Ungkap Kesiapan Pendidikan Bangsa di Era Society 5.0, Dua Pelajar SMA Nuris Jember Borong Piala Ajang Ngopi 2024

Bangkitkan Literasi Santri, Bergerak dan Berdampak Bagi Kemajuan Negeri

Pesantren Nuris – Pelajar SMA Nuris Jember benar-benar tanggap terhadap dinamika dunia pendidikan dan isu teknologi global meski berada di pesantren. Kegelisahaannya pun diungkapkan dalam esai yang kemudian dilombakan di ajang Ngopi (Nulis Opini Pendidikan) 2024 di Universitas Muhammadiyah (UM)  Jember pada tanggal 27 Januari 2024 kemarin.

Tak sia-sia, usaha dua pelajar SMA Nuris Jember mengungkap kesiapan pendidikan bangsa Indonesia di Era Society 5.0 dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul melalui karya esainya dinyatakan sebagai juara. Mereka adalah Aisyah Nur Fadilah (kelas XI MIPA 2) sebagai peraih Juara 1 dan Rhamdan Adi Putra (kelas XI MIPA 1) sebagai peraih Juara 3.

Dalam karya esai berjudul “Suntikan Era 5.0: Siapkah Hadapi Pendidikan Basis Teknologi?”, Aisyah Nur Fadilah menjelaskan transformasi pendidikan bangsa terhadap kemajuan teknologi dalam mempersiapkan regenerasi bangsa yang unggul.

Sementara itu, Rhamdan Adi Putra dalam esainya mengungkap solusi menuntaskan rendahnya daya saing SDM Bangsa Indonesia terhahadap bangsa-bangsa di dunia melalui navigasi kebijakan pendidikan merdeka belajar yang dicanangkan di Indonesia dengan judul “Society 5.0: Menguak Dinamika Transformasi dan Navigasi Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar di Indonesia”.

(baca juga: Dua Pelajar SMA Nuris Jember Raih Juara Reading Poetry dan MTQ di Ajang Ma’rifah Jilid VII)

Melalui karya esai tersebut mereka berhak atas piala prestasi, piagam, dan sejumlah uang pembinaan dari panitia. Bahkan torehan prestasi ini menunjukkan fasilitas santri di Pesantren Nuris Jember tetap terbuka dengan prasyarat tertentu agar para santri tetap mengikuti perkembangan kekinian dan berpikir konstruktif.

Aisyah menjelaskan, “Alhamdulillah senang sekali bisa juara 1 dan teman saya juga selembaga SMA Nuris juga juara 3. Pentingnya pendidikan dan kesiapan transformasi dengan kemajuan teknologi tak dapat dihindarkan. Meski kita di pesantren secara bertahap juga harus adaptif.”

“Saya berharap terus bisa berkarya, menggagas hal-hal yang baik demi kemajuan bangsa dan peradabannya. Semoga prestasi ini semakin memacu semangat para santri untuk doyan membaca dan menulis esai sebagai sebuah daya gerak untuk berdampak demi kemajuan bangsa.” Imbuhnya.[AF.Red]

 

Related Post