Tak Punya Piala Tapi Punya Hafalan, Rijal Bikin Salut
Pesantren Nuris — Muh Rijal Maulana Akbar merupakan salah satu siswa kelas XII D di MA Unggulan Nuris Jember yang dikenal sebagai santri dengan semangat kuat dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Rijal tetap istiqomah menjalani proses menghafal dan murojaah sebagai bagian dari perjuangan hidupnya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Putra dari pasangan Bapak Hudi Siswoko dan Ibu Uswatun Hasanah ini berhasil mencapai momen khatam hafalan pada tanggal 6 Desember 2024. Pencapaian tersebut menjadi salah satu perjalanan penting dalam hidupnya sebagai seorang penghafal Al-Qur’an. Proses menuju titik tersebut tentu tidak mudah karena membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta perjuangan yang panjang.
Sebelum menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Rijal mengenyam pendidikan di MTs Nahdhatuth Thalabah Yasinat. Dari lingkungan pendidikan tersebut, kecintaannya terhadap Al-Qur’an mulai tumbuh hingga akhirnya serius mendalami dunia tahfidz.
Selain aktif dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an, Rijal juga memiliki hobi bermain futsal. Baginya, olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus melepas penat setelah menjalani rutinitas belajar dan murojaah hafalan. Keseimbangan antara aktivitas fisik dan spiritual menjadi bagian penting dalam kehidupannya sehari-hari.
Motivasi terbesar yang selalu dipegang Rijal dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an adalah sabda Rasulullah SAW:
“خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ ”
Yang berarti, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(Baca juga : Dari Hobi Membaca hingga Raih Medali di Kancah Nasional, Prestasi Keren Santri MA Unggulan Nuris)
Kalimat tersebut menjadi pegangan hidup yang terus memotivasinya agar tetap istiqomah dalam belajar dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Rijal ingin menjadi pribadi yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga dapat mengajarkan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses menghafal, Rijal mengaku bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah melawan rasa malas. Rasa jenuh dan kurang semangat terkadang muncul ketika jadwal kegiatan pesantren dan sekolah terasa padat. Namun, ia menyadari bahwa perjuangan seorang penghafal Al-Qur’an memang tidak lepas dari ujian kesabaran dan konsistensi.
Untuk menjaga hafalannya tetap kuat, Rijal menggunakan metode takrir, yaitu metode mengulang hafalan secara terus-menerus hingga benar-benar melekat di ingatan. Menurutnya, kunci utama dalam menjaga hafalan bukan hanya menghafal sekali, tetapi terus mengulang agar hafalan tetap lancar dan tidak mudah hilang.
Metode tersebut mengajarkan Rijal pentingnya kedisiplinan dan kesabaran. Ia harus meluangkan waktu setiap hari untuk murojaah meskipun terkadang rasa malas datang menghampiri. Namun, ia percaya bahwa semakin sering hafalan diulang, maka hafalan tersebut akan semakin kuat.
Dalam perjalanan tahfidznya, Rijal juga pernah mengikuti lomba MHQ internal lembaga. Meski belum berhasil meraih prestasi, pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dalam proses belajarnya. Baginya, mengikuti lomba bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba dan melatih kemampuan diri.
Tidak memiliki gelar juara tidak membuat Rijal berkecil hati. Sebaliknya, ia justru semakin termotivasi untuk terus memperbaiki hafalan dan meningkatkan kualitas bacaannya. Ia memahami bahwa keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an tidak selalu diukur dari trofi atau penghargaan, tetapi dari sejauh mana ia mampu menjaga hafalan dan mengamalkannya.
Harapan terbesar Rijal ke depan adalah dapat mengajarkan dan menerapkan seluruh isi Al-Qur’an dalam kehidupannya. Ia ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang mampu membimbing dirinya dalam setiap langkah dan keputusan.
Selain ingin terus menjaga hafalan, Rijal juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di UIN KHAS Jember dan menjadi seorang guru. Ia ingin menjadi pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda.
Dalam pesan motivasinya, Rijal mengajak seluruh penghafal Al-Qur’an untuk terus mengulang hafalan hingga hafalan tersebut melekat kuat seperti Surat Al-Fatihah. Menurutnya, hafalan yang terus dijaga dan diulang akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan sulit untuk dilupakan.
Muh Rijal Maulana Akbar menjadi inspirasi bahwa perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang pencapaian prestasi, tetapi tentang proses panjang dalam menjaga istiqomah dan melawan rasa malas. Dengan tekad kuat dan niat yang tulus, setiap santri memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Perjalanan Rijal juga menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari penghargaan yang diraih, melainkan dari seberapa besar usaha yang dilakukan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Semangatnya dalam menjaga hafalan menjadi teladan bagi banyak pelajar lainnya.
Semoga Muh Rijal Maulana Akbar terus diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Dengan semangat istiqomah dan cita-cita mulia yang dimilikinya, ia diharapkan mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan masa depan bangsa. [LA.Red]
Nama : Muh Rijal Maulana Akbar
Hobi : Futsal
Cita2 : Guru
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII D
Prestasi : Khatam 30 Juz
