Langkah Kreatif Alumni SMK Nuris: Dulu Abadikan Acara Pesantren, Kini Ubaidillah Masuk Dunia Industri Media

Di Balik Kamera pada Setiap Momen Pesantren, Ada Sosok Ubaid

Pesantren Nuris – Hobi mendokumentasikan momen perlahan berubah menjadi jalan karier bagi M. Ubaidillah Alfin Syarif. Alumni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris Jember lulusan tahun 2026 ini kini aktif bekerja sebagai videografer dan editor di artefax.id. Kemampuannya di bidang media kreatif telah terlihat sejak masih menjadi santri dan siswa di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.

Pemuda asal Wirolegi, Sumbersari, Jember, tersebut dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki semangat tinggi dalam dunia dokumentasi visual. Selama mondok di Pesantren Nuris, Ubaid terdaftar sebagai bagian dari tim media pesantren yang bertugas mendokumentasikan berbagai kegiatan dan acara penting.

Hampir di setiap kegiatan pesantren, mulai dari pengajian, perlombaan, wisuda, hingga acara besar lainnya, sosok Ubaid kerap terlihat membawa kamera dan sibuk mengambil gambar dari berbagai sudut. Ketertarikannya pada dunia videografi tumbuh dari kebiasaan sederhana yang terus diasah melalui pengalaman langsung di lapangan.

Menjadi bagian dari tim media pesantren memberinya banyak pengalaman berharga. Ia belajar tentang teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, pengaturan visual, hingga cara menangkap momen yang memiliki nilai cerita. Dari sana, kemampuan kreatifnya berkembang secara perlahan.

(Baca juga : Siswi SMK Nuris Khatam 6 Kitab: Afifa Buktikan Ketekunan dan Cinta Ilmu Bisa Ciptakan Prestasi Gemilang)

Meski berasal dari jurusan TKJ, Ubaid berhasil menunjukkan bahwa keterampilan teknologi dapat berkembang ke bidang industri kreatif. Kemampuan editing dan penguasaan perangkat digital yang dipelajarinya selama sekolah menjadi bekal penting dalam pekerjaannya saat ini.

Di lingkungan sekolah dan pesantren, Ubaid dikenal sebagai siswa yang sigap dan mudah diajak bekerja sama. Ketika ada kegiatan besar, ia termasuk salah satu anggota media yang selalu siap membantu proses dokumentasi hingga selesai. Bahkan, tidak jarang ia harus bekerja dari pagi hingga malam demi memastikan seluruh momen penting dapat terekam dengan baik.

Kini, setelah lulus dari SMK Nuris Jember, Ubaid mulai menapaki dunia kerja profesional bersama artefax.id sebagai videografer dan editor. Di tempat kerjanya, ia bertanggung jawab dalam proses pengambilan video serta penyuntingan konten visual untuk berbagai kebutuhan kreatif.

Bagi Ubaidillah, dunia videografi bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga cara untuk menyimpan cerita dalam bentuk visual. Ia merasa setiap gambar dan video memiliki makna yang bisa dikenang dalam waktu lama.

Saat diwawancarai, Ubaidillah menyampaikan pandangannya tentang dunia dokumentasi dengan cara yang cukup unik dan berbeda.

“Kadang orang cuma lihat hasil videonya beberapa menit, tapi sebenarnya ada banyak cerita yang ikut terekam di balik kamera. Saya suka bagian itu, bagaimana sebuah momen kecil yang mungkin dianggap biasa, ternyata bisa jadi kenangan besar ketika dilihat kembali beberapa tahun nanti,” ungkapnya.

Para guru di SMK Nuris Jember memberikan apresiasi atas perkembangan karier Ubaid di dunia kreatif. Pengalamannya selama aktif di media pesantren dinilai menjadi salah satu proses penting yang membentuk kemampuan dan mental kerjanya.

Kisah M. Ubaidillah Alfin Syarif menjadi bukti bahwa pengalaman kecil yang dijalani dengan serius dapat membuka jalan menuju masa depan. Dari lorong pesantren hingga dunia kerja profesional, ia berhasil membuktikan bahwa kreativitas, konsistensi, dan kemauan belajar mampu mengubah hobi menjadi profesi yang membanggakan. (MFAF.Red)

 

Nama                    : M. Ubaidillah Alfin Syarif

Tahun Lulus         : 2026

Alamat                  : Wirolegi, Sumbersari, Jember

Lembaga              : SMK Nuris Jember

Jurusan                : Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)

Pekerjaan             : Videografer dan Editor di Artefaks.id

Riwayat Prestasi : Khatam 3 kitab kuning (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)

Related Post