Siswa yang Suka Sains Ini Memenuhi Capaian TPA Sebelum Lulus!
Pesantren Nuris – Kabar baik seolah menjadi hembusan angin pagi yang tak pernah absen menyapa pelataran madrasah kita tercinta. Melanjutkan rantai cerita inspiratif dari anak-anak hebat yang sebelumnya telah lebih dulu menorehkan tinta emas, MI Unggulan Nuris Jember kembali disinggahi kisah yang luar biasa membanggakan. Seolah sudah menjadi tradisi yang mengakar kuat, madrasah ini terus menjadi wadah yang subur bagi tumbuhnya generasi pemenang, yang tak hanya cerdas membongkar ilmu pengetahuan, tetapi juga tekun mendalami ilmu agamanya.
Mari kita arahkan pandangan sejenak pada sebuah potret yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di balik bingkai tersebut, tampak seorang anak laki-laki dengan balutan busana muslim berwarna biru terang yang begitu pas di badannya. Peci hitamnya bertengger rapi, sementara kedua tangannya mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an berwarna hijau gelap. Dengan senyum tipis yang penuh percaya diri menghadap kamera, jagoan kita yang satu ini bernama lengkap Hisyam Ramaditya, yang sehari-harinya amat akrab disapa Hisyam.
Bagi seluruh warga madrasah, mendengar nama Hisyam rasanya sudah sangat lekat dengan dunia sains dan eksperimen. Anak laki-laki ini dikenal luas sebagai jagonya ilmu pengetahuan alam. Kecintaannya pada sains membuatnya selalu tampil antusias setiap kali bapak dan ibu guru menjelaskan fenomena-fenomena alam di kelas. Hisyam dianugerahi rasa ingin tahu yang sangat tinggi, membuatnya selalu aktif bertanya dan tak pernah puas hanya dengan membaca teori dari buku teks saja.
(Baca Juga : Tak Hanya Suka Borong Piala, Fahmi Juga Sukses Capai Al-Qur’an di MI Unggulan Nuris Jember)
Kepintaran dan energi aktifnya itu telah membawa Hisyam pada rentetan jejak prestasi yang sangat panjang. Namanya sering kali menjadi andalan madrasah untuk terjun di berbagai ajang kompetisi sains bergengsi. Tidak terhitung sudah berapa banyak medali dan piala yang berhasil ia bawa pulang, yang tentunya selalu sukses mengharumkan dan membanggakan nama sekolah di mata khalayak luas.
Menariknya, rasa ingin tahu Hisyam yang begitu besar tak hanya berhenti pada rahasia alam semesta saja. Ia membawa semangat yang sama teguhnya saat duduk melingkar di ruang Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Kelincahan akalnya dalam membedah teori sains ternyata sejalan dengan kesabarannya dalam membedah huruf demi huruf hijaiyah. Ia menyimak dengan saksama setiap perbaikan tajwid dari gurunya, dan terus mengulangnya hingga suaranya mengalun fasih.
Ketekunan merawat bacaan suci tersebut akhirnya bermuara pada sebuah titik pencapaian yang teramat istimewa. Per tanggal 30 Mei 2026, Hisyam secara resmi sudah mencapai tahap Al-Qur’an. Capaian luar biasa ini ia raih tatkala ia masih berstatus sebagai siswa yang duduk menimba ilmu di bangku kelas 6A. Merengkuh jenjang tertinggi di TPA saat ia juga disibukkan dengan berbagai persiapan lomba tentu menjadi sebuah kebanggaan yang nilainya tak terhingga.
Tentu saja, keberhasilan Hisyam menyeimbangkan deretan piala sains dengan kelancaran membaca Al-Qur’an ini tidak lepas dari dukungan luar biasa di belakang layar. Ada peran serta orang tua yang tak kenal lelah mendampingi proses belajarnya. Kerja sama yang begitu solid dan luar biasa antara pihak keluarga dan sekolah menjadi kunci utama mengapa Hisyam bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas secara akademik dan matang secara spiritual.
Waktu berjalan dengan begitu senyap, mengiringi langkah Hisyam yang kini kian beranjak remaja. Si jago sains yang aktif ini sekarang telah menanggalkan seragam merah putihnya dan resmi merajut petualangan baru sebagai siswa kelas 7, atau kelas 1 di bangku SMP. Walaupun raganya tak lagi membedah buku-buku sains di perpustakaan madrasah ibtidaiyah ini, rekam jejak prestasinya yang gemilang tetap utuh menjadi cerita yang selalu menghangatkan almamater.
Ustadzah Anisa, sosok guru penyabar yang dahulu setia mendampinginya sebagai wali kelas 6A, tentu tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Beliau amat hafal bagaimana keseharian Hisyam di kelas; rentetan pertanyaan kritisnya yang selalu menghidupkan suasana belajar, serta kebaikan hatinya. Mengetahui mantan anak didiknya sukses menyeimbangkan piala duniawi dengan kelancaran membaca ayat suci, rasa syukur yang teramat dalam terus mengalir dari lisan sang ustadzah.
Lewat momen kenangan yang indah ini, Ustadzah Anisa menitipkan untaian doa dan pesan yang amat menyentuh hati. “Masya Allah, Mas Hisyam. Ustadzah selalu rindu dengan pertanyaan-pertanyaan cerdasmu di kelas sains dulu. Pesan Ustadzah untuk Mas Hisyam di SMP, rawat terus rasa ingin tahumu yang luar biasa itu ya, Nak. Tetaplah jadi anak yang aktif dan pintar, namun jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama di setiap penemuan belajarmu kelak. Semoga ke depannya Mas Hisyam semakin sukses, menjadi anak sholih kebanggaan ayah bunda, dan kelak menjadi ilmuwan hebat yang selalu tawadhu.”
Untaian wejangan sarat makna dari Ustadzah Anisa itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk merangkul dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk seluruh anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan Mas Hisyam ini sebagai inspirasi nyata. Gali terus rasa ingin tahu kalian, eksplorasi ilmu sebanyak-banyaknya, jadilah juara di bidang yang kalian minati. Tapi ingat, sehebat apa pun ilmu yang kalian miliki nanti, jangan pernah tinggalkan kebiasaan membaca Al-Qur’an. Jadilah generasi yang cerdas otaknya dan bercahaya hatinya.”
Sekali lagi, selamat untuk Hisyam atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah diraih dengan penuh ketekunan ini. Teruslah ukir prestasimu di sekolah yang baru dan jadilah bintang sains yang tak pernah lelah menebar kebaikan, Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Hisyam Ramaditya
Kelas : 6-A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Wachid Hasyim
Nama Ibu : Lutfiyah Evy Dianasari
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal : 30 Mei 2026
