meneteakan air mata karena saking bagusnyanya ceritanya. Dewan juri sangat terkesan dengan cerita pendek Mela Mata beliau sampai berkaca-kaca.

***              

Akhirnya diakhiri dengan alhamdulillah usailah ia mempresentasikan karyanya di hadapan para juri, turun dari panggung dengan hati lengga tinggal tunggu pengumuman. Dewan juri sedang menilai semua penampilan peserta kemudian berunding untuk menentukan pemenang. Detik demi detik telah berlalu akhirnya pengumuman pemenang telah, kemudian panitia berkata: “Juara pertama lomba cerpen adalahhhhhhh MELA ANDRIAN siswi dari SMA 1 Solo,”ucap panitia utuk mana yang dipanggil mohon maju, Mela maju dengan perasaan senang. Dan ia mendapatkan uang sebersar 12.500.000, piala, dan 1 paket umroh untuk dua orang. “Alhamdulillah ya Allah akhirnya hamba bisa menjadi pemenang lomba ini, berlian bercahaya ini akan, aku persembahkan kepada kedua orangtuaku. Hati sungguh berbunga-bunga, akhirnya Mela pulang dengan membawa prestasi untuk sekolah dan berlian untuk kedua orang tua. Dengan bermodal ketekunan, kegigihan, usaha, dan doa percaya akan anugerah Tuhan Yang Maha Esa akhirnya Mela  berasil dengan meraih keberasilan.

*Penulis merupakan alumnus SMA Nuris Jember, kini sedang menempuh pendidikan sarjana di UNISMA

Related Post