Ara, Si Gadis Pintar dan Sopan Sukses Memenuhi Capaian TPA di MI Unggulan Nuris Jember

Senyum Ceria yang Membawa Berkah

Pesantren Nuris – Halaman madrasah selalu menyimpan kenangan manis tentang anak-anak didiknya yang terus bertumbuh. Setiap tahun ajaran berganti, selalu ada wajah-wajah baru yang datang, dan ada pula langkah-langkah tegap yang pergi meninggalkan gerbang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meski raga mereka tak lagi berlarian di lorong-lorong madrasah ibtidaiyah ini, cerita tentang ketekunan dan kebaikan hati mereka selalu tertinggal, menjadi inspirasi yang tak pernah usang untuk adik-adik kelasnya.

Dari sekian banyak cerita indah yang menghangatkan hati, ada satu kisah kebanggaan dari ruang mengaji yang sayang untuk dilewatkan. Mari kita menatap sejenak sebuah potret manis yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di sana, berdiri seorang gadis remaja dengan balutan kerudung hijau tosca muda yang senada dengan warna bajunya. Senyumnya merekah ceria ke arah kamera, sementara kedua tangannya mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an. Gadis menawan ini bernama lengkap Mutiara Nyla Azzahra, yang oleh teman-teman dan bapak ibu guru amat akrab disapa Ara.

Siapa yang tak kenal Ara saat ia masih berseragam merah putih dulu? Di lingkungan sekolah, anak perempuan ini bagaikan sumber energi positif yang selalu berhasil mencairkan suasana. Ia dikenal sebagai siswi yang amat ceria, seolah tidak pernah kehabisan senyum untuk dibagikan kepada siapa saja yang berpapasan dengannya. Lebih dari sekadar ceria, Ara juga dianugerahi otak yang pintar, membuatnya selalu tanggap dan mudah memahami berbagai pelajaran di dalam kelas.

(Baca Juga: Tak Hanya Suka Borong Piala, Fahmi Juga Sukses Capai Al-Qur’an di MI Unggulan Nuris Jember)

Namun, pesona sejati yang paling melekat dari sosok Ara di mata para pendidik adalah kehalusan adabnya. Kepintarannya tidak pernah membuatnya tinggi hati. Sebaliknya, Ara adalah salah satu murid yang amat sangat sopan, terutama ketika berhadapan dengan bapak dan ibu guru. Tutur katanya yang lembut dan sikap hormatnya selalu berhasil membuat para ustadz dan ustadzah merasa sangat dihargai saat mendidiknya.

Karakter mulia dan kepintaran yang ia miliki di kelas reguler itu nyatanya juga ia bawa saat duduk bersila di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ara tidak pernah main-main saat berhadapan dengan lembaran huruf hijaiyah. Ia menyimak setiap arahan tajwid dari gurunya dengan penuh perhatian dan kesopanan. Ketekunan ini membuat kelancaran lisannya dalam membaca ayat suci berkembang dengan sangat pesat.

Usaha keras dan keikhlasannya dalam mengaji itu akhirnya bermuara pada sebuah titik pencapaian yang teramat membanggakan. Per tanggal 30 Mei 2026, anak ini sudah mencapai tahap Al-Qur’an secara resmi. Tanggal tersebut menjadi saksi bisu keberhasilannya menembus tahapan tertinggi di jenjang TPA, sebuah bukti nyata bahwa keceriaan dan kesantunan yang dibarengi dengan ketekunan selalu membuahkan hasil yang manis.

Capaian ini terasa semakin istimewa jika kita mengingat kembali momen tersebut. Kala itu, di bulan Mei, Ara masih berstatus sebagai siswi yang duduk di bangku kelas 6C. Berhasil merampungkan jenjang TPA sebelum hari kelulusan tiba tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Kini, waktu telah membawanya melangkah lebih jauh. Ara sudah menjadi siswi kelas 7, yang artinya ia sedang asyik merajut petualangan barunya di bangku MTs.

Mengetahui mantan anak didiknya meninggalkan rekam jejak yang begitu indah, Ustadzah Putri yang dahulu setia mendampinginya sebagai wali kelas 6C, tentu merasa amat terharu. Beliau adalah sosok yang paling mengerti bagaimana ceria dan sopannya Ara setiap hari di kelas. Meraih tahap Al-Qur’an di akhir masa sekolah dasarnya adalah kado perpisahan yang sangat membanggakan bagi sang ustadzah.

Lewat momen kenangan yang penuh kehangatan ini, Ustadzah Putri menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang sangat menyentuh hati. > “Masya Allah, Mbak Ara sayang. Ustadzah selalu rindu dengan senyum ceriamu dan sikap sopanmu setiap kali kita bertemu. Pesan Ustadzah untuk Mbak Ara yang sekarang sudah berseragam MTs, tetaplah jadi anak yang pintar dan rendah hati ya, Nak. Jadikan Al-Qur’an yang sudah kamu capai ini sebagai teman setiamu. Semoga ke depannya Mbak Ara semakin sukses, menjadi anak shalihah yang selalu menyejukkan hati keluarga, dan semua doa baikmu dimudahkan oleh Allah.”

Untaian wejangan sarat makna dari sang wali kelas itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk memeluk dan memotivasi seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berproses di madrasah. > “Untuk seluruh anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, jadikanlah sosok Mbak Ara ini sebagai teladan yang baik. Jadilah anak yang ceria di sekolah, belajarlah dengan giat agar pintar, dan yang paling utama, jangan pernah lupakan kesopanan kepada guru-guru kalian. Teruslah semangat mengaji, karena anak yang cerdas otaknya dan mulia akhlaknya adalah perhiasan dunia yang sesungguhnya.”

Sekali lagi, selamat untuk Ara atas capaian TPA yang telah diraih dengan penuh dedikasi ini. Teruslah tebarkan senyum ceria dan kesantunanmu di sekolah yang baru, jadilah bintang yang tak pernah lelah menebar kebaikan di mana pun kamu berada, Barakallah, Nak. [FE.Red]

 

Nama : Mutiara Nyla Azzahra

Kelas : 6-C

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Nama Ayah : Sony Hidayat

Nama Ibu : Latifatul Amini

Capaian : Al-Qur’an

Tanggal : 30 Mei 2026

Related Post