Sempat Kesulitan Bagi Waktu, Anggota KIR Biokes Asal Silo Ini Sukses Manfaatkan Bimbingan Kilat Seminggu
Pesantren Nuris – SMA Nuris Jember kembali bangga dengan prestasi siswinya. Melalui bakat seni dan kreativitas digital yang terpendam, siswi SMA Nuris Jember berhasil menorehkan tinta emas di kancah nasional. Dalam ajang bergengsi Embriogenesis 2026 National Competition yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada 11 Mei 2026, nama Khansa Intan Azzahiroh resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Desain Poster. Siswa kelas XI MIPA 1 SMA Nuris Jember ini sukses mengungguli karya-karya kreatif dari berbagai sekolah lainnya.
Gadis asal Sumberjati, Silo, Jember yang akrab disapa Intan ini mengaku bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini bermula dari rasa penasaran dan keinginan kuat untuk menguasai keterampilan baru. Apalagi, dunia visual sangat erat kaitannya dengan impian masa depannya yang bercita-cita ingin menjadi seorang apoteker terampil.
“Alasan awal saya mengikuti lomba ini karena murni ingin belajar lebih dalam tentang cara membuat poster digital yang baik dan komunikatif. Ini adalah pengalaman pertama kalinya saya terjun dan mengikuti perlombaan di bidang desain poster,” ungkap Intan bahagia.
Menghasilkan karya seni yang mampu memikat hati para juri nasional tentu membutuhkan pengorbanan tenaga dan pikiran. Sebagai santri yang hidup di tengah padatnya jadwal kegiatan asrama, tantangan terbesar bagi Intan adalah masalah manajemen waktu. Namun, berkat keteguhan niatnya, hambatan tersebut berhasil ia lalui dengan baik.
(Baca juga : Chesta Rasendriya, Siswi SMA Nuris Jember Lolos Biologi UNEJ melalui SEMMABA Prestasi 2026)
“Rasanya sangat senang dan bersyukur bisa mendapat juara 1, meskipun jujur saja saya sempat kesulitan dalam membagi waktu antara kewajiban mengaji, belajar, dan fokus mendesain. Motivasi terbesar yang membuat saya terus bertahan sepanjang proses ini adalah ingin sekali membahagiakan kedua orang tua,” jelas siswi yang memiliki hobi membaca ini.
Guna mematangkan konsep visual posternya, Intan memaksimalkan waktu persiapan yang terbilang cukup singkat, yakni hanya sekitar satu minggu lebih sedikit. Selain aktif dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) Biokes di sekolah, ia juga rajin melakukan eksplorasi mandiri.
“Persiapan yang saya lakukan pastinya adalah belajar bersama guru tentor ketika jam ekstrakurikuler berlangsung, kemudian saya lanjutkan dengan belajar desain secara mandiri saat berada di luar jam ekskul selama semingguan lebih,” tambahnya mengenai rahasia suksesnya.
Keberhasilan membawa pulang trofi juara utama ini tidak lantas membuat Intan berpuas diri. Ia justru menjadikan pencapaian ini sebagai pemantik semangat untuk terus mengasah kreativitasnya di masa-masa yang akan datang.
“Harapan ke depan, semoga saya bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba kreatif seperti ini lagi. Bagi saya, proses belajar dan mencari pengalamannya adalah yang utama, kalau nanti di depan bisa mendapat juara lagi, itu merupakan bonus dari kerja keras,” pungkas Intan menyudahi obrolan.
Kisah sukses Khansa Intan Azzahiroh mengajarkan kepada kita bahwa status sebagai pemula bukan berarti tidak bisa menjadi pemenang. Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba bidang baru yang belum pernah dikuasai. Selama kita memiliki niat yang tulus untuk belajar, tekun memanfaatkan waktu bimbingan, dan memiliki impian besar untuk membahagiakan orang tua, jalan menuju podium juara akan selalu terbuka lebar. [ANF.Red]
Nama : Khansa Intan Azzahiroh
Alamat : Silo, Jember
Hobi : Membaca
Cita-Cita : Apoteker
Lembaga : SMA Nuris Jember
Kelas : XI MIPA 1
Prestasi : Juara 1 Desain Poster “Embriogenesis 2026 National Competition” yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Khansa Intan Azzahiroh) 11 Mei 2026
Riwayat Prestasi : Juara 2 KIR BIOKES dalam Lomba Internal Literasi Tingkat Yayasan Tahun Pelajaran 2025/2026
