Hobi Membuat Komik dan Game Sederhana tak Surutkan Semangatnya Khatamkan Kitab Aqidatul Awam
Pesantren Nuris – Keseimbangan dalam mengejar hobi dan prestasi agama tampak nyata dalam sosok Naura Rodliyah Az-Zahra, siswi kelas 4C MI Unggulan Nuris yang akrab disapa Ning Aya. Putri dari pasangan pengasuh Pesantren Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc. dan Ning Lailatul Happy Dian, S.Pd.I., ini baru saja menorehkan prestasi keagamaan dengan mengkhatamkan 57 bait kitab Aqidatul Awam. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di balik keceriaannya, siswi yang berdomisili di Ponpes Nuris Jember tepatnya Dhalem Timur ini memiliki nilai ketekunan dalam menjaga warisan keilmuan Islam.
Di balik kemampuannya menghafal nadhom, Ning Aya adalah sosok calon kreator masa depan dengan hobi yang tergolong unik dan modern. Hampir setiap hari sepulang sekolah, ia menekuni hobi menggambar komik dan ilustrasi bercerita melalui perangkat iPad miliknya. Tidak sekadar menggambar manual, ia juga mampu menciptakan animasi yang dipadukan dengan musik, bahkan mampu merancang game sederhana secara mandiri. Kemampuan IT yang ia miliki di usia belia ini menjadi bekal berharga bagi masa depannya di era digital.
Bakat seni yang mengalir dalam dirinya sejalan dengan hasil tes STIFIn miliknya, yaitu tipe Intuiting. Sebagai anak dengan karakter tersebut, Ning Aya memiliki kecenderungan alami untuk bereksplorasi, berinovasi, dan menyukai hal-hal yang bersifat kreatif. Karakter ini pula yang membuatnya dikenal sebagai pribadi yang humble, asyik, dan mudah bergaul di lingkungan sekolah maupun rumah. Baginya, mengeksplorasi ide melalui teknologi adalah sebuah passion yang sangat menyenangkan.
(Baca juga : Lancar dan Berkah! Ifadotul Husna Siswi Kelas 4C MI Unggulan Nuris Khatamkan Kitab Aqidatul Awam tanpa Halangan)
Tak hanya mahir di depan layar, Ning Aya juga menunjukkan bakatnya di dapur layaknya seorang “koki cilik”. Di sela kesibukannya, ia sering bereksperimen membuat masakan sederhana seperti cilok hingga pancake untuk keluarga di rumah. Kemandirian dan keberaniannya mencoba hal baru di usia kelas 4 SD menunjukkan sisi adaptif yang kuat, membuktikan bahwa kreativitasnya tidak terbatas pada satu bidang saja namun menyentuh berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Terkait prestasi menghafal kitab, perjalanannya tidak selalu mulus. Ning Aya memiliki gaya belajar unik yang membutuhkan dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Menurut sang ibu, Ning Dian, putri mereka lebih efektif menghafal jika ditemani, bahkan terkadang dilakukan sambil bermain atau diselingi bermain game. Meski tidak menyukai pola belajar yang monoton, terbukti metode praktik dan kolaborasi ini berhasil membawanya mengkhatamkan 57 bait kitab karya Syekh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki tersebut.
Motivasi besar di balik hafalan ini adalah agar Ning Aya memahami seluruh isi dari kitab tersebut dan bisa mengamalkannya. Pun sejalan dengan keinginan orang tua agar Ning Aya memahami pondasi dasar tauhid sejak dini. Kitab Aqidatul Awam dipilih karena isinya yang sangat fundamental bagi umat Islam, mencakup rukun iman, sifat-sifat Allah, hingga pengenalan terhadap para Malaikat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi benteng akidah bagi Ning Aya di tengah arus zaman yang kian dinamis, mengingat kitab ini adalah rujukan utama di hampir seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Kebahagiaan mendalam pun dirasakan oleh orang tua atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, kami merasa senang dan bersyukur. Ini adalah pintu awal bagi putri kami untuk lebih memahami akidah Islam. Semoga dengan hafalan ini, Naura bisa menjadi anak yang sholehah dan memiliki pondasi keimanan yang kuat,” ungkap Ning Dian dengan penuh harap. Rasa bangga ini juga turut dirasakan oleh wali kelas dan pihak sekolah yang melihat potensi besar dalam kolaborasi kecerdasan spiritual dan intelektual Ning Aya.
Meski cita-citanya di masa depan masih menjadi rahasia waktu, kombinasi antara kecintaan pada pelajaran Bahasa Inggris, kemampuan teknologi, dan penguasaan kitab suci menjadikannya sosok siswi yang berbakat. Ning Aya menjadi contoh nyata bahwa menjadi seorang “Ning” dan anak pesantren tidak membatasi seseorang untuk menjadi modern dan kreatif. Dengan semangat juang yang tinggi, ia membuktikan bahwa rintangan apa pun dalam belajar dapat dilalui selama ada kemauan untuk terus berusaha. [SR.Red]
Nama : Naura Rodliyah Az-Zahra
Kelas : IV C
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Khatam Kitab Aqidatul Awam 57 Bait
