Kesibukan di Broadcasting Tak Menghalangi Aqil Belajar
Pesantren Nuris – Di tengah padatnya aktivitas sebagai anggota tim broadcasting dan media, Aqil Bahtiar Ahmad membuktikan bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk mengurangi semangat menuntut ilmu agama. Siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nuris Jember asal Desa Karangsono, Bangsalsari, Jember, ini berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang paling berkesan dalam perjalanan pendidikannya. Sebab, proses menyelesaikan pembelajaran kitab kuning membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kesungguhan yang tidak sedikit. Apalagi, Aqil juga aktif menjalankan berbagai tugas di lingkungan sekolah dan pesantren.
Selama menjadi santri, Aqil dikenal sebagai siswa yang memiliki komitmen tinggi terhadap setiap amanah yang diberikan kepadanya. Ia terlibat aktif dalam tim broadcasting Pesantren Nuris Jember yang bertugas mendukung publikasi dan penyiaran berbagai kegiatan pesantren. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim media SMK Nuris Jember yang kerap membantu dokumentasi dan penyebarluasan informasi kegiatan sekolah.
Meski sering berada di balik kamera, perangkat audio, maupun berbagai kebutuhan teknis lainnya, Aqil tidak pernah mengabaikan kewajibannya sebagai santri. Ia tetap berusaha mengikuti pembelajaran kitab secara rutin dan menjaga semangat belajar di tengah berbagai aktivitas yang dijalaninya.
(Baca juga : Siswi Pendiam dari SMK Nuris Ini Berhasil Raih Prodi Impian, Lolos ke Prodi Teknik Informatika Lewat Jalur Nilai Rapor)
Bagi Aqil, belajar kitab kuning bukan sekadar memenuhi target pendidikan pesantren. Lebih dari itu, ia memandang kitab sebagai sumber ilmu dan pedoman hidup yang memberikan banyak pelajaran tentang akhlak, kesabaran, dan cara menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tiga kitab yang berhasil ia khatamkan meliputi 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
Selama kurang lebih tiga tahun belajar di pesantren, Aqil mengikuti berbagai tahapan pembelajaran hingga akhirnya berhasil menuntaskan tiga kitab kuning. Proses tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada banyak materi yang harus dipahami, dihafalkan, dan dikaji secara mendalam. Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, ia mampu melewati setiap tahap dengan baik.
Para guru mengenal Aqil sebagai siswa yang aktif, bertanggung jawab, dan mudah diajak bekerja sama. Di balik kesibukannya dalam berbagai kegiatan media, ia tetap menunjukkan kesungguhan saat mengikuti pengajian dan pembelajaran kitab. Sikap itulah yang membuatnya mampu berkembang tidak hanya dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam bidang keagamaan.
Keberhasilannya mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi bukti bahwa seseorang tetap dapat berprestasi meskipun memiliki banyak aktivitas. Kuncinya adalah kemampuan mengelola waktu dan menjaga komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Saat diwawancarai setelah mengikuti prosesi wisuda kitab, Aqil membagikan pandangan yang cukup menarik mengenai perjalanan belajarnya selama ini.
“Saya sering berada di belakang layar untuk merekam cerita dan prestasi orang lain. Tapi dari situ saya belajar bahwa setiap orang punya perjuangannya masing-masing. Yang penting bukan seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa sungguh-sungguh kita menjaga langkah agar tetap berada di jalan yang benar,” ungkapnya.
Prestasi yang diraih Aqil Bahtiar Ahmad menjadi inspirasi bagi banyak siswa dan santri lainnya. Di tengah kesibukan sebagai bagian dari tim broadcasting dan media, ia tetap mampu menuntaskan pembelajaran kitab kuning dengan baik. Kisahnya menunjukkan bahwa ilmu, tanggung jawab, dan dedikasi dapat berjalan beriringan ketika dijalani dengan kesungguhan dan niat yang kuat. (MFAF.Red)
Nama : Aqil Bahtiar Ahmad
Kelas : XII TKR
Alamat : Bangsalsari, Jember
Hobi : Olahraga
Cita-cita : Pebisnis
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
