Tak sekadar Berprestasi, Naila Lubna Muhbita Aktif Menulis Cerpen hingga Jabat Wakil Ketua OSIM
Pesantren Nuris – Naila Lubna Muhbita bukan sekadar santriwati biasa. Pasalnya, di balik pembawaannya yang kalem dan murah senyum, ternyata ia juga merupakan sosok cerdas, bertalenta, dan leader yang cukup mumpuni. Yuk, kenali profil santri berprestasi keren dari MA Unggulan Nuris yang satu ini!
Santri yang duduk di kelas XI A MA Unggulan Nuris ini menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara 2 bidang olimpiade Qur’an hadis di ajang Olimpiade Bahasa Arab (OLIMPABA) 2026 tingkat Kabupaten Jember yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Arab Jawa Timur pada 18 April 2026 lalu. Dengan predikat tersebut, ia pun berhak tampil kembali di ajang provinsi mewakili Jember di Surabaya.
Meski masih belum beruntung saat kembali berlomba di tingkat provinsi, Naila, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, tak memudarkan pesonanya sebagai santri inspiratif. Berbagai torehan gemilang telah pernah ia persembahkan, mulai dari juara 1 musabaqah hifdzun nadzam (MHN) Alfiyah kategori 250 bait hingga sebagai juara 3 pengajar dengan materi pembelajaran atau fashal terbanyak.
(baca juga: Strategi Ciamik, Daya Serang Buas, Tim Futsal MA Unggulan Nuris Juarai PORSENI UIJ 2026)
“Ya memang cukup mengecewakan saat lomba di Surabaya waktu itu sebab bersamaan dengan agenda PAM (Program Abdi Masyarakat) di pondok tempat mengabdi jadi kurang persiapannya. Meski tak perlu banyak alasan, tetapi ini menjadi evaluasi bagi saya agar lebih semangat belajar ke depannya.” Ungkap Naila.
Kegagalan di tingkat provinsi membuatnya terpacu untuk lebih banyak belajar. Tak berselang lama, tepat pada 03 Mei 2026 lalu, ia bangkit dengan menorehkan medali emas olimpiade nahwu sharraf tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Santripedia dalam ajang bertajuk Lomba Nahwu Sharraf 2026.
Di tengah kegemilangan prestasinya, santriwati asal Wonosari, Puger, Jember ini juga tengah mengemban amanah sebagai wakil ketua Organisasi Siswa Intra-Madrasah (OSIM) masa bakti 2025/2026. Kemampuannya dalam manajemen dan kepemimpinan cukup diperhitungkan hingga tugas ini layak untuknya.
(baca juga: Penampilan Epik Vidic dari Bandung Bondowoso hingga Juara 2 di Panggung Nasional)
Tak cukup dalam prestasi dan talenta kepemimpinan, gadis kelahiran Mei 2008 ini ternyata juga getol dalam dunia kepenulisan baik cerpen maupun puisi. Segenap puisi dan cerpennya telah dimuat dalam mading pesantren dan majalah Nazrah, milik MA Unggulan Nuris. Bahkan ia pernah meraih juara harapan 1 membaca puisi tingkat Kabupaten Jember.
Hingga saat ini, Naila sudah mampu menghafalkan sekitar 800 bait nazam Alfiyah ibnu Malik. Ia menargetkan menghatamkan nazam Alfiyah tersebut 1002 bait sebelum tamat dari lembaga yang dipimpin oleh Ning Balqis Al Humairo tersebut.
Bagi Naila, pesantren bukan halangan dalam mengembangkan potensi diri. Justru pesantren merupakan aktualisasi pendidikan masa kini. Di masa depan, ia berharap dapat menggapai impiannya menjadi seorang edupreneur. Baginya, menjadi seorang guru adalah pengabdian dan passion dalam sanubari yang sekaligus mendapat dukungan orang tua. Sementara bisnis atau usahawan adalah mimpi lain yang akan dikembangkannya dan tetap berkaitan dengan kemampuan edukasi baik secara digital maupun konvensional.[AF.Red]
