Termotivasi Teman Sebaya, Widiah Qurratul ‘Aini Siswi SMA Nuris Jember Sukses Sabet Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia Nasional

Lawan Rasa Kurang Fokus Lewat Kedisiplinan, Widiah Sukses Ukir Prestasi Gemilang di Ajang KNI 13

Pesantren Nuris – Sebuah inspirasi positif bisa datang dari mana saja, termasuk dari lingkungan pertemanan di sekolah. Hal inilah yang dibuktikan oleh Widiah Qurratul ‘Aini, siswi kelas XI MIPA 2 SMA Nuris Jember. Berawal dari melihat keberhasilan teman-temannya, Widiah sukses menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Medali Perak dalam ajang Olimpiade Bahasa Indonesia “Kompetisi Nasional Indonesia 13” yang diselenggarakan oleh Kompetensi Nasional Indonesia pada 19 April 2026 lalu secara daring (online).

Gadis asal Dawuhan, Situbondo yang akrab disapa Widiah ini merupakan alumni SMP Nuris Jember sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di SMA Nuris Jember. Keputusannya untuk mengikuti kompetisi berawal dari sebuah keinginan yang sederhana namun bermakna besar. “Alasan saya mengikuti lomba ini karena ingin mencoba hal baru karena saya sangat termotivasi oleh teman-teman lain yang sudah lebih dulu mengikuti lomba,” ujar Widiah.

Melihat foto-foto temannya yang berprestasi terpampang rapi di sudut-sudut pesantren ternyata menumbuhkan api semangat yang luar biasa di hatinya. “Motivasi terbesar saya adalah ingin seperti teman-teman yang berprestasi hingga fotonya terpampang di banner apresiasi sekolah. Selain itu, saya juga ingin sekali membanggakan orang-orang di sekitar saya, terutama orang tua, lewat pencapaian yang positif,” tuturnya jujur mengenai mimpi yang kini berhasil diwujudkannya.

(Baca juga : Santri Asal Lampung, Nuril Aimah dari SMA Nuris Jember Berhasil Khatam Enam Kitab)

Perjalanan Widiah mengikuti olimpiade di bidang Bahasa Indonesia tentu tidak berjalan tanpa rintangan. Ia harus berhadapan dengan kebiasaan diri yang menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi soal-soal olimpiade. “Kesulitan yang saya hadapi selama ini adalah saya tidak terlalu suka membaca teks yang terlalu panjang dan terkadang masih sering kurang fokus saat mengerjakan soal,” kenang siswi yang memiliki cita-cita mulia menjadi seorang perawat ini.

Untuk menyiasati kelemahan tersebut, Widiah mengandalkan pengalaman berharga yang ia dapatkan dari ekstrakurikuler Paskibra yang diikutinya di sekolah. Ia menerapkan kedisiplinan yang tinggi untuk belajar sebelum persiapan lomba. “Persiapan yang saya lakukan adalah dengan tekun belajar menggunakan kisi-kisi soal yang ada,” jelasnya.

Bagi Widiah, pengalaman berkompetisi ini menjadi salah satu momen terbaik dalam hidupnya. “Kesan saya pastinya sangat senang sekali bisa mendapatkan kesempatan mengikuti lomba yang kompetitif di masa remaja saat ini. Ini pengalaman yang luar biasa,” ucap Widiah penuh syukur.

Pencapaian ini tidak membuatnya cepat puas, melainkan justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah lebih jauh. “Harapan saya ke depan, saya ingin mengikuti lomba-lomba lagi hingga mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi untuk ke depannya,” kata Widiah.

Di penghujung wawancara, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang tidak pernah lelah memberikan dukungan kepadanya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk orang tua, guru, serta teman-teman semua yang selalu mendukung saya untuk melakukan hal yang positif, seperti mengikuti lomba ini,” pungkasnya. Kisah Widiah Qurratul ‘Aini mengajarkan kita bahwa jangan takut untuk memulai, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menuju ke gerbang kesuksesan. [ANF. Red]

 

Nama       : Widiah Qurratul ‘Aini

Cita-cita  : Perawat

Alamat    : Dawuhan, Situbondo

Kelas       : XI MIPA 2

Lembaga : SMA Nuris Jember

Prestasi   : Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia “Kompetisi Nasional Indonesia 13” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Kompetensi Nasional Indonesia (Widiah Qurratul A) _19 April 2026

Related Post