Pemahaman Lebih Penting daripada Kecepatan bagi Wildan
Pesantren Nuris – Muhammad Wildan Hamidi menutup masa belajarnya di SMK Nuris Jember dengan sederet pencapaian yang membanggakan. Siswa asal Pakusari, Jember, ini berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning. Ketiga kitab itu meliputi 101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah.
Di lingkungan sekolah maupun pesantren, Wildan dikenal sebagai sosok yang rajin dan konsisten dalam belajar. Ia bukan tipe siswa yang banyak menonjolkan diri, tetapi kesungguhannya terlihat dari cara ia menjalani setiap proses dengan disiplin. Selama duduk di bangku SMK, Wildan juga sempat meraih peringkat tiga di kelasnya.
Namun, di balik prestasi akademiknya, perjalanan Wildan dalam menyelesaikan pembelajaran kitab kuning menjadi salah satu hal yang paling berkesan. Selama mondok di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, ia berhasil menuntaskan tiga kitab kuning setelah melalui proses belajar yang cukup panjang.
Belajar kitab kuning memang bukan perkara sederhana. Selain harus mampu membaca tulisan Arab tanpa harakat, para santri juga dituntut memahami isi dan kandungan ilmu di dalamnya. Dibutuhkan ketelatenan dan konsistensi agar mampu mengikuti pembelajaran hingga tuntas. Bagi Wildan, pemahaman adalah nomor satu, alih-alih cepat, tetapi langsung hilang dari ingatan.
(Baca juga : Perjuangan Panjang Terbayar, 11 Siswa SMK Nuris Kini Resmi Jadi Calon Mahasiswa Lewat Jalur SNBT)
Wildan termasuk siswa yang cukup tekun mengikuti kegiatan mengaji di pesantren. Ia dikenal disiplin hadir dalam pembelajaran dan serius saat menyimak penjelasan guru. Meski aktivitas sekolah dan praktik jurusan cukup padat, ia tetap berusaha menjaga ritme belajar agar keduanya bisa berjalan seimbang.
Beberapa waktu lalu, Wildan juga diterima di perguruan tinggi dengan jalur tes. Keberhasilannya lolos SNBT di Program Studi Produksi Ternak Politeknik Negeri Jember menjadi salah satu bukti bahwa kerja keras yang dijalani selama ini membuahkan hasil. Jurusan tersebut dipilih karena sesuai dengan minat yang ingin ia dalami setelah lulus dari SMK.
Meski berhasil meraih beberapa pencapaian, Wildan tetap memandang proses belajar sebagai bagian paling penting dalam perjalanan hidupnya. Baginya, pengalaman selama mondok memberikan banyak pelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu, tetapi juga tentang cara menghadapi kehidupan.
Saat ditemui usai prosesi wisuda kitab, Wildan menyampaikan kesannya tentang perjalanan belajar yang ia jalani selama ini. Dengan gaya bicara santai, ia mengungkapkan bahwa proses panjang di pesantren mengajarkannya untuk lebih menghargai setiap tahapan hidup.
“Dulu saya sering berpikir kalau berhasil itu soal siapa yang paling cepat sampai. Tapi setelah menjalani semua proses ini, saya sadar kalau setiap orang punya waktunya masing-masing. Yang penting bukan seberapa cepat, tapi apakah kita tetap mau berjalan meski pelan,” ujarnya.
Kisah Muhammad Wildan Hamidi menjadi gambaran bahwa ketekunan dan kesabaran akan selalu menemukan hasil terbaiknya. Dari ruang kelas, majelis kitab, hingga langkah menuju perguruan tinggi negeri, Wildan berhasil membuktikan bahwa usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh tidak pernah berakhir sia-sia. (MFAF.Red)
Nama : Muhammad Wildan Hamidi
Kelas : XII TSM
Alamat : Pakusari, Jember
Hobi : membaca
Cita-cita : Teknisi andal
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
Riwayat Prestasi : Peringkat 3 Kelas XI TSM SMK Nuris Jember Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025
