Menjadi santri penghafal Al-Qur’an yang terus belajar melawan rasa malas
Pesantren Nuris — Ni’matul Hidayah menjadi salah satu siswi kelas XII D di MA Unggulan Nuris Jember yang dikenal memiliki semangat tinggi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus meraih prestasi akademik. Sosok yang memiliki hobi menulis ini menunjukkan bahwa seorang santri mampu berkembang dalam banyak bidang apabila dijalani dengan kesungguhan dan istiqomah.
Putri dari pasangan Ahmad Rasidi dan Umi Zaidani ini mengikuti program tahfidz dengan paket hafalan 10 juz. Perjalanan menjaga hafalan tersebut menjadi proses panjang yang penuh tantangan, tetapi juga memberikan banyak pengalaman berharga dalam kehidupannya sebagai seorang santri.
Sebelum melanjutkan pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Ni’matul menempuh pendidikan di MTs Riadlus Sholihin. Dari lingkungan pendidikan tersebut, semangatnya dalam mendalami ilmu agama dan Al-Qur’an mulai tumbuh hingga akhirnya serius menjalani program tahfidz.
Di tengah kesibukan belajar dan murojaah, Ni’matul memiliki hobi menulis. Baginya, menulis menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan pikiran sekaligus mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Kebiasaan menulis juga membantu dirinya lebih terbiasa berpikir tenang dan teratur dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
(Baca juga : Istiqomah Murojaah Jadi Kunci, Afrahul Siswa MA Unggulan Nuris menghadapi tantangan menghafal Al-Qur’an)
Motivasi terbesar Ni’matul dalam menghafal Al-Qur’an adalah keinginannya untuk tetap istiqomah dalam murojaah meskipun banyak cobaan yang harus dihadapi. Ia menyadari bahwa perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menambah hafalan, tetapi juga bagaimana menjaga hafalan tersebut agar tetap kuat dan tidak hilang.
Dalam proses tahfidz, Ni’matul mengaku menghadapi banyak kesulitan. Salah satu tantangan terbesar yang sering dialaminya adalah menjaga keistiqomahan dalam murojaah. Terkadang rasa malas, lelah, atau kondisi hati yang kurang stabil membuat proses murojaah menjadi tidak mudah untuk dijalani secara konsisten.
Meski demikian, Ni’matul terus berusaha melawan rasa malas tersebut dengan tetap membangun kebiasaan mengulang hafalan setiap hari. Baginya, istiqomah memang tidak mudah, tetapi harus terus diperjuangkan sedikit demi sedikit.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Ni’matul adalah ketika berhasil mencapai target hafalan yang telah ditentukan. Ia mengaku merasa sangat lega dan bahagia setiap kali target tersebut berhasil dicapai. Perasaan itu menjadi penyemangat baru untuk terus melanjutkan perjuangannya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Selain aktif dalam dunia tahfidz, Ni’matul juga mengikuti berbagai perlombaan internal pondok maupun sekolah. Dalam lomba internal pondok, ia berhasil meraih Juara 2 MHQ 5 juz. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa usaha dan konsistensinya dalam menjaga hafalan mampu membuahkan hasil yang membanggakan.
Tidak hanya berprestasi dalam bidang tahfidz, Ni’matul juga menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa. Ia berhasil meraih Juara 1 Biologi dan Juara 3 Fisika dalam ajang perlombaan internal sekolah. Prestasi ini menunjukkan bahwa dirinya mampu menyeimbangkan antara hafalan Al-Qur’an dan kemampuan akademik secara bersamaan.
Keberhasilan tersebut tentu tidak diraih dengan mudah. Dibutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat tetap fokus dalam belajar, mengikuti kegiatan sekolah, serta menjaga hafalan Al-Qur’an secara konsisten.
Ni’matul memiliki harapan besar agar dirinya selalu istiqomah dalam menghafal dan murojaah Al-Qur’an. Baginya, menjaga hafalan jauh lebih sulit dibandingkan menambah hafalan baru, sehingga dibutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat agar tetap dekat dengan Al-Qur’an setiap hari.
Selain memiliki semangat besar dalam dunia tahfidz, Ni’matul juga memiliki cita-cita menjadi seorang guru MI. Ia ingin menjadi pendidik yang mampu mengajarkan ilmu agama sekaligus membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan mencintai Al-Qur’an.
Cita-cita tersebut menunjukkan bahwa Ni’matul ingin menjadikan ilmu yang dimilikinya sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada banyak orang. Ia berharap apa yang dipelajarinya selama ini dapat menjadi bekal untuk membantu dan mendidik generasi masa depan.
Ni’matul Hidayah menjadi inspirasi bagi banyak pelajar bahwa menjaga hafalan Al-Qur’an membutuhkan perjuangan dan kesabaran yang besar. Setiap proses yang dijalani, mulai dari rasa malas hingga perjuangan menjaga istiqomah, merupakan bagian penting dalam perjalanan menjadi penghafal Al-Qur’an.
Perjalanan Ni’matul juga membuktikan bahwa seorang santri mampu berkembang dalam berbagai bidang sekaligus. Tidak hanya menjaga hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang akademik dan tetap memiliki semangat besar untuk mengejar cita-cita.
Semoga perjalanan Ni’matul Hidayah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an terus diberikan kemudahan dan keberkahan. Dengan semangat istiqomah dan kerja keras yang dimilikinya, ia diharapkan mampu menjadi pribadi yang sukses, bermanfaat, dan menginspirasi banyak orang di masa depan. [LA.Red]
Nama : Ni’matul Hidayah
Hobi : Menulis
Cita2 : Guru MI
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII D
Prestasi : Hafal 10 juz
