Tekun Menghafal dan Konsisten Belajar Antar Santri Meraih Prestasi
Pesantren Nuris – Gelaran Wisuda Kitab dan Tahfizh di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember kembali menghadirkan momen penuh makna bagi para santri dan wali santri. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam menuntaskan hafalan kitab serta pendidikan diniyah yang telah dijalani dengan penuh ketekunan dan disiplin.
Salah satu santri yang mencuri perhatian dalam prosesi wisuda kali ini adalah Vindiya Miftahul Jannah. Santri asal Rambipuji, Jember itu berhasil mengkhatamkan enam kitab, yakni Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
Siswi kelas XII MIPA 2 sekaligus santri kelas diniyah 3C MUBTADIAT tersebut dikenal sebagai pribadi yang ceria dan aktif di lingkungan sekolah maupun pesantren. Selain aktif mengikuti kegiatan diniyah, Vindiya juga dikenal aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler biologi di sekolahnya. Karakter disiplin dan semangat belajar itulah yang perlahan membentuknya menjadi salah satu santri berprestasi tahun ini.
Putri dari Bapak Muyadi dan Ibu Mulyati tersebut mengaku keberhasilannya tidak diraih secara instan. Ia menjalani proses panjang dengan terus menjaga konsistensi belajar dan hafalan setiap hari. Baginya, kunci utama dalam mengkhatamkan kitab adalah kedisiplinan mengikuti kelas diniyah serta rajin mengulang materi yang telah dipelajari.
(Baca juga : Aisy Lailatul, Santri Asal Balikpapan Ini Sukses Khatam Tiga Kitab di SMA Nuris Jember)
“Rajin ikut kelas diniyah, konsisten menghafal, dan terus mengulang materi menjadi cara saya untuk bisa menyelesaikan hafalan kitab,” ujarnya usai prosesi wisuda berlangsung.
Meski demikian, perjalanan tersebut bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar yang dirasakan Vindiya terjadi saat menghadapi munaqosah atau ujian hafalan kitab. Ia mengaku sempat merasa gugup karena harus menjawab dan menjelaskan materi di hadapan penguji. Tekanan mental dan rasa takut lupa materi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi dengan ketenangan dan persiapan matang.
Dalam kesempatan itu, pengasuh pesantren sekaligus Kepala SMA SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan dan wisudawati.
“Santri yang tumbuh dewasa dengan Al-Qur’an dan kitab kuning insyaallah merupakan ciri-ciri anak sholeh-sholehah, dan insyaallah masuk dalam golongan yang dikehendaki oleh Allah SWT menjadi generasi masa depan yang baik dan bermanfaat,” tutur beliau.
Sementara itu, Vindiya berharap ilmu yang diperolehnya selama di pesantren tidak berhenti hanya pada prosesi wisuda semata. Ia ingin terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih konsisten dalam belajar, serta mampu mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dari pesantren dalam kehidupan sehari-hari.
Wisuda kitab ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan simbol perjuangan panjang para santri dalam menjaga semangat belajar agama di tengah tantangan zaman. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menorehkan prestasi membanggakan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta menjadi penerang langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi agama, bangsa, dan masyarakat. [RY.Red]
Nama : Vindiya Miftahul Jannah
Alamat : Rambipuji, Jember
Kelas : XII MIPA 2
Diniyah : 3C MUBTADIAT
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Prestasi : Khatam Enam Kitab (Hidayatus Shibyan, Aqidatul Awam, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
